
Edukasi Matematika
Cara Menghitung KPK dan FPB: Faktorisasi Prima & Contoh Soal

Maya Putri
Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini
Apa Itu KPK dan FPB?
KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) adalah dua konsep penting dalam matematika yang sering dicari bersamaan. Konsep ini sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno — Euklides mengembangkan algoritma efisien mencari FPB (dikenal sebagai Algoritma Euklides) sekitar 300 SM, dan metode tersebut masih digunakan hingga hari ini.
- KPK — bilangan terkecil yang habis dibagi oleh dua bilangan atau lebih (bahasa Inggris: LCM)
- FPB — faktor terbesar yang membagi habis dua bilangan atau lebih (bahasa Inggris: GCD)
Contoh untuk 12 dan 18: KPK = 36, FPB = 6.
Rumus Mencari KPK dan FPB
Metode paling efisien: faktorisasi prima
Dari faktorisasi prima:
- KPK: ambil semua faktor prima dengan pangkat tertinggi →
- FPB: ambil faktor yang sama dengan pangkat terendah →
KPK(12,18) = 2² × 3² = 36 | FPB(12,18) = 2 × 3 = 6
💡 Tips Ingat Perbedaan: KPK = "Kumpulkan semua, pangkat tertinggi" → hasilnya lebih besar. FPB = "Faktor yang sama, pangkat terendah" → hasilnya lebih kecil.
Cara Menghitung KPK dan FPB: Contoh Soal
Contoh 1: KPK dan FPB Sekaligus
Cari KPK dan FPB dari 24 dan 36!
Langkah 1: Faktorisasi prima
Langkah 2: KPK (pangkat tertinggi tiap faktor)
Langkah 3: FPB (faktor yang sama, pangkat terendah)
Jawaban: KPK(24, 36) = 72 | FPB(24, 36) = 12
Contoh 2: KPK dalam Soal Cerita
Di sebuah SD di Surabaya, dua lampu hias berkedip bersamaan pukul 08.00. Lampu A berkedip setiap 6 menit, Lampu B setiap 8 menit. Kapan keduanya berkedip bersamaan lagi?
Langkah 1: KPK(6, 8):
Langkah 2: 08.00 + 24 menit = 08.24
Jawaban: Kedua lampu berkedip bersama pada pukul 08.24
Contoh 3: FPB dalam Soal Cerita
Rina, siswa kelas 5 SD di Bandung, punya 48 pensil dan 36 penghapus. Ingin membagi merata ke teman-temannya tanpa sisa. Berapa kelompok terbanyak yang bisa dibentuk?
Langkah 1: FPB(48, 36):
Langkah 2: Setiap kelompok: 48÷12 = 4 pensil, 36÷12 = 3 penghapus
Jawaban: 12 kelompok, masing-masing 4 pensil dan 3 penghapus
Kesalahan Umum Saat Menghitung KPK dan FPB
Kesalahan 1: Menukar aturan KPK dan FPB KPK mengambil pangkat tertinggi, bukan terendah. FPB mengambil pangkat terendah, bukan tertinggi. Cara ingat: KPK = Kumpulkan semua = pangkat terTinggi; FPB = Faktor Bersama = pangkat terRendah. Contoh salah yang umum: mengambil pangkat terendah untuk KPK sehingga KPK(12,18) = 2¹ × 3¹ = 6 (ini sebenarnya FPB).
Kesalahan 2: Lupa menyertakan faktor prima yang hanya ada di satu bilangan Saat mencari KPK(12, 25): 12 = 2² × 3, 25 = 5². Kesalahan umum: lupa memasukkan 5² karena tidak ada di 12. Benar: KPK = 2² × 3 × 5² = 300. Untuk KPK, semua faktor prima dari semua bilangan harus dimasukkan.
Tabel KPK dan FPB
| Bilangan 1 | Bilangan 2 | FPB | KPK |
|---|---|---|---|
| 8 | 12 | 4 | 24 |
| 12 | 18 | 6 | 36 |
| 15 | 25 | 5 | 75 |
| 20 | 30 | 10 | 60 |
| 24 | 36 | 12 | 72 |
Soal Latihan KPK dan FPB
Soal 1: ⭐ Cari KPK dan FPB dari 16 dan 24!
Soal 2: ⭐⭐ Toko kue di Jakarta membuat kue cokelat setiap 4 hari dan kue keju setiap 6 hari. Hari ini keduanya dibuat bersamaan. Berapa hari lagi keduanya dibuat bersamaan?
Soal 3: ⭐⭐⭐ Ada 60 kelereng merah dan 45 kelereng biru. Dibagi ke beberapa siswa merata. Berapa siswa terbanyak yang bisa mendapat kelereng?
Kunci Jawaban:
- 16=2⁴, 24=2³×3 → FPB=2³=8 | KPK=2⁴×3=48
- KPK(4,6) = 12 hari
- FPB(60,45): 60=2²×3×5, 45=3²×5 → FPB=3×5=15 siswa
Rangkuman
- KPK adalah bilangan terkecil yang habis dibagi dua bilangan atau lebih; dicari dengan mengambil semua faktor prima dengan pangkat tertinggi.
- FPB adalah faktor terbesar yang membagi habis dua bilangan; dicari dengan mengambil faktor prima yang sama dengan pangkat terendah.
- Cara paling efisien adalah faktorisasi prima melalui pohon faktor.
- KPK digunakan untuk masalah jadwal berulang; FPB untuk pembagian merata.
- Ingat: KPK selalu ≥ bilangan terbesar; FPB selalu ≤ bilangan terkecil.
Pelajari juga: Cara Menghitung Keliling Lingkaran dan Cara Mencari Luas Segitiga.
Pertanyaan Umum
Apakah Algonova mengajarkan matematika?
Ya! Algonova memiliki program matematika untuk anak usia 7–17 tahun, mulai dari matematika dasar SD hingga persiapan UTBK SMA. Semua kelas online dengan guru bersertifikat, grup kecil maks. 8 siswa.
Apakah ada kelas percobaan gratis untuk matematika?
Ya, ada! Kelas percobaan berlangsung 60 menit, gratis, tanpa kartu kredit. Guru akan menilai level anak dan merekomendasikan program yang paling sesuai.
Berapa siswa dalam satu kelas matematika?
Maksimal 8 siswa per kelas. Grup kecil memastikan setiap anak mendapat perhatian personal dan guru dapat langsung membantu saat siswa kesulitan.
Berapa biaya les matematika di Algonova?
Daftarkan anak untuk kelas percobaan gratis terlebih dahulu — tanpa biaya, tanpa komitmen. Setelah trial, tim kami akan menjelaskan opsi paket yang sesuai.
Apa itu KPK dan FPB?
KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah bilangan terkecil yang habis dibagi oleh dua bilangan atau lebih. FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) adalah bilangan terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan atau lebih. Keduanya dicari menggunakan faktorisasi prima.
Apa perbedaan KPK dan FPB?
KPK dicari dengan mengambil semua faktor prima dengan pangkat tertinggi, sedangkan FPB dicari dengan mengambil hanya faktor prima yang sama dengan pangkat terendah. KPK selalu lebih besar atau sama dengan bilangan terbesar, sedangkan FPB selalu lebih kecil atau sama dengan bilangan terkecil.
Bagaimana cara mencari KPK dengan faktorisasi prima?
Langkah mencari KPK: (1) Uraikan setiap bilangan menjadi faktor prima. (2) Ambil semua faktor prima yang muncul. (3) Untuk faktor yang sama, pilih pangkat tertinggi. (4) Kalikan hasilnya. Contoh: KPK dari 12 dan 18 = 2² × 3² = 36.
Bagaimana cara mencari FPB dengan faktorisasi prima?
Langkah mencari FPB: (1) Uraikan setiap bilangan menjadi faktor prima. (2) Ambil hanya faktor prima yang muncul di semua bilangan. (3) Untuk faktor yang sama, pilih pangkat terendah. (4) Kalikan hasilnya. Contoh: FPB dari 12 dan 18 = 2¹ × 3¹ = 6.
Di kelas berapa KPK dan FPB dipelajari?
KPK dan FPB dipelajari di kelas 4 dan 5 SD. Di kelas 4, siswa belajar konsep faktor dan kelipatan. Di kelas 5, materi diperdalam dengan faktorisasi prima dan penerapan KPK dan FPB dalam soal cerita.
Di mana KPK dan FPB digunakan dalam kehidupan nyata?
KPK digunakan untuk menentukan jadwal kegiatan yang berulang, seperti menghitung kapan dua bus berangkat bersamaan lagi. FPB digunakan untuk membagi benda menjadi kelompok yang sama rata tanpa sisa, misalnya membagi 24 permen dan 36 kue ke dalam kantong dengan jumlah sama.

