
Edukasi Matematika
Cara Menghitung Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran

Dewi Lestari
Spesialis Matematika

Cara menghitung pecahan biasa dan pecahan campuran mengikuti lima aturan: samakan penyebut untuk penjumlahan/pengurangan, kalikan lurus untuk perkalian, balik lalu kalikan untuk pembagian, dan ubah pecahan campuran ke pecahan biasa sebelum menghitung. Materi ini diajarkan di Kelas 4–6 SD dan diulang di Kelas 7 SMP. Panduan ini untuk siswa SD–SMP dan orang tua yang membantu PR matematika di rumah.
Pecahan, atau memecah, sama artinya dengan membagi. Misalkan kamu menggoreng satu telur dadar besar dan ingin membaginya dengan keempat adikmu sama banyaknya. Jumlah telur dadar, 1, dibagi dengan jumlah orang yang akan memakannya, yaitu 4. Maka kita dapatkan
Nah, sebelum masuk ke cara menghitungnya, kamu harus tahu dulu kalau ada dua jenis pecahan; biasa dan campuran. Apa saja perbedaannya? Yuk, kita simak!
Mengenal Pecahan Biasa
Bilangan yang ditulis dengan menggunakan pemisah dalam bentuk garis bagi ( __ ) atau garis miring ( / ) disebut dengan pecahan. Bilangan yang terletak di atas garis disebut sebagai pembilang, sedangkan bilangan di bawah garis merupakan penyebut.
Nah, bentuk pecahan seperti yang sering kamu lihat, yang hanya terdiri dari pembilang dan penyebut, merupakan pecahan biasa. Contohnya adalah
Mengenal Bilangan Pecahan Campuran
Apakah kamu pernah melihat bilangan yang memiliki bentuk seperti ini:
Kamu bisa mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa! Perubahan bentuk ini diperlukan saat berhitung karena menghitung dalam bentuk pecahan biasa lebih mudah. Caranya: kalikan penyebut dengan bilangan bulat, lalu tambahkan pembilang. Pada contoh
Angka 17 menjadi pembilang baru, penyebutnya tetap sama. Jadi, bentuk pecahan biasa dari
Jangan khawatir dulu — pecahan itu ternyata tidak sesulit yang dibayangkan!
Guru yang baik tahu cara membuat pecahan mudah dipahami!
Belajar bersama orang tua membuat matematika jadi lebih menyenangkan!

