Header_blog

Edukasi Matematika

7 min read

Diagram Lingkaran: Cara Membuat, Menghitung Sudut + Contoh Soal

Dipublikasikan: 12.08.2026·Diperbarui: 12.08.2026
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Spesialis Matematika

Diagram Lingkaran: Cara Membuat, Menghitung Sudut + Contoh Soal

Diagram lingkaran adalah cara menyajikan data dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi juring-juring, dengan besar tiap juring sebanding dengan besar datanya. Bentuk ini dipakai ketika yang ingin ditunjukkan adalah bagian terhadap keseluruhan, bukan perbandingan antar waktu. Materi ini muncul di kelas 5 SD dan diperdalam di kelas 8 SMP.

Dua Rumus yang Perlu Diketahui

Diagram lingkaran bisa dinyatakan dalam derajat atau dalam persen.

Dalam derajat (satu lingkaran penuh = 360°):

Dalam persen (keseluruhan = 100%):

Hubungan keduanya sederhana: 1% = 3,6°, karena 360 dibagi 100.

Contoh Membuat Diagram Lingkaran

Dari 40 siswa: 12 suka sepak bola, 10 suka basket, 10 suka voli, 8 suka renang.

OlahragaJumlahSudutPersen
Sepak bola1212/40 × 360 = 108°30%
Basket1010/40 × 360 = 90°25%
Voli1090°25%
Renang88/40 × 360 = 72°20%
Total40360°100%

Selalu periksa barisan totalnya. Kalau jumlah sudut bukan 360° atau jumlah persen bukan 100%, ada yang salah hitung. Pemeriksaan ini gratis dan menangkap hampir semua kesalahan sebelum jawaban dikumpulkan.

Soal Balik: Dari Sudut ke Data

Bentuk soal yang paling sering keluar di ujian justru kebalikannya — diagram sudah ada, yang ditanya jumlah datanya.

Diagram lingkaran menunjukkan hobi 120 siswa. Juring "membaca" bersudut 60°. Berapa siswa yang hobi membaca?

Balik rumusnya:

frekuensi = (sudut : 360) × total = (60 : 360) × 120 = 20 siswa

Kalau yang diketahui persennya: frekuensi = persen × total. Misal 25% dari 120 = 30 siswa. Lihat cara menghitung persen.

Mencari Juring yang Belum Diketahui

Sering satu juring sengaja dikosongkan. Kuncinya: seluruh juring berjumlah 360° atau 100%.

Tiga juring diketahui 90°, 120°, dan 60°. Berapa juring keempat?

360 − 90 − 120 − 60 = 90°

Kapan Memakai Diagram Lingkaran

TujuanDiagram yang tepat
Menunjukkan proporsi terhadap keseluruhanLingkaran
Membandingkan antar kategoriBatang
Menunjukkan perubahan dari waktu ke waktuGaris

Diagram lingkaran tidak cocok kalau kategorinya banyak, misalnya lebih dari enam — juringnya jadi terlalu tipis untuk dibedakan. Memilih bentuk diagram yang tepat adalah keterampilan tersendiri, dan justru itu yang diuji di soal-soal penalaran.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

1. Memakai 100 padahal diminta derajat. Menulis (12/40) × 100 lalu menjawab "30 derajat". Baca dulu satuan yang diminta — ini penyebab nomor satu.

2. Total sudut tidak 360°. Kalau hasil penjumlahan meleset, pasti ada juring yang salah hitung. Anak bisa mengecek sendiri tanpa kunci jawaban.

3. Lupa mengalikan kembali dengan total pada soal balik. Menjawab "1/6" padahal yang diminta jumlah siswa.

4. Membaca diagram dari besar juring secara kira-kira. Juring 90° dan 100° nyaris tidak bisa dibedakan dengan mata. Selalu pakai angka yang tertulis, bukan tampilan visualnya.

5. Salah membaca busur derajat saat menggambar. Ini masalah membaca alat, bukan masalah statistika.