
Edukasi Matematika
Diagram Lingkaran: Cara Membuat, Menghitung Sudut + Contoh Soal

Dewi Lestari
Spesialis Matematika

Diagram lingkaran adalah cara menyajikan data dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi juring-juring, dengan besar tiap juring sebanding dengan besar datanya. Bentuk ini dipakai ketika yang ingin ditunjukkan adalah bagian terhadap keseluruhan, bukan perbandingan antar waktu. Materi ini muncul di kelas 5 SD dan diperdalam di kelas 8 SMP.
Dua Rumus yang Perlu Diketahui
Diagram lingkaran bisa dinyatakan dalam derajat atau dalam persen.
Dalam derajat (satu lingkaran penuh = 360°):
Dalam persen (keseluruhan = 100%):
Hubungan keduanya sederhana: 1% = 3,6°, karena 360 dibagi 100.
Contoh Membuat Diagram Lingkaran
Dari 40 siswa: 12 suka sepak bola, 10 suka basket, 10 suka voli, 8 suka renang.
| Olahraga | Jumlah | Sudut | Persen |
|---|---|---|---|
| Sepak bola | 12 | 12/40 × 360 = 108° | 30% |
| Basket | 10 | 10/40 × 360 = 90° | 25% |
| Voli | 10 | 90° | 25% |
| Renang | 8 | 8/40 × 360 = 72° | 20% |
| Total | 40 | 360° | 100% |
Selalu periksa barisan totalnya. Kalau jumlah sudut bukan 360° atau jumlah persen bukan 100%, ada yang salah hitung. Pemeriksaan ini gratis dan menangkap hampir semua kesalahan sebelum jawaban dikumpulkan.
Soal Balik: Dari Sudut ke Data
Bentuk soal yang paling sering keluar di ujian justru kebalikannya — diagram sudah ada, yang ditanya jumlah datanya.
Diagram lingkaran menunjukkan hobi 120 siswa. Juring "membaca" bersudut 60°. Berapa siswa yang hobi membaca?
Balik rumusnya:
frekuensi = (sudut : 360) × total = (60 : 360) × 120 = 20 siswa
Kalau yang diketahui persennya: frekuensi = persen × total. Misal 25% dari 120 = 30 siswa. Lihat cara menghitung persen.
Mencari Juring yang Belum Diketahui
Sering satu juring sengaja dikosongkan. Kuncinya: seluruh juring berjumlah 360° atau 100%.
Tiga juring diketahui 90°, 120°, dan 60°. Berapa juring keempat?
360 − 90 − 120 − 60 = 90°
Kapan Memakai Diagram Lingkaran
| Tujuan | Diagram yang tepat |
|---|---|
| Menunjukkan proporsi terhadap keseluruhan | Lingkaran |
| Membandingkan antar kategori | Batang |
| Menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu | Garis |
Diagram lingkaran tidak cocok kalau kategorinya banyak, misalnya lebih dari enam — juringnya jadi terlalu tipis untuk dibedakan. Memilih bentuk diagram yang tepat adalah keterampilan tersendiri, dan justru itu yang diuji di soal-soal penalaran.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
1. Memakai 100 padahal diminta derajat. Menulis (12/40) × 100 lalu menjawab "30 derajat". Baca dulu satuan yang diminta — ini penyebab nomor satu.
2. Total sudut tidak 360°. Kalau hasil penjumlahan meleset, pasti ada juring yang salah hitung. Anak bisa mengecek sendiri tanpa kunci jawaban.
3. Lupa mengalikan kembali dengan total pada soal balik. Menjawab "1/6" padahal yang diminta jumlah siswa.
4. Membaca diagram dari besar juring secara kira-kira. Juring 90° dan 100° nyaris tidak bisa dibedakan dengan mata. Selalu pakai angka yang tertulis, bukan tampilan visualnya.
5. Salah membaca busur derajat saat menggambar. Ini masalah membaca alat, bukan masalah statistika.