Header_blog

Edukasi Matematika

6 min read

Diagram Batang: Cara Membuat, Membaca, dan Contoh Soal

Dipublikasikan: 12.08.2026·Diperbarui: 12.08.2026
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Spesialis Matematika

Diagram Batang: Cara Membuat, Membaca, dan Contoh Soal

Diagram batang adalah cara menyajikan data menggunakan batang-batang persegi panjang yang tingginya sebanding dengan nilai datanya. Bentuk ini paling cocok untuk membandingkan antar kategori. Materi ini muncul di kelas 4 SD dan dipakai terus di statistika SMP.

Bagian-Bagian Diagram Batang

BagianIsinya
JudulMenjelaskan data apa yang disajikan
Sumbu mendatar (X)Nama kategori: bulan, mata pelajaran, jenis olahraga
Sumbu tegak (Y)Nilai atau frekuensi, lengkap dengan satuannya
BatangTingginya menunjukkan nilai kategori tersebut
SkalaJarak antar angka pada sumbu tegak

Cara Membuat Diagram Batang

Data nilai ulangan: Senin 20 siswa, Selasa 35, Rabu 25, Kamis 40.

  1. Tentukan skala lebih dulu. Nilai terbesar 40, jadi skala 0–40 dengan langkah 5 sudah cukup. Skala yang terlalu rapat membuat diagram terlalu tinggi, terlalu longgar membuat perbedaannya tak terlihat.
  2. Gambar dua sumbu dan beri label lengkap dengan satuannya.
  3. Gambar batang dengan lebar yang sama untuk setiap kategori, dan beri jarak yang sama antar batang.
  4. Tulis nilainya di atas tiap batang supaya tidak perlu ditebak dari tinggi.

Sumbu tegak harus dimulai dari nol. Ini bukan formalitas — lihat bagian berikutnya.

Diagram yang Menyesatkan

Bagian ini jarang diajarkan di sekolah dan justru paling berguna seumur hidup.

Ambil data penjualan 100 dan 110 unit. Kalau sumbu tegaknya dimulai dari 0, kedua batang terlihat hampir sama — dan memang begitu kenyataannya, selisihnya cuma 10%. Tapi kalau sumbu tegaknya dimulai dari 95, batang kedua terlihat tiga kali lebih tinggi daripada yang pertama.

Datanya jujur, gambarnya menipu. Trik ini dipakai setiap hari di iklan, presentasi bisnis, dan berita. Aturan pertama membaca diagram batang mana pun: lihat dulu dari angka berapa sumbu tegaknya dimulai.

Anak yang terbiasa memeriksa skala mendapat sesuatu yang jauh lebih berharga daripada nilai ulangan.

Membaca Diagram Batang

Pertanyaan yang biasa muncul di soal:

  • Nilai tertinggi dan terendah — batang tertinggi dan terpendek
  • Selisih dua kategori — kurangkan nilainya
  • Total seluruh data — jumlahkan semua batang
  • Rata-rata — total dibagi banyaknya kategori, lihat cara menghitung rata-rata
  • Persentase satu kategori — nilai dibagi total dikali 100%

Diagram Batang atau Diagram Lain?

TujuanDiagram yang tepat
Membandingkan antar kategoriBatang
Menunjukkan bagian dari keseluruhanLingkaran
Menunjukkan perubahan dari waktu ke waktuGaris

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

1. Sumbu tegak tidak dimulai dari nol. Penyebab nomor satu diagram menyesatkan, baik disengaja maupun tidak.

2. Lebar batang tidak sama. Batang yang lebih lebar terlihat lebih besar meski nilainya sama, dan itu menipu mata.

3. Skala tidak konsisten. Jarak dari 0 ke 10 harus sama dengan jarak dari 10 ke 20.

4. Lupa menulis satuan pada sumbu tegak. Angka 40 tanpa satuan bisa berarti apa saja.

5. Membaca tinggi batang dengan kira-kira padahal nilainya sudah tertulis. Selalu pakai angka.