Header_blog

Edukasi Matematika

7 min read

Akar Kuadrat: Cara Menghitung Tanpa Kalkulator + Contoh Soal

Dipublikasikan: 12.08.2026·Diperbarui: 12.08.2026
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Spesialis Matematika

Akar Kuadrat: Cara Menghitung Tanpa Kalkulator + Contoh Soal

Akar kuadrat adalah kebalikan dari pemangkatan dua: mencari bilangan yang jika dikalikan dengan dirinya sendiri menghasilkan bilangan tersebut. Ditulis dengan lambang √. Karena 6 × 6 = 36, maka √36 = 6. Materi ini dikenalkan di kelas 5–6 SD dan dipakai terus di SMP untuk teorema Pythagoras dan persamaan kuadrat.

Bilangan Kuadrat yang Wajib Dihafal

Seluruh bab ini menjadi mudah begitu tabel di bawah dikuasai. Ini bukan menghafal demi menghafal — tanpa tabel ini, setiap soal akar berubah menjadi tebak-tebakan.

nn
1111121
2412144
3913169
41614196
52515225
63616256
74917289
86418324
98119361
1010020400

Cara Menghitung Akar Kuadrat Tanpa Kalkulator

Cara 1: Faktorisasi Prima

Paling andal untuk bilangan besar.

Contoh: √576

  • 576 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 3 × 3
  • Kelompokkan berpasangan: (2×2)(2×2)(2×2)(3×3)
  • Ambil satu dari tiap pasangan: 2 × 2 × 2 × 3 = 24

Cara 2: Trik Dua Digit Terakhir

Untuk bilangan kuadrat sempurna tiga sampai empat angka, ada cara cepat yang sering dipakai di olimpiade tingkat sekolah.

Contoh: √1.089

  • Lihat dua angka terakhir: 89. Bilangan kuadrat yang berakhiran 9 adalah 3² = 9 dan 7² = 49. Jadi jawabannya berakhiran 3 atau 7.
  • Buang dua angka terakhir, sisa 10. Cari kuadrat terbesar yang tidak melebihi 10, yaitu 3² = 9. Jadi angka pertama adalah 3.
  • Kandidatnya 33 atau 37. Karena 10 lebih dekat ke 9 daripada ke 16, ambil yang lebih kecil: 33.
  • Periksa: 33 × 33 = 1.089 ✔

Cara 3: Perkiraan untuk Bukan Kuadrat Sempurna

√50 terletak di antara √49 = 7 dan √64 = 8, dan jauh lebih dekat ke 7. Jadi √50 ≈ 7,07. Kemampuan memperkirakan seperti ini lebih berguna daripada menghitung persis, karena membuat anak bisa mendeteksi jawaban kalkulator yang keliru.

Sifat-Sifat Akar

  • √(a × b) = √a × √b → √36 = √4 × √9 = 2 × 3 = 6
  • √(a : b) = √a : √b → √(16/25) = 4/5
  • √(a²) = a
  • ⚠️ √(a + b) TIDAK sama dengan √a + √b. √(9+16) = √25 = 5, sedangkan √9 + √16 = 3 + 4 = 7. Ini kesalahan paling mahal di seluruh bab.

Akar Kuadrat Bilangan Desimal

√0,25 = 0,5 karena 0,5 × 0,5 = 0,25. Perhatikan bahwa akar dari bilangan antara 0 dan 1 justru lebih besar dari bilangan itu sendiri — hal yang berlawanan dengan intuisi dan sering ditolak anak sebelum dibuktikan.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

1. Menjumlahkan di dalam akar. Menulis √(9+16) = 3 + 4. Ini penyebab nomor satu dan patut diuji langsung.

2. Mengira √16 = 8. Membagi dua alih-alih mencari bilangan yang dikuadratkan. Tandanya tabel kuadrat belum hafal.

3. Lupa bahwa √1 = 1, bukan 0.

4. Tidak sadar akar bisa disederhanakan. √50 = √(25×2) = 5√2. Bentuk ini yang diminta di SMP, bukan angka desimal.

5. Menyerah pada bilangan besar karena tidak tahu faktorisasi prima. Padahal 576 dan 1.089 pun bisa dikerjakan tanpa kalkulator dalam waktu kurang dari satu menit.