Panduan Orang Tua

10 menit

Anak Tidak Bisa Diam: Normal, Hiperaktif, atau Tanda ADHD?

Dipublikasikan: 02.11.2026·Diperbarui: 02.11.2026
Maya Putri

Maya Putri

Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Anak Tidak Bisa Diam: Normal, Hiperaktif, atau Tanda ADHD?

Diperbarui: November 2026

Anak tidak bisa diam sering kali normal, karena anak usia SD memang aktif dan perhatiannya naik turun. Anak baru perlu diperiksa kalau gejalanya terjadi sering, bertahan sekitar 6 bulan atau lebih, muncul di rumah dan di sekolah, dan mengganggu belajar atau pertemanan. Artikel ini membantu orang tua membedakannya. Diagnosis hanya bisa dibuat oleh dokter anak, psikolog, atau psikiater anak.

Apakah anak yang tidak bisa diam itu normal?

Ya, anak yang aktif dan sulit duduk tenang sering kali normal, terutama kalau terjadi dalam situasi tertentu saja.

CDC (pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat) menyebut wajar bila anak sesekali sulit fokus dan sulit mengatur perilaku. Beberapa hal yang membuat anak tampak tidak bisa diam padahal tidak ada gangguan:

  • kurang tidur: anak 6-12 tahun butuh 9-12 jam per 24 jam menurut pedoman AASM,
  • kurang bergerak: WHO menyarankan anak 5-17 tahun aktif fisik rata-rata minimal 60 menit per hari,
  • lapar atau lelah setelah sekolah,
  • bosan, atau justru materi yang terlalu sulit,
  • suasana baru, ramai, atau banyak gawai di dekatnya.

Kalau anak tenang saat menggambar atau bermain balok tetapi gelisah saat PR, penyebabnya sering ada di situasi, bukan di anaknya. Penyebab lain yang sering ditemui sudah kami bahas di artikel anak susah fokus belajar.

Apa itu hiperaktif dan apa itu ADHD?

Hiperaktif adalah perilaku yang terlalu banyak bergerak dan bukan diagnosis, sedangkan ADHD adalah diagnosis medis yang hanya bisa ditegakkan oleh tenaga profesional.

ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder) di Indonesia sering disebut GPPH, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas. Menurut American Psychiatric Association (halaman ditinjau Oktober 2025), gejala ADHD muncul sejak masa kanak-kanak, harus terlihat jelas selama minimal 6 bulan, dan menimbulkan hambatan yang nyata. Perkiraan jumlah anak yang mengalaminya sekitar 8,4%.

Ada tiga tampilan: dominan sulit memusatkan perhatian, dominan hiperaktif dan impulsif, atau gabungan keduanya. Anak yang dominan sulit memusatkan perhatian bisa tampak tenang tetapi sering melamun dan lupa, sehingga mudah terlewat. Jadi anak yang tidak bisa diam belum tentu ADHD, dan anak yang tampak tenang pun tidak otomatis bebas dari kemungkinan itu.

Ibu dan anak laki-laki duduk berdampingan di sofa ruang tamu dan berbincang dengan tenang