Cara Mengajar Perkalian pada Anak: 5 Metode yang Terbukti Berhasil

Panduan Orang Tua

Maya Putri
Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Anak kecanduan HP biasanya terlihat dari tiga hal: sulit berhenti sendiri, HP mengalahkan tidur, makan, dan belajar, dan marah besar saat HP diambil. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan screen time tidak lebih dari 2 jam sehari untuk anak di atas 2 tahun. Kebiasaan ini bisa dikurangi bertahap dalam 4 minggu dengan aturan yang jelas dan kegiatan pengganti yang menarik.
Anak disebut kecanduan HP kalau HP sudah mengganggu tidur, sekolah, makan, atau hubungannya dengan keluarga, dan ia tidak bisa berhenti meski sudah dicoba berkali-kali.
Anak yang senang main HP belum tentu bermasalah. Ia bisa berhenti saat diminta, walaupun sambil cemberut, dan tetap punya kegiatan lain yang ia nikmati. Istilah "kecanduan" di artikel ini dipakai dalam arti sehari-hari, bukan diagnosis. Diagnosis hanya bisa dari dokter anak atau psikolog anak.
Berikut ciri anak kecanduan HP yang bisa Anda amati di rumah. Kalau 4 atau lebih cocok selama beberapa minggu, saatnya Anda mengatur ulang kebiasaan di rumah:
Kecanduan gadget pada anak memengaruhi tidur, suasana hati, dan fokus belajar.
Dampak yang paling cepat terasa adalah tidur: HP di kamar bisa membuat jam tidur mundur, padahal anak usia 6-12 tahun membutuhkan tidur selama 9-12 jam menurut American Academy of Pediatrics.
Anak yang kurang tidur sering lebih mudah marah, sulit konsentrasi di kelas, dan lesu di pagi hari. Nilainya mungkin belum turun, tapi anak lebih cepat lelah dan mudah meledak karena hal kecil.
HP juga mengurangi waktu bergerak anak. WHO menganjurkan anak dan remaja usia 5-17 tahun agar aktif secara fisik rata-rata 60 menit per hari dan membatasi waktu duduk, terutama rekreasi screen time.
Soal fokus, perhatikan reaksi anak saat mengerjakan PR. Anak yang terbiasa dengan video pendek sering merasa PR atau buku cerita terlalu lambat. Di sini peran orang tua bukan menghukum, melainkan melatih kembali kebiasaan menyelesaikan satu hal sampai selesai. Kalau yang Anda khawatirkan adalah belajarnya, baca juga anak malas belajar karena gadget.
Anak sulit lepas dari HP karena banyak aplikasi tidak punya titik berhenti alami: video berikutnya langsung muncul, notifikasi terus berbunyi, dan setiap gulir memberi sesuatu yang baru.
Buku selesai di halaman terakhir, sedangkan video pendek bisa terus berlanjut tanpa ujung. Pemicu kedua adalah bosan: HP sering menjadi satu-satunya jawaban saat anak bilang "aku bosan", dan kalau tidak ada pilihan lain yang menarik, ia kembali ke layar.
Anak juga meniru orang dewasa. Kalau ia melihat orang tuanya memegang HP saat makan dan menunggu, aturan yang hanya berlaku untuk anak jarang bertahan. Bahasan yang lebih luas tentang pengasuhan di era digital ada di pola asuh anak di era digital.
Mengatasi anak kecanduan HP paling aman dilakukan bertahap: kurangi sedikit demi sedikit selama 4 minggu, bukan menyita HP dalam semalam.
Rencana yang sama berlaku untuk tablet dan konsol. Jadi kalau Anda mencari cara mengatasi anak kecanduan gadget, termasuk cara mengatasi anak yang sudah kecanduan gadget sejak lama, mulailah dari langkah minggu pertama dan jangan langsung melompat ke langkah kesekian. Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba:

Pakai kalimat tenang saat meminta HP: "Waktunya selesai. Mau tutup sendiri atau Ayah bantu?" Anak yang diberi pilihan kecil biasanya lebih kooperatif daripada anak yang disita HP-nya. Kalau ia menangis, tunggu sebentar tanpa mengubah aturan.
Jadwal harian yang jelas juga membantu, karena anak tahu kapan giliran membuka HP. Contohnya ada di jadwal harian anak.
Aturan HP keluarga bekerja kalau dibuat bersama anak, tertulis, dan berlaku juga untuk orang tua.
American Academy of Pediatrics menyediakan Family Media Plan, alat untuk menyusun rencana media keluarga. Anda bisa memakainya sebagai contoh. Contoh berikut bisa disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan tetap di bawah batas 2 jam dari IDAI:
| Usia | Contoh kesepakatan | Peran orang tua |
|---|---|---|
| 6-8 tahun | HP dipakai di ruang keluarga, ada timer, tidak ada HP saat makan dan 1 jam sebelum tidur | Mendampingi, memilih tayangan, mengatur timer bersama anak |
| 9-10 tahun | Anak ikut menentukan jadwal, HP dikumpulkan di rak sebelum tidur | Mengecek kesepakatan seminggu sekali, memasang filter web |
| 11-12 tahun | Anak mengatur sebagian waktunya sendiri dalam batas yang disepakati, ada jam HP dijauhkan di malam hari | Mengobrol soal isi tontonan dan teman online, tetap memegang pengaturan akhir |
IDAI juga mengingatkan agar anak tidak menyendiri dengan gadget di kamar tidur dan menyebut program penyaring web (web-filtering) bisa membantu orang tua. Kalau Anda ingin membahas lebih jauh soal keamanan di internet, mulailah dari literasi digital untuk anak.
Dari sisi aturan negara, PP 17/2025 atau PP Tunas mengatur tata kelola sistem elektronik untuk melindungi anak. Menurut Komdigi, aturan ini berlaku efektif sejak 28 Maret 2026. Aturan itu membantu, tetapi pengawasan di rumah tetap yang paling menentukan.
Layar yang pasif, seperti menggulir video, paling mudah digantikan oleh kegiatan yang juga memberi hasil nyata: bergerak, bermain bersama, atau menyelesaikan tantangan.
Beberapa ide untuk anak SD:
Ada juga layar yang aktif. Di kelas live Algonova, anak tidak menggulir video, melainkan berpikir, menjawab, dan berdiskusi dengan tutor yang sama setiap minggu. Algonova mengajarkan coding, AI, dan desain untuk anak 5-17 tahun serta matematika untuk anak 6-17 tahun, secara live online, dengan lebih dari 1 juta murid di 97 negara dan rating 4,9. Kelas matematika berjalan 90 menit dalam grup maksimal 10 anak atau mini grup 2-4 anak.
Sebelum mendaftar, anak bisa ikut tes diagnostik gratis sekitar 60 menit untuk melihat levelnya sebelum menentukan apakah akan ikut les matematika SD online. Kalau anak lebih suka membuat game daripada hanya memainkannya, lihat juga kelas coding untuk anak SD.
Segera temui dokter anak atau psikolog anak kalau HP membuat anak menolak sekolah, tidur sangat terganggu, atau sangat tertekan, dan perubahan di rumah selama beberapa minggu tidak membantu.
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah anak menarik diri dari teman dan keluarga, sering murung, atau agresif secara fisik saat HP diambil. Pada beberapa anak, HP juga bisa jadi pelarian dari masalah lain seperti gangguan cemas, perundungan di sekolah, atau kesulitan belajar. Karena itu, kalau penyebabnya tidak jelas, jangan menebak sendiri.
Mulailah dengan dokter anak atau psikolog anak di Puskesmas, rumah sakit, atau praktik yang Anda percaya. Bawa catatan dari minggu pertama rencana di atas: kapan anak memakai HP, berapa lama, dan apa yang terjadi saat ia berhenti. Catatan ini membantu tenaga ahli melihat polanya.
Blog
IDAI menganjurkan screen time tidak lebih dari 2 jam sehari untuk anak di atas 2 tahun. Angka ini mencakup tontonan, game, dan video. Misalnya, kalau anak sudah menonton 1 jam setelah sekolah, sisa jatah hiburan menggunakan layar hari itu tinggal 1 jam. Pembahasan lengkapnya ada di artikel tentang screen time. Untuk langkah pertama, catat pemakaian anak selama 1 minggu.
Kebiasaan menggunakan HP yang berlebihan sulit untuk hilang sendiri tanpa perubahan di rumah. Anak mengikuti pola yang berlaku, jadi aturan yang konsisten dan kegiatan pengganti yang menarik lebih berpengaruh daripada menunggu. Contohnya, anak yang tiap sore dikasih HP tanpa batas tidak punya alasan untuk berhenti. Rencana 4 minggu di atas bisa jadi titik awal. Kalau tidak ada perubahan, konsultasikan ke dokter anak atau psikolog anak.
Beri peringatan lebih dulu dan tawarkan pilihan kecil. Misalnya, katakan "10 menit lagi, lalu 5 menit lagi" sebelum waktu habis, lalu tanyakan apakah ia mau menutup HP sendiri atau dibantu. Anak yang tahu aturannya sejak awal biasanya tidak sekaget anak yang HP-nya diambil mendadak. Kalau ia menangis, tetap tenang dan jangan berdebat. Siapkan juga kegiatan setelahnya, misalnya makan malam bersama.
Penggunaan HP sebelum tidur bisa memotong waktu tidur anak. Anak usia 6-12 tahun membutuhkan tidur 9-12 jam menurut American Academy of Pediatrics, sehingga setiap jam bermain HP di malam hari dapat memotong waktu tidurnya. Contohnya, anak yang tidur pukul 22.00 dan harus bangun pukul 05.30 hanya mendapat waktu tidur sekitar 7,5 jam. Letakkan HP di luar kamar saat malam, dan hentikan penggunaan layar sekitar 1 jam sebelum tidur.
Tidak ada umur pasti yang berlaku untuk semua anak. Yang lebih penting adalah kesiapannya: apakah ia bisa berhenti saat diminta, tahu cara menjaga data pribadi, dan mau bercerita kalau melihat sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Untuk anak SD, banyak orang tua memilih memberi HP bersama atau HP keluarga dulu, dengan pengawasan. Pemerintah juga sudah mengatur perlindungan anak di sistem elektronik lewat PP Tunas, tetapi pengawasan orang tua tetap diperlukan. Tiga hal di atas bisa jadi ukuran kesiapan.
Perbedaannya ada pada kendali dan dampak. Anak yang sekadar suka main HP bisa berhenti saat diminta dan tetap bersekolah, tidur, dan melakukan kegiatan lain. Anak yang kecanduan sulit berhenti, marah besar saat HP diambil, dan kegiatan lain ikut terganggu. Misalnya, anak yang tetap makan bersama dan mengerjakan PR walau suka main HP belum perlu dikhawatirkan. Cocokkan dengan 8 tanda di atas: kalau 4 atau lebih muncul selama beberapa minggu, atur ulang kebiasaan di rumah.
Bawa anak ke psikolog anak kalau HP membuatnya menolak pergi ke sekolah, menarik diri dari keluarga dan teman, tidur sangat terganggu, atau agresif saat HP diambil, dan rencana di rumah selama beberapa minggu belum membantu. Misalnya, anak yang berminggu-minggu menolak berangkat sekolah karena ingin main HP. Bawa catatan pemakaian HP selama 1-2 minggu supaya pemeriksaan lebih terarah.