Panduan Orang Tua

9 menit

Anak Susah Fokus Belajar: 9 Penyebab dan Cara Membantunya di Rumah

Dipublikasikan: 29.10.2026·Diperbarui: 29.10.2026
Maya Putri

Maya Putri

Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Anak Susah Fokus Belajar: 9 Penyebab dan Cara Membantunya di Rumah

Anak susah fokus belajar paling sering karena kurang tidur, terlalu banyak layar, materi yang terlalu sulit atau terlalu mudah, dan ruang belajar yang ramai. Anak usia 6-12 tahun butuh tidur 9-12 jam per 24 jam. Sebagian besar penyebab ini bisa dibenahi di rumah dalam 2-4 minggu. Kalau sulit fokus muncul di semua tempat dan berlangsung lama, bicarakan dengan dokter anak.

Berapa lama anak SD normalnya bisa fokus?

Tidak ada angka pasti, karena kemampuan memusatkan perhatian berbeda pada tiap anak dan berubah menurut situasi.

Anak yang bisa duduk satu jam menyusun Lego sering gelisah tak lama setelah mulai PR. Itu biasanya bukan tanda ada yang salah, dan orang tua sering menyebutnya anak susah konsentrasi padahal anak itu hanya sedang tidak tertarik. Perhatian anak bertahan lebih lama pada hal yang ia sukai, dan lebih cepat habis pada hal yang terasa sulit atau melelahkan.

Pertanyaan yang lebih berguna: kapan anak saya mudah fokus, dan kapan tidak? Kalau Anda merasa anak tidak fokus saat belajar, catat selama satu minggu: jam berapa, mata pelajaran apa, di mana, dan apa yang terjadi sebelumnya. Pola dari catatan ini akan membantu Anda membaca penyebabnya.

9 penyebab anak susah fokus belajar

Penyebab anak tidak fokus saat belajar biasanya lebih dari satu, dan kebanyakan ada hubungannya dengan kebutuhan dasar, materi, atau lingkungan.

  1. Kurang tidur. AASM, dengan pedoman yang didukung AAP, menyebut anak 6-12 tahun butuh 9-12 jam tidur per 24 jam. IDAI mengaitkan tidur dengan kemampuan memusatkan perhatian. Anak yang begadang untuk menonton atau bermain sering tampak melamun di kelas.
  2. Terlalu banyak layar. IDAI menganjurkan screen time tidak lebih dari 2 jam per hari. Anak yang baru berhenti main HP biasanya masih "tertinggal" di layar saat diminta belajar.
  3. Lapar atau haus. Anak yang belum sarapan atau lama tidak makan mudah gelisah dan cepat kesal.
  4. Materi terlalu sulit. Anak yang sudah tidak paham sejak beberapa pelajaran lalu akan menghindar, dan dari luar itu terlihat seperti tidak mau fokus.
  5. Materi terlalu mudah. Anak yang sudah menguasai bahan bisa cepat bosan dan mencari kegiatan lain.
  6. Ruang belajar yang ramai. TV menyala, adik bermain, atau HP di dekat buku mengalihkan perhatian dengan mudah.
  7. Cemas atau tertekan. Anak yang takut salah atau takut dimarahi sering membeku di depan soal.
  8. Kurang bergerak. WHO menyarankan anak usia 5-17 tahun aktif secara fisik rata-rata minimal 60 menit per hari. Anak yang seharian duduk sering lebih sulit duduk tenang saat belajar.
  9. Kemungkinan gangguan perkembangan. Ini hanya bisa dipastikan oleh dokter atau psikolog, dan akan dibahas di bagian terakhir.