Header_blog

Edukasi Matematika

7 min read

Operasi Hitung Campuran: Urutan Pengerjaan + Contoh Soal

Dipublikasikan: 12.08.2026·Diperbarui: 12.08.2026
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Spesialis Matematika

Operasi Hitung Campuran: Urutan Pengerjaan + Contoh Soal

Operasi hitung campuran adalah soal yang memuat lebih dari satu jenis operasi — penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian — dalam satu kalimat matematika. Urutan pengerjaannya tidak boleh sembarangan, karena hasilnya akan berbeda. Materi ini diajarkan sejak kelas 4 SD dan menjadi prasyarat seluruh aljabar di SMP.

Kenapa Urutannya Penting

Coba hitung 2 + 3 × 4.

  • Kalau dikerjakan dari kiri: (2 + 3) × 4 = 20
  • Kalau mengikuti aturan: 2 + (3 × 4) = 14

Hanya satu yang benar, yaitu 14. Tanpa aturan baku, satu soal bisa punya banyak jawaban dan matematika berhenti berfungsi. Itulah alasan aturan ini ada — bukan karena guru ingin menyulitkan.

Urutan Pengerjaan

TingkatOperasiCatatan
1Tanda kurung ( )Kerjakan isi kurung paling dalam dulu
2Pangkat dan akarLihat bilangan berpangkat
3Kali dan bagiSetara, kerjakan dari kiri ke kanan
4Tambah dan kurangSetara, kerjakan dari kiri ke kanan

🔴 Bagian yang paling sering disalahpahami: perkalian tidak lebih dulu daripada pembagian, dan penjumlahan tidak lebih dulu daripada pengurangan. Keduanya setingkat, jadi yang menentukan adalah posisinya dari kiri.

Contoh: 24 : 6 × 2

  • Salah: 24 : (6 × 2) = 24 : 12 = 2
  • Benar: (24 : 6) × 2 = 4 × 2 = 8

Pembagian ditulis lebih dulu, jadi pembagian dikerjakan lebih dulu. Ini kesalahan nomor satu di seluruh bab, dan penyebabnya biasanya singkatan hafalan yang menempatkan kali sebelum bagi.

Contoh Soal Bertahap

Contoh 1: 100 − 4 × 15

  • Kali dulu: 4 × 15 = 60
  • Lalu kurang: 100 − 60 = 40

Contoh 2: 36 : 4 + 5 × 3

  • Bagi dan kali dulu, dari kiri: 36 : 4 = 9 dan 5 × 3 = 15
  • Lalu tambah: 9 + 15 = 24

Contoh 3: 12 + (8 − 3) × 4

  • Kurung dulu: 8 − 3 = 5
  • Kali: 5 × 4 = 20
  • Tambah: 12 + 20 = 32

Contoh 4: 50 − 12 + 8

  • Setingkat, jadi dari kiri: (50 − 12) + 8 = 38 + 8 = 46
  • Bukan 50 − (12 + 8) = 30

Contoh keempat adalah jebakan klasik yang menjatuhkan banyak anak justru karena kelihatan paling mudah.

Contoh Soal Cerita

Ibu membeli 3 kotak telur, masing-masing berisi 12 butir. Lalu 5 butir pecah. Berapa telur yang tersisa?

3 × 12 − 5 = 36 − 5 = 31 butir

Perhatikan bahwa kalimat matematikanya sudah otomatis mengikuti aturan: perkalian dikerjakan dulu karena memang harus dihitung dulu berapa total telurnya.

Cara Melatihnya di Rumah

Tuliskan satu soal seperti 6 + 6 : 3 di kertas dan minta anak menjelaskan urutannya dulu, sebelum menghitung. Kalau dia bisa menyebut "bagi dulu, baru tambah", pemahamannya sudah benar meski jawabannya nanti salah hitung. Yang perlu diperbaiki dan yang tidak jadi terlihat jelas.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

1. Mengerjakan semuanya dari kiri ke kanan. Menjawab 20 untuk 2 + 3 × 4. Penyebab nomor satu di kelas 4–5.

2. Mengira kali selalu sebelum bagi. Berasal dari singkatan hafalan. Keduanya setingkat.

3. Mengira tambah selalu sebelum kurang. Kesalahan yang sama pada tingkat empat, dan paling sering muncul di soal seperti 50 − 12 + 8.

4. Melupakan tanda kurung dalam kurung. Kerjakan yang paling dalam dulu.

5. Salah tanda pada bilangan bulat negatif. Kalau anak paham urutannya tetapi hasilnya tetap salah, penyebabnya biasanya di sini, bukan di urutan operasinya.