
Edukasi Matematika
Faktorisasi Prima: Cara Pohon Faktor + Contoh Soal

Dewi Lestari
Spesialis Matematika

Faktorisasi prima adalah cara menyatakan sebuah bilangan sebagai perkalian faktor-faktor primanya. Contohnya 60 = 2 × 2 × 3 × 5, atau ditulis dengan pangkat menjadi 2² × 3 × 5. Materi ini diajarkan di kelas 4 SD dan menjadi alat untuk KPK, FPB, akar kuadrat, dan penyederhanaan pecahan.
Ingat Dulu: Bilangan Prima
Bilangan prima adalah bilangan yang hanya punya dua faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29.
Dua catatan yang selalu jadi soal jebakan:
- 1 bukan bilangan prima, karena faktornya cuma satu.
- 2 adalah satu-satunya bilangan prima genap.
Lihat pembahasan lengkap di bilangan prima.
Cara Pohon Faktor
Cara paling umum di SD.
Contoh: faktorisasi prima dari 72
- Bagi dengan bilangan prima terkecil yang bisa: 72 : 2 = 36
- Lanjutkan: 36 : 2 = 18
- Lanjutkan: 18 : 2 = 9
- 9 tidak habis dibagi 2, ganti prima berikutnya: 9 : 3 = 3
- 3 adalah prima → berhenti
Hasilnya 2 × 2 × 2 × 3 × 3 = 2³ × 3²
Selalu mulai dari bilangan prima terkecil. Kalau dimulai acak, hasil akhirnya tetap sama — faktorisasi prima suatu bilangan itu tunggal — tetapi langkahnya jadi lebih panjang dan lebih rawan salah.
Cara Pembagian Bersusun
Lebih rapi untuk bilangan besar. Bagi terus dengan prima sampai hasilnya 1:
| Pembagi | Hasil |
|---|---|
| 2 | 72 → 36 |
| 2 | 36 → 18 |
| 2 | 18 → 9 |
| 3 | 9 → 3 |
| 3 | 3 → 1 |
Kumpulkan semua pembagi: 2³ × 3².
Untuk Apa Faktorisasi Prima Dipakai
Mencari FPB
Ambil faktor yang sama dengan pangkat terkecil.
72 = 2³ × 3² dan 60 = 2² × 3 × 5 → FPB = 2² × 3 = 12
Mencari KPK
Ambil semua faktor dengan pangkat terbesar.
KPK = 2³ × 3² × 5 = 360
Cara mengingat: FPB pakai pangkat terkecil, KPK pakai pangkat terbesar. Selengkapnya di cara menghitung KPK dan FPB.
Menyederhanakan Akar
√72 = √(2³ × 3²) = √(2² × 3² × 2) = 6√2
Menyederhanakan Pecahan
Faktor yang sama di pembilang dan penyebut bisa langsung dicoret.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
1. Berhenti sebelum semua faktornya prima. Menulis 72 = 8 × 9 lalu berhenti. Padahal 8 dan 9 bukan prima dan harus diuraikan lagi. Ini penyebab nomor satu.
2. Memasukkan 1 sebagai faktor prima. Angka 1 tidak pernah ditulis dalam faktorisasi prima.
3. Tertukar antara pangkat terkecil dan terbesar saat mencari KPK dan FPB. Kalau hasil FPB lebih besar daripada salah satu bilangannya, pasti terbalik — dan anak bisa mengecek sendiri tanpa bantuan.
4. Salah menghitung banyaknya faktor yang sama. Tiga angka 2 ditulis 2², bukan 2³. Menghitung ulang jumlah cabang di pohon faktor menyelesaikannya.
5. Menganggap bilangan besar pasti sulit. 1.000 = 2³ × 5³ dan bisa diselesaikan dalam empat langkah. Yang menentukan bukan besarnya angka, melainkan apakah anak hafal prima kecil sampai 20.