Biaya Les Sakamoto 2026: Komponen Biaya, Cara Menghitung, dan Perbandingan dengan Les Online

Kamus

Fajar Hidayat
Tim Kurikulum Coding Algonova
Python adalah bahasa pemrograman berbasis teks yang perintahnya ditulis dengan kata-kata bahasa Inggris biasa — dan itulah alasan bahasa ini paling sering dipilih sebagai bahasa "sungguhan" pertama untuk anak.
Daftar Isi
Kalau anak Anda menyebut kata "Python" di rumah, kemungkinan besar dia baru saja pindah dari blok warna-warni ke menulis kode sebenarnya.
Bukan dari ular. Pembuatnya, Guido van Rossum, menamainya dari acara komedi Inggris Monty Python. Karena itu di dokumentasi resmi Python contoh-contohnya sering aneh dan lucu — memang begitu tradisinya.
Satu baris yang sering jadi kode pertama anak:
print("Halo, dunia!")
Bandingkan dengan bahasa lain yang butuh lima baris untuk hal yang sama. Python sengaja dibuat mendekati bahasa manusia — dan justru itu yang membuatnya cocok untuk pemula.
Contoh sedikit lebih panjang, yang biasanya dibuat anak di pertemuan pertama:
nama = input("Siapa namamu? ")
umur = int(input("Berapa umurmu? "))
if umur >= 12:
print(nama + ", kamu bisa mulai belajar Python!")
else:
print("Sabar ya, " + nama + ". Mulai dari Scratch dulu.")
Di sepuluh baris itu sudah ada variabel, input, dan kondisi — tiga fondasi pemrograman.
Ini bagian yang biasanya paling menenangkan orang tua: Python bukan bahasa "untuk latihan".
Instagram, Spotify, dan Netflix memakai Python di sistem mereka. Anak yang belajar Python di usia 13 memakai alat yang sama dengan programmer profesional — hanya tugasnya lebih sederhana.
Sekitar 12 tahun untuk mulai serius. Bukan karena Python sulit, tetapi karena bahasa berbasis teks menuntut dua hal: mengetik dengan cukup lancar, dan tahan bahwa satu tanda kurung yang hilang membuat program berhenti.
Untuk anak di bawah 12 tahun jalur yang lebih masuk akal adalah pemrograman berbasis blok — Scratch atau Roblox Studio — lalu pindah ke Python setelah logikanya terbentuk.
| Scratch | Python | |
|---|---|---|
| Cara menulis | Menyusun blok | Mengetik teks |
| Kesalahan ketik | Tidak mungkin | Satu huruf salah = error |
| Usia | 7–11 | 12+ |
| Dipakai profesional | Tidak | Ya, sangat luas |
| Yang dilatih | Logika | Logika + ketelitian + sintaks |
Keduanya bukan saingan, melainkan urutan. Scratch mengajarkan cara berpikir, Python menambahkan cara menuliskannya.
Python tidak termasuk bahasa yang sulit untuk pemula. Justru sebaliknya, sintaksnya paling dekat dengan bahasa manusia dibanding banyak bahasa lain. Yang kadang membuat anak tersendat di awal bukan konsepnya, melainkan ketelitian mengetik: huruf besar-kecil dan tanda baca harus tepat. Dengan rutin membuat proyek kecil, hal itu cepat terbiasa. Anak yang ingin mencoba dari nol bisa mulai lewat kursus coding Algonova atau kelas coding gratis selama 60 menit bersama pengajar.
"Anak saya belum bisa bahasa Inggris." Perintah Python memang kata bahasa Inggris, tetapi jumlahnya sedikit — sekitar tiga puluh kata kunci, dan anak menghafalnya seperti menghafal nama tombol di game. Kemampuan bahasa Inggris bukan syarat masuk.
"Butuh komputer mahal?" Tidak. Python berjalan di laptop biasa, dan perangkat lunaknya gratis.
Di Algonova Python diajarkan mulai jenjang remaja: Python Start untuk yang baru mulai, lalu Python Pro untuk yang sudah siap ke proyek lebih besar. Kelasnya langsung bersama pengajar dalam format Privat (1 siswa), Mini (2-4 siswa), dan Grup (hingga 10 siswa) — lihat program coding untuk remaja SMP dan SMA.
Kalau anak Anda masih kecil, jalurnya dimulai lebih awal: coding anak SD, lalu ke Python nanti.
Untuk panduan lengkap memilih kursus Python — termasuk tahapan usia dan cara menilai kualitas guru — baca Kursus Python Anak: Panduan Memilih Kelas yang Tepat.
Cara termudah mengetahui kesiapan anak untuk Python adalah kelas gratis 60 menit bersama pengajar. Tidak ada kewajiban melanjutkan.
Python adalah bahasa pemrograman berbasis teks yang perintahnya ditulis dengan kata-kata bahasa Inggris biasa. Kode Python sengaja dibuat mendekati bahasa manusia, sehingga sering dipilih sebagai bahasa "sungguhan" pertama untuk anak setelah pemrograman berbasis blok.
Sekitar 12 tahun untuk mulai serius. Bukan karena Python sulit, tetapi karena bahasa berbasis teks menuntut kemampuan mengetik yang cukup lancar dan ketelitian — satu tanda kurung yang hilang membuat program berhenti. Untuk anak di bawah 12 tahun, pemrograman berbasis blok seperti Scratch adalah langkah yang lebih tepat.
Di Scratch anak menyusun blok, di Python anak mengetik teks. Di Scratch kesalahan ketik tidak mungkin terjadi, di Python satu huruf salah menyebabkan error. Keduanya bukan saingan melainkan urutan: Scratch mengajarkan cara berpikir, Python menambahkan cara menuliskannya.
Kecerdasan artifisial dan machine learning, analisis data, pengembangan web bagian backend, dan otomatisasi tugas berulang. Instagram, Spotify, dan Netflix memakai Python di sistem mereka. Anak yang belajar Python memakai alat yang sama dengan programmer profesional, hanya dengan tugas yang lebih sederhana.
Tidak. Perintah Python memang berupa kata bahasa Inggris, tetapi jumlahnya sekitar tiga puluh kata kunci saja, dan anak menghafalnya seperti menghafal nama tombol di game. Kemampuan bahasa Inggris bukan syarat masuk.
Tidak. Python berjalan di laptop biasa dan perangkat lunaknya gratis untuk diunduh dan digunakan.
Blog