Edukasi Coding

8 menit baca

Scratch atau Python untuk Anak: Mana Duluan? Panduan Umur (2026)

Dipublikasikan: 08.07.2026·Diperbarui: 08.07.2026
Bayu Nugraha

Bayu Nugraha

Spesialis Coding Anak

Scratch atau Python untuk Anak: Mana Duluan? Panduan Umur (2026)

Bagi kebanyakan anak Indonesia, jawabannya Scratch dulu, kemudian Python. Scratch cocok untuk usia 8–11 karena mengajarkan logika pemrograman lewat blok seret-dan-lepas berwarna, tanpa mengetik atau sintaks. Python jadi langkah berikutnya yang tepat mulai usia 12, saat anak sudah siap dengan kode teks sungguhan. Ini adalah pertanyaan paling sering ditanyakan orang tua Indonesia sebelum kelas coding pertama anak — dan urutan yang salah bisa mematikan semangat anak 9 tahun yang antusias selama bertahun-tahun.

Algonova adalah sekolah coding, matematika, AI, dan desain online untuk anak usia 5–17 tahun, dengan 600.000+ siswa di 90+ negara dan pengalaman mengajar 10+ tahun. Kelas berlangsung live dengan guru bersertifikat dalam grup kecil hingga 6 siswa — bukan video rekaman — dan kurikulumnya dirancang bersama pendidik dan psikolog anak. Di Indonesia, Algonova mengajar keluarga di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan seluruh nusantara secara online.

Jawaban Singkat: Bergantung pada Usia, Bukan Ambisi

Pilih bahasa pertama berdasarkan usia dan kesiapan membaca-mengetik anak, bukan seberapa maju Anda ingin mereka. Kesalahan umum adalah memulai anak 8 tahun dengan Python karena "Python bahasa sungguhan." Hasilnya biasanya frustrasi — anak menghabiskan energi melawan error sintaks dan keyboard, bukan belajar berpikir seperti programmer.

Scratch menghilangkan hambatan itu. Anak menyatukan blok visual untuk membangun game dan animasi, sehingga logika — loop, kondisi, event — sudah di depan sejak hari pertama. Setelah logika itu kokoh, lompatan ke kode teks Python terasa alami, bukan berat. Untuk anak yang sudah berumur 12 tahun atau lebih, sering kali bisa langsung mulai dengan Python — logika yang sama, hanya diekspresikan dalam teks. Program coding kami untuk anak Indonesia memetakan tepat pada progresi ini.