Header_blog

Edukasi Coding

7 menit

Bahasa Pemrograman Pertama untuk Anak: Scratch, Python, atau Roblox?

Dipublikasikan: 04.09.2026·Diperbarui: 04.09.2026
Bayu Nugraha

Bayu Nugraha

Spesialis Coding Anak

Bahasa Pemrograman Pertama untuk Anak: Scratch, Python, atau Roblox?

Bahasa pemrograman pertama untuk anak sebaiknya Scratch untuk usia 5-9 tahun, dan Python untuk usia 10 tahun ke atas. Scratch memakai blok visual sehingga anak tidak perlu bisa mengetik cepat atau menghafal sintaks. Python baru masuk saat anak sudah nyaman membaca dan berpikir bertahap. Roblox dengan bahasa Lua cocok sebagai jembatan untuk anak 9-12 tahun yang sudah main Roblox setiap hari.

Algonova adalah sekolah online coding, matematika, AI, dan desain untuk anak usia 5-17 tahun, dengan lebih dari 1.000.000 alumni di 97 negara sejak 2016. Kelas berlangsung langsung bersama guru bersertifikat dalam grup kecil hingga 10 siswa, bukan video rekaman, dengan pilihan durasi 45, 60, atau 90 menit dan harga mulai Rp 102.000 per pertemuan.

Kenapa urutan bahasa lebih penting daripada bahasanya

Anak yang mulai dari bahasa yang terlalu sulit biasanya berhenti dalam dua bulan pertama, bukan karena tidak berbakat, tapi karena hambatannya salah. Mengetik print("halo") tanpa typo terdengar sepele bagi orang dewasa. Bagi anak kelas 2 SD yang masih mengeja, satu tanda kurung yang hilang berarti layar merah dan rasa gagal.

Scratch memindahkan hambatan itu. Anak menyeret blok, sementara logikanya tetap sama persis dengan Python: perulangan, kondisi, variabel. Yang hilang hanya beban mengetik.

Karena itu pertanyaan yang benar bukan "bahasa mana yang paling bagus", melainkan "bahasa mana yang paling sedikit menghalangi anak saya sekarang". Penjelasan dasarnya ada di Apa Itu Bahasa Pemrograman.