Edukasi Coding

9 min read

Apa Itu Scratch? Sejarah, Fitur & Manfaat Coding Visual untuk Anak

Dipublikasikan: 21.06.2026·Diperbarui: 21.06.2026
Maya Putri

Maya Putri

Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Apa Itu Scratch? Sejarah, Fitur & Manfaat Coding Visual untuk Anak

Scratch adalah bahasa pemrograman visual berbasis blok yang dikembangkan MIT Media Lab pada 2007 untuk anak usia 8–16 tahun. Alih-alih mengetik kode, anak menyusun blok warna-warni untuk membuat game, animasi, dan cerita interaktif. Scratch gratis, berjalan di browser, dan sudah digunakan lebih dari 90 juta anak di dunia sebagai gerbang pertama belajar coding.

Scratch bisa diakses gratis di scratch.mit.edu langsung dari browser, tanpa instalasi apa pun. Sejak diluncurkan 2007, Scratch telah menjadi platform belajar coding anak paling populer di dunia dengan lebih dari 100 juta proyek dibuat oleh 90+ juta pengguna terdaftar di 70+ bahasa (termasuk Bahasa Indonesia). Scratch adalah fondasi utama sebelum anak melanjutkan ke bahasa tekstual seperti Python atau JavaScript.

Antarmuka Scratch 3.0 — palette blok, area kode, dan panggung sprite

Mengapa Disebut Coding Visual?

Di Scratch, setiap instruksi berbentuk blok berwarna dengan tulisan pendek, misalnya "gerak 10 langkah" atau "ucapkan Halo". Anak menyeret dan menyusun blok-blok ini untuk membentuk program. Karena tidak ada kode yang diketik, anak tidak akan tersandung kesalahan ketik (syntax error) yang sering membuat pemula frustrasi.

Pendekatan ini membuat anak fokus pada logika dan kreativitas, bukan menghafal sintaks. Konsep ini disebut block-based visual programming dan menjadi standar untuk pengenalan coding anak di lebih dari 40 negara — termasuk dalam kurikulum sekolah di Inggris, Estonia, dan Finlandia. Inilah alasan Scratch sering jadi langkah pertama sebelum anak belajar algoritma dan bahasa tekstual seperti Python.

Baca juga