Bimbel Online SMP untuk Matematika: Cara Memilih dan Apa yang Dicek saat Kelas Percobaan

Belajar Coding

Fajar Hidayat
Tim Kurikulum Coding Algonova

Scratch adalah bahasa pemrograman visual berbasis blok yang dikembangkan Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab di bawah pimpinan Mitchel Resnick dan dirilis pada 2007 untuk anak usia 8 sampai 16 tahun. Alih-alih mengetik kode, anak menyusun blok warna-warni untuk membuat game, animasi, dan cerita interaktif. Scratch gratis, berjalan di browser, dan sudah dipakai lebih dari 90 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Untuk anak 5 sampai 7 tahun tersedia ScratchJr.
Scratch bisa diakses gratis di scratch.mit.edu langsung dari browser, tanpa instalasi apa pun. Sejak diluncurkan 2007, Scratch menjadi platform belajar coding anak paling populer di dunia dengan lebih dari 100 juta proyek yang dibuat 90+ juta pengguna terdaftar di 70+ bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Scratch adalah fondasi utama sebelum anak melanjutkan ke bahasa tekstual seperti Python atau JavaScript.
Di Indonesia, Algonova memakai Scratch sebagai materi awal kursus coding online untuk anak usia 5 sampai 17 tahun, mulai Rp 102.000 per pertemuan, dan membuka dengan masterclass gratis 60 menit. Kelas tersedia dalam format Privat satu lawan satu, Mini 2 sampai 4 anak, atau Grup 6 sampai 10 anak. Algonova sudah mengajar lebih dari 1.000.000 siswa di 97 negara sejak 2016, dengan rating orang tua 4,9 bintang dan penghargaan Bett MEA Awards.
Daftar Isi

Di Scratch, setiap instruksi berbentuk blok berwarna dengan tulisan pendek, misalnya "gerak 10 langkah" atau "ucapkan Halo". Anak menyeret dan menyusun blok-blok ini untuk membentuk program. Karena tidak ada kode yang diketik, anak tidak akan tersandung kesalahan ketik (syntax error) yang sering membuat pemula frustrasi.
Pendekatan ini membuat anak fokus pada logika dan kreativitas, bukan menghafal sintaks. Konsep ini disebut block-based visual programming dan menjadi standar pengenalan coding anak di lebih dari 40 negara, termasuk kurikulum sekolah di Inggris, Estonia, dan Finlandia. Inilah alasan Scratch sering jadi langkah pertama sebelum anak belajar algoritma dan bahasa tekstual seperti Python. Guru Algonova di Indonesia memakai urutan yang sama, dan masterclass gratis 60 menit selalu dibuka dengan satu proyek Scratch yang diselesaikan anak secara langsung.
Scratch pertama kali dirilis pada Mei 2007 oleh Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab, di bawah pimpinan profesor Mitchel Resnick. Proyek ini didanai oleh National Science Foundation (NSF), Intel Foundation, dan LEGO Foundation — dengan misi mengubah cara anak berinteraksi dengan teknologi: dari sekadar konsumen menjadi pencipta.
Tiga versi besar telah dirilis:
Pada 2014, tim gabungan Tufts University dan MIT Media Lab meluncurkan ScratchJr — versi untuk anak 5-7 tahun (pre-reader) berupa aplikasi tablet dengan blok tanpa kata. Hari ini komunitas Scratch memiliki lebih dari 90 juta pengguna terdaftar, 100 juta proyek, dan hadir dalam 70+ bahasa termasuk Bahasa Indonesia.
Scratch memungkinkan anak membuat proyek nyata yang bisa langsung dimainkan dan dibagikan:
Setiap proyek dibangun dari sprite (karakter/objek), backdrops (latar), costumes (variasi tampilan sprite), dan scripts (kumpulan blok yang mengatur perilaku sprite). Anak bisa menambahkan cloud variables untuk membuat proyek multi-pemain. Kalau anak ingin mencoba aplikasi lain selain Scratch, lihat daftar game coding untuk anak yang dipilih sesuai usia.

Komunitas Scratch global memungkinkan anak melihat proyek orang lain, melakukan remix (memodifikasi karya orang lain), dan berbagi karya sendiri — sambil belajar satu sama lain dengan aman. Ini disebut remix culture dan menjadi salah satu fitur pembelajaran paling kuat di Scratch.
Editor Scratch 3.0 mengelompokkan semua blok ke dalam 9 kategori berwarna yang mudah dibedakan anak:

Ada dua versi yang disesuaikan dengan usia anak:
| ScratchJr | Scratch | |
|---|---|---|
| Usia | 5-7 tahun | 8-16 tahun |
| Bentuk | Aplikasi tablet (iOS/Android/Kindle) | Browser/desktop |
| Bahasa blok | Tanpa kata (hanya ikon) | Blok dengan kata pendek |
| Membaca | Tidak perlu bisa membaca | Perlu membaca dasar |
| Output | Animasi & cerita sederhana | Game & proyek kompleks (variabel, loop, cloud) |
| Cloud/online | Tidak (offline) | Ya (bisa upload proyek ke scratch.mit.edu) |
Untuk anak TK (5-7 tahun), unduh aplikasi ScratchJr gratis di App Store atau Google Play. Scratch berjalan lancar bahkan di laptop bekas atau tablet dengan RAM 2GB — tidak perlu perangkat mahal.
Pahami konsep di balik Scratch lewat Kamus Coding Algonova: apa itu pemrograman, Blockly, variabel, perulangan (loop), fungsi, dan berpikir komputasional. Lihat semua istilah di Kamus Coding & Teknologi untuk Anak.
Scratch membuka pintu coding bagi anak: mereka membangun game sungguhan sebelum sempat merasa bahwa pemrograman itu sulit.
Bayu Nugraha, Spesialis Coding Anak
Meski terlihat seperti bermain, Scratch mengajarkan skill nyata yang terbukti berpengaruh pada perkembangan kognitif dan kreatif anak:
Secara teknis, Scratch mengajarkan konsep block-based programming dengan antarmuka drag-and-drop — setiap konsep di bawah ini identik dengan yang dipakai di Python, JavaScript, atau C++:
Karena itu, anak yang menguasai Scratch punya fondasi kuat untuk lanjut ke bahasa tekstual seperti Python. Fork populer Snap! (dikembangkan UC Berkeley) memperluas Scratch dengan konsep computer science yang lebih dalam (first-class functions, lambda) — sering dipakai di universitas.
Scratch telah diadopsi kurikulum di lebih dari 40 negara dan menjadi tool utama dalam ScratchEd (komunitas guru MIT) serta program CS First dari Google. Guru SD/SMP di Indonesia bisa menggunakan Scratch untuk:
Scratch Foundation (organisasi non-profit yang menaungi Scratch sejak 2013) menyediakan panduan kurikulum gratis di scratch.mit.edu/educators. Guru juga bisa membuat Teacher Account untuk mengelola kelas hingga 40 murid dengan dashboard khusus.
Untuk anak Indonesia yang tidak memiliki koneksi internet stabil, tersedia Scratch Desktop — versi offline gratis. Langkah instalasi:
.sb3; bisa dipindahkan lewat USB dan diunggah ke akun online nanti saat internet tersedia.Ada juga Scratch 1.4 (versi lawas 2009) yang ringan untuk komputer sangat tua atau RAM di bawah 1GB, meski fitur terbatas.
Dalam bahasa Inggris, kata "scratch" berarti membuat sesuatu dari nol. Nama itu dipakai karena anak menyusun proyek dari awal dengan menumpuk blok, bukan menyalin kode jadi. Jadi kalau ada yang bertanya "scratch itu apa", "scratch adalah apa", atau "arti scratch", jawaban singkatnya sama: bahasa pemrograman visual gratis dari MIT untuk anak 8-16 tahun. Anak memakainya untuk membuat game dan animasi sambil belajar logika coding. Banyak orang tua mengenal Scratch lewat kursus coding anak Algonova yang memakai Scratch sebagai materi awal.
Anak yang baru mulai bisa mencoba proyek sederhana berikut:
Setiap contoh proyek Scratch di atas bisa selesai dalam 15-30 menit dan langsung bisa dibagikan ke teman.
Ada tiga cara memakai Scratch sesuai kebutuhan:
Semua versi gratis, jadi download Scratch tidak pernah memerlukan pembayaran. Kalau anak ingin belajar dengan panduan guru, orang tua bisa coba kelas coding gratis selama 60 menit sebelum memutuskan.
Scratch dirancang untuk anak 8-16 tahun, sedangkan ScratchJr cocok untuk anak 5-7 tahun yang belum lancar membaca. Anak SD biasanya mulai dari game dan animasi sederhana, lalu naik ke variabel dan cloud variables saat SMP. Yang penting anak sudah bisa memakai mouse atau layar sentuh dan mengenali warna serta bentuk blok.
Scratch adalah bahasa pemrograman visual berbasis blok (block-based) yang dikembangkan oleh MIT Media Lab (Lifelong Kindergarten Group) sejak 2007 di bawah pimpinan Mitchel Resnick. Scratch dirancang khusus untuk anak usia 8-16 tahun agar bisa belajar coding dengan cara drag-and-drop blok berwarna — tanpa mengetik kode. Anak bisa membuat game, animasi, cerita interaktif, dan simulasi sains langsung di browser di scratch.mit.edu, gratis, tanpa instalasi.
Kata "scratches" dalam bahasa Inggris berarti goresan (bentuk jamak dari scratch). Namun dalam konteks pemrograman anak, yang dimaksud adalah Scratch — nama platform coding visual dari MIT Media Lab, bukan kata benda umum. Nama Scratch dipilih karena filosofi "scratching" yaitu memadukan (mixing) blok-blok kode seperti DJ memutar piringan hitam — menekankan aspek remix dan kreativitas.
Dalam konteks AI dan pemrograman, istilah "from scratch" berarti membangun sesuatu dari nol tanpa menggunakan library atau template pre-built — misalnya "melatih model AI from scratch" berarti mulai dari data mentah tanpa model pre-trained. Ini berbeda dari Scratch (huruf besar) yang adalah nama platform coding anak dari MIT. Menariknya, Scratch 3.0 juga menyediakan ekstensi AI dasar seperti text-to-speech, translate, dan video sensing untuk memperkenalkan konsep AI ke anak.
Belajar Scratch memberikan 6 manfaat utama untuk anak: (1) computational thinking — memecah masalah menjadi langkah sistematis, (2) creative confidence — percaya diri berkreasi dan bereksperimen, (3) sequential logic & debugging — melacak error dengan sabar, (4) integrasi lintas mata pelajaran — matematika lewat variabel, cerita lewat animasi, (5) kolaborasi lewat remix culture komunitas Scratch, dan (6) fondasi transisi ke Python, JavaScript, atau bahasa tekstual lain. Konsep loop, kondisi, variabel di Scratch identik dengan bahasa profesional.
Scratch dirancang untuk anak usia 8-16 tahun yang sudah bisa membaca dasar. Untuk anak lebih kecil (5-7 tahun / pre-reader), tersedia ScratchJr — versi tablet dengan blok tanpa kata, hanya ikon. Setelah usia 12+, anak biasanya siap melanjutkan ke proyek Scratch lanjutan dengan cloud variables dan lists. Anak 15-16 tahun umumnya sudah siap transisi ke bahasa tekstual seperti Python.
ScratchJr untuk anak 5-7 tahun berupa aplikasi tablet (iOS, Android, Kindle) dengan blok tanpa kata — hanya ikon warna, cocok untuk anak yang belum bisa membaca. Sedangkan Scratch untuk anak 8-16 tahun berjalan di browser/desktop dengan blok berisi kata pendek, mendukung proyek kompleks (variables, lists, cloud variables) dan komunitas online. ScratchJr fokus animasi sederhana; Scratch memungkinkan game multi-pemain dan simulasi sains.
Scratch 100% gratis dan open source. Cukup buka scratch.mit.edu di browser — tidak perlu bayar, tidak perlu instalasi, tidak ada iklan, tidak ada in-app purchase. ScratchJr untuk tablet juga gratis di App Store dan Google Play. Scratch dikembangkan sebagai proyek non-profit oleh Scratch Foundation (didirikan 2013) dan didanai NSF, Intel Foundation, dan LEGO Foundation — sehingga akan selalu gratis untuk anak di seluruh dunia.
Proyek Scratch pertama untuk anak pemula biasanya: (1) Kucing bergerak — blok Motion + Events, (2) Kuis interaktif — Ask dan If/Then, (3) Game tangkap objek — sprite jatuh dan tombol geser kiri-kanan, (4) Cerita 2 karakter — dialog dengan blok Say + Wait, (5) Animasi dance party — costumes yang berganti mengikuti musik, dan (6) Kalkulator sederhana — variabel + operators. Setiap proyek bisa diselesaikan dalam 30-60 menit dan diakhiri dengan share ke komunitas.
Setelah 1-2 tahun menguasai Scratch (biasanya di usia 10-14 tahun), anak umumnya siap melanjutkan ke Python — bahasa tekstual yang paling banyak dipakai di industri AI dan data science. Karena konsep loop, kondisi, variabel, dan fungsi sudah dikuasai di Scratch, transisi terasa mulus. Alternatif lain: JavaScript (untuk web development), Java/C++ (untuk kompetisi coding), atau Snap! (fork Scratch dari UC Berkeley dengan konsep computer science lebih dalam).
Scratch versi utama (di scratch.mit.edu) memerlukan kemampuan membaca dasar karena blok berisi kata pendek seperti "move" atau "if". Untuk anak yang belum bisa membaca (usia 5-7 tahun), tersedia ScratchJr — aplikasi tablet dengan blok tanpa kata, hanya ikon berwarna yang mudah dipahami secara visual. ScratchJr dirancang oleh Tufts University + MIT Media Lab untuk pre-reader dan bisa digunakan mandiri oleh anak TK dengan sedikit bimbingan orang tua.
Ya, Scratch memiliki versi offline resmi bernama Scratch Desktop yang bisa diunduh gratis di scratch.mit.edu/download. Mendukung Windows 10+, macOS 10.13+, ChromeOS, dan Android tablet. Setelah terpasang (~150 MB), Scratch Desktop berjalan penuh tanpa internet — cocok untuk anak Indonesia di daerah dengan koneksi terbatas. Proyek disimpan lokal sebagai file `.sb3` dan bisa dipindahkan lewat USB, lalu diunggah ke akun online nanti.
Bisa — Scratch dirancang agar anak bisa belajar mandiri lewat tutorial bawaan di scratch.mit.edu (klik "Tutorials" di menu). Ada juga Scratch Wiki dan ribuan proyek remix yang bisa dipelajari. Namun dengan bimbingan guru (baik online maupun offline), anak biasanya berkembang lebih cepat karena mendapat umpan balik langsung, tantangan bertingkat, dan struktur pembelajaran. Di Algonova Indonesia, kelas Scratch berlangsung seminggu sekali dalam privat 1-on-1, mini grup 2–4 anak, atau grup hingga 10 siswa dengan guru bersertifikat — kelas percobaan pertama gratis.
Bagi pembaca yang ingin lebih dalam — Scratch 1.0 (2007) ditulis dalam Squeak, sebuah dialek modern dari bahasa Smalltalk yang dikembangkan Alan Kay di Xerox PARC. Filosofi "object + message" dari Smalltalk sangat cocok untuk konsep sprite di Scratch (setiap sprite adalah objek independen yang menerima pesan).
Dari basis ini, muncul beberapa fork terkenal:
Scratch adalah titik awal yang ideal, tetapi anak biasanya siap naik level setelah 1-2 tahun konsisten belajar. Jalur transisi yang umum:
Transisi terasa mulus karena konsep (loop, kondisi, variabel, event) sudah dikuasai di Scratch; yang berubah hanya cara menuliskannya — dari blok ke teks.
Ingin anak belajar Scratch dengan bimbingan guru? Coba Master Class gratis di Algonova — satu sesi 60 menit, tanpa biaya, tanpa kartu kredit. Cocok untuk anak SD, SMP, dan SMA yang ingin memulai coding dari nol.
Setelah paham apa itu Scratch, ini langkah lanjutan yang bisa dicoba:
Blog


