Header_blog

Edukasi Coding

9 min baca

Scratch Artinya Apa? Panduan Lengkap Coding Visual untuk Anak

Dipublikasikan: 21.06.2026·Diperbarui: 30.07.2026
Maya Putri

Maya Putri

Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Scratch Artinya Apa? Panduan Lengkap Coding Visual untuk Anak

Scratch adalah bahasa pemrograman visual berbasis blok yang dikembangkan Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab di bawah pimpinan Mitchel Resnick dan dirilis pada 2007 untuk anak usia 8 sampai 16 tahun. Alih-alih mengetik kode, anak menyusun blok warna-warni untuk membuat game, animasi, dan cerita interaktif. Scratch gratis, berjalan di browser, dan sudah dipakai lebih dari 90 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Untuk anak 5 sampai 7 tahun tersedia ScratchJr.

Scratch bisa diakses gratis di scratch.mit.edu langsung dari browser, tanpa instalasi apa pun. Sejak diluncurkan 2007, Scratch menjadi platform belajar coding anak paling populer di dunia dengan lebih dari 100 juta proyek yang dibuat 90+ juta pengguna terdaftar di 70+ bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Scratch adalah fondasi utama sebelum anak melanjutkan ke bahasa tekstual seperti Python atau JavaScript.

Di Indonesia, Algonova memakai Scratch sebagai materi awal kursus coding online untuk anak usia 5 sampai 17 tahun, mulai Rp 102.000 per pertemuan, dan membuka dengan masterclass gratis 60 menit. Kelas tersedia dalam format Privat satu lawan satu, Mini 2 sampai 4 anak, atau Grup 6 sampai 10 anak. Algonova sudah mengajar lebih dari 1.000.000 siswa di 97 negara sejak 2016, dengan rating orang tua 4,9 bintang dan penghargaan Bett MEA Awards.

Daftar Isi

Antarmuka Scratch 3.0 dengan palette blok, area kode, dan panggung sprite

Mengapa Disebut Coding Visual?

Di Scratch, setiap instruksi berbentuk blok berwarna dengan tulisan pendek, misalnya "gerak 10 langkah" atau "ucapkan Halo". Anak menyeret dan menyusun blok-blok ini untuk membentuk program. Karena tidak ada kode yang diketik, anak tidak akan tersandung kesalahan ketik (syntax error) yang sering membuat pemula frustrasi.

Pendekatan ini membuat anak fokus pada logika dan kreativitas, bukan menghafal sintaks. Konsep ini disebut block-based visual programming dan menjadi standar pengenalan coding anak di lebih dari 40 negara, termasuk kurikulum sekolah di Inggris, Estonia, dan Finlandia. Inilah alasan Scratch sering jadi langkah pertama sebelum anak belajar algoritma dan bahasa tekstual seperti Python. Guru Algonova di Indonesia memakai urutan yang sama, dan masterclass gratis 60 menit selalu dibuka dengan satu proyek Scratch yang diselesaikan anak secara langsung.

Baca juga