Scratch Artinya Apa? Panduan Lengkap Coding Visual untuk Anak

Edukasi Coding

Maya Putri
Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Ide proyek Scratch yang paling cocok untuk anak SD dimulai dari yang kecil: kartu ucapan animasi atau cerita interaktif selesai dalam 30 sampai 60 menit, lalu naik ke game labirin, tangkap bola, dan platformer. Dua belas proyek di bawah ini disusun untuk anak usia 9 sampai 12 tahun, dari level pemula sampai tantangan, lengkap dengan blok yang dipakai, waktu pengerjaan, dan konsep coding yang dipelajari.
Scratch adalah bahasa pemrograman visual berbasis blok buatan Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab yang dipimpin Mitchel Resnick, dan dirilis untuk publik pada 2007. Scratch gratis, berjalan di browser lewat scratch.mit.edu, tersedia dalam lebih dari 70 bahasa, dan dirancang untuk usia 8 sampai 16 tahun. Untuk anak 5 sampai 7 tahun ada ScratchJr. Komunitasnya sudah membagikan lebih dari 100 juta proyek.
Algonova mengajarkan Scratch dalam kelas live bersama guru, grup maksimal 10 anak, mulai dari Rp 102.000 per pertemuan. Lebih dari 1.000.000 siswa di 97 negara sudah belajar bersama kami, dan orang tua memberi rating 4,9.
Anak lebih cepat paham coding saat membuat sesuatu yang ia pedulikan, bukan saat menghafal fungsi tiap blok.
Mitchel Resnick menyebut pola ini spiral belajar kreatif: anak membayangkan ide, membuatnya, mencobanya, membagikannya, lalu merenungkan hasilnya sebelum memulai ide berikutnya. Satu proyek kecil sudah melewati seluruh putaran itu.
Proyek Scratch adalah satu file berisi sprite (tokoh), latar, suara, dan skrip blok yang berjalan saat bendera hijau diklik. Hasilnya langsung terlihat, jadi anak tahu sendiri kapan programnya benar dan kapan ada bug. Kalau anak baru mengenal Scratch, baca dulu apa itu Scratch.
| Level | Usia | Waktu per proyek | Fokus |
|---|---|---|---|
| Pemula | 8 sampai 9 tahun | 30 sampai 60 menit | Urutan dan event |
| Menengah | 9 sampai 11 tahun | 60 sampai 90 menit | Kondisi dan variabel |
| Tantangan | 10 sampai 12 tahun | 1 sampai 4 jam, dibagi beberapa sesi | Clone, gravitasi, perulangan bersarang |
Empat proyek ini cocok untuk minggu pertama: hasilnya cepat terlihat dan hanya memakai blok dasar.
Anak membuat kartu Lebaran atau ulang tahun. Tokohnya berjalan masuk, menyapa, lalu latar berganti diiringi musik.
when green flag clicked, glide, say, switch costume, play soundDua tokoh bercakap-cakap, dan penonton memilih jalan cerita dengan mengklik salah satu tombol.
say for 2 seconds, wait, broadcast, when I receive, switch backdropSetiap huruf nama anak menjadi sprite yang berputar, berubah warna, atau membesar saat diklik.
when this sprite clicked, repeat, turn, change color effectTombol keyboard memainkan nada berbeda lewat ekstensi Musik.
when key pressed, play note, set instrument
Langkah detail membuat animasi ada di panduan cara membuat animasi di Scratch.
Anak yang menyelesaikan satu proyek kecil biasanya belajar lebih banyak daripada anak yang menonton sepuluh tutorial. Bug pertama yang ia perbaiki sendiri adalah pelajaran coding yang sesungguhnya.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Begitu anak paham event dan perulangan, saatnya membuat game sederhana dengan skor, kondisi menang, dan kondisi kalah.
Tokoh digerakkan dengan tombol panah melewati lorong. Kalau menyentuh dinding, ia kembali ke awal; kalau menyentuh bendera, muncul tulisan menang.
when key pressed, change x by, if touching color then, go to x: y:Bola jatuh dari posisi acak, dan pemain menggeser keranjang untuk menangkapnya. Setiap tangkapan menambah skor.
pick random, forever, if touching then, change score by 1Tokoh mengajukan lima pertanyaan, misalnya perkalian atau ibu kota provinsi, lalu memberi nilai di akhir.
ask and wait, answer, if then else, =, set score to 0Musuh mengejar tokoh pemain, dan pemain harus bertahan selama 30 detik.
point towards, move steps, timer, stop allPanduan langkah demi langkah membuat game sederhana ada di cara membuat game di Scratch. Tutorial video resmi juga tersedia gratis di halaman Ideas Scratch.
Proyek level ini butuh beberapa sesi dan menggabungkan banyak konsep sekaligus, jadi cocok untuk anak 10 sampai 12 tahun yang sudah menyelesaikan beberapa game.
Anak merawat kucing virtual yang makin lapar dan bosan seiring waktu. Tombol beri makan dan ajak main menaikkan nilai kebahagiaannya.
lapar dan senang, change by, wait, if < thenTokoh berlari dan melompat di antara pijakan, dengan gravitasi yang dibuat sendiri.
kecepatan y, change y by, if touching then, repeat untilPesawat menembak meteor yang terus berdatangan. Setiap meteor adalah clone dari satu sprite.
create clone of, when I start as a clone, delete this cloneSprite menggambar spiral dan bunga warna-warni memakai ekstensi Pena.
pen down, repeat di dalam repeat, turn, change pen color
Jangan buru-buru ke game besar. Platformer yang setengah jadi membuat anak frustrasi, sedangkan game tangkap bola yang selesai membuatnya ingin membuat game berikutnya.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Hampir semua game Scratch dibangun dari lima konsep yang sama.
| Konsep | Artinya | Contoh proyek |
|---|---|---|
| Urutan | Perintah berjalan dari atas ke bawah | Kartu ucapan animasi |
| Event | Skrip mulai saat sesuatu terjadi | Piano mini, cerita interaktif |
| Perulangan | Mengulang blok tanpa menyalinnya | Nama yang menari, pola geometri |
| Kondisi | Jika sesuatu benar, lakukan ini | Labirin, kuis |
| Variabel | Wadah untuk menyimpan angka atau teks | Skor tangkap bola, hewan peliharaan |
Penjelasan lebih dalam tentang loop ada di apa itu perulangan. Konsep yang sama nanti dipakai di Python, hanya ditulis dengan kata, bukan blok.
Setelah anak nyaman membuat game dengan variabel dan clone, biasanya mulai usia 10 tahun, ia siap mencoba Python.
Tanda anak siap: ia mulai merasa blok terlalu lambat, ingin membuat program yang lebih besar, atau penasaran bagaimana game sungguhan dibuat. Perbandingan lengkapnya ada di Scratch atau Python untuk anak. Kalau ingin belajar terarah bersama guru, lihat kursus Scratch anak dan program coding anak SD di Algonova.
Mau mencoba langsung? Ikuti kelas coding gratis: masterclass 60 menit, dan anak membuat proyek pertamanya bersama guru.
Proyek Scratch 3.0 disimpan dengan ekstensi .sb3, yaitu satu file yang berisi semua sprite, latar, suara, dan skrip proyek. Kalau anak bekerja di scratch.mit.edu dengan akun, proyek tersimpan otomatis di server. Untuk menyimpan salinan di komputer, pilih menu File lalu Save to your computer, dan file .sb3 akan terunduh. Versi lama memakai ekstensi lain: Scratch 2.0 memakai .sb2 dan Scratch 1.4 memakai .sb. Misalnya, anak 10 tahun menyelesaikan game tangkap bola di laptop rumah dan ingin melanjutkannya di laptop lain. Ia cukup menyimpan file .sb3 ke flashdisk atau Google Drive, lalu membukanya lewat File, Load from your computer. File .sb3 juga bisa dibuka di aplikasi Scratch offline, jadi proyek tetap aman walau internet sedang putus. Biasakan anak memberi nama file yang jelas, misalnya tangkap-bola-v2.sb3, supaya versi lama dan baru tidak tertukar.
Proyek Scratch adalah program yang dibuat di Scratch, berisi sprite, latar, suara, dan skrip blok yang berjalan saat bendera hijau diklik. Satu proyek bisa berupa animasi, cerita, game, kuis, atau karya musik. Setiap sprite punya skripnya sendiri, dan sprite bisa saling berkirim pesan lewat blok broadcast. Proyek bisa disimpan sebagai file .sb3 atau dibagikan ke komunitas Scratch supaya orang lain bisa mencoba dan melihat kodenya. Misalnya, kartu ucapan Lebaran dengan tokoh yang berjalan dan mengucapkan selamat sudah termasuk proyek Scratch, walau hanya memakai enam blok. Scratch dibuat oleh Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab dan dirilis pada 2007. Komunitasnya sudah membagikan lebih dari 100 juta proyek. Scratch 3.0, versi yang dipakai sekarang, dirilis pada Januari 2019 dan berjalan langsung di browser.
Kartu ucapan animasi adalah proyek Scratch paling mudah untuk pemula, karena hanya butuh sekitar lima blok dan selesai dalam 30 sampai 45 menit. Anak memilih tokoh dan latar, lalu menyusun blok when green flag clicked, glide, say, dan play sound. Hasilnya langsung bergerak di layar, sehingga anak merasa berhasil sejak sesi pertama. Proyek nama yang menari dan piano mini cocok sebagai langkah berikutnya. Misalnya, anak 8 tahun membuat kartu ulang tahun untuk ibunya: kucing berjalan masuk, mengucapkan selamat, lalu lagu ulang tahun diputar. Proyek sekecil itu sudah mengajarkan urutan perintah. Setelah dua atau tiga proyek pemula, anak biasanya siap mencoba game labirin atau tangkap bola. Kuncinya, biarkan anak memilih tema sendiri, karena proyek tentang hal yang ia sukai lebih mungkin diselesaikan.
Satu proyek Scratch sederhana selesai dalam 30 sampai 60 menit, game level menengah 60 sampai 90 menit, dan proyek tantangan seperti platformer 2 sampai 4 jam. Waktunya sangat bergantung pada pengalaman anak dan besar kecilnya ide. Proyek tantangan sebaiknya dibagi menjadi beberapa sesi, misalnya satu sesi untuk menggerakkan tokoh, satu sesi untuk gravitasi, dan satu sesi untuk level dan skor. Misalnya, anak 11 tahun membuat platformer dalam tiga sesi 60 menit selama seminggu. Ia tidak kelelahan, dan setiap sesi berakhir dengan sesuatu yang bisa dimainkan. Untuk anak SD, sesi 45 sampai 60 menit biasanya pas. Lebih lama dari itu, konsentrasi mulai turun dan bug lebih sering muncul. Simpan proyek di akhir setiap sesi supaya anak bisa melanjutkan dari titik terakhir.
Ya, Scratch sepenuhnya gratis, baik versi online di scratch.mit.edu maupun aplikasi Scratch untuk komputer dan tablet. Scratch dikembangkan oleh Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab dan kini dikelola Scratch Foundation, sebuah organisasi nirlaba. Tidak ada iklan dan tidak ada fitur berbayar. Anak hanya perlu akun gratis kalau ingin menyimpan proyek di server dan membagikannya ke komunitas. Misalnya, anak bisa langsung membuka scratch.mit.edu, mengklik Create, dan mulai membuat proyek tanpa mendaftar. Saat proyeknya sudah bagus dan ingin dibagikan, orang tua bisa membantu membuat akun. Yang berbayar biasanya bukan Scratch-nya, tetapi kelas yang membimbing anak. Di Algonova, kelas live mulai dari Rp 102.000 per pertemuan, dan masterclass pertama gratis selama 60 menit. Aplikasi Scratch untuk Windows, macOS, ChromeOS, dan tablet Android juga bisa diunduh gratis dari scratch.mit.edu/download.
Untuk membagikan proyek Scratch, anak perlu masuk ke akun scratch.mit.edu, membuka proyeknya, lalu menekan tombol Share di bagian atas editor. Setelah dibagikan, proyek muncul di halaman profil dan bisa dimainkan siapa saja lewat tautannya. Sebelum menekan Share, isi petunjuk cara bermain dan catatan kredit di halaman proyek. Ingatkan anak untuk tidak menulis nama lengkap, alamat, atau nama sekolah, karena komunitas Scratch bersifat publik. Misalnya, anak 10 tahun membagikan game kuis perkalian, lalu mengirim tautannya ke kakek dan neneknya. Mereka bisa mencobanya di browser tanpa memasang apa pun. Kalau tidak ingin membagikan secara publik, simpan saja file .sb3 dan kirim filenya ke keluarga. Anak di bawah 16 tahun perlu email orang tua saat membuat akun, jadi orang tua ikut tahu aktivitasnya.
Bug adalah kesalahan dalam program yang membuat proyek Scratch berjalan tidak sesuai harapan, misalnya tokoh menembus dinding atau skor tidak bertambah. Bug hampir selalu muncul, bahkan pada programmer berpengalaman. Proses mencari dan memperbaikinya disebut debugging. Di Scratch, caranya adalah menjalankan skrip sedikit demi sedikit, mengklik satu blok untuk melihat hasilnya, dan memeriksa nilai variabel yang tampil di panggung. Misalnya, di game tangkap bola skornya tidak pernah bertambah. Setelah dicek, ternyata blok change score by 1 berada di luar blok if touching. Begitu blok dipindah ke dalam, skor langsung berjalan. Memperbaiki bug sendiri melatih ketekunan dan cara berpikir runtut, dan keduanya terbawa ke pelajaran lain. Pertanyaan yang membantu anak adalah: blok mana yang terakhir kamu ubah sebelum bug muncul?
Anak bisa mulai membuat game sederhana di Scratch sekitar usia 8 tahun, sesuai rentang usia 8 sampai 16 tahun yang menjadi sasaran Scratch. Di usia 8 sampai 9 tahun, anak biasanya nyaman dengan animasi dan game satu layar seperti labirin. Game dengan skor, waktu, dan banyak level lebih cocok untuk usia 10 sampai 12 tahun, karena butuh variabel dan logika yang lebih panjang. Untuk anak 5 sampai 7 tahun, ScratchJr di tablet lebih sesuai. Misalnya, anak kelas 3 SD bisa membuat game labirin dengan bantuan guru dalam satu sesi, sementara anak kelas 6 sudah bisa membuat platformer sendiri dalam beberapa sesi. Yang lebih menentukan daripada usia adalah kemampuan membaca dan minat anak pada game yang ingin ia buat. Anak yang belum lancar membaca tetap bisa belajar dengan bantuan orang tua atau guru.
Dari proyek Scratch, anak belajar konsep inti pemrograman, yaitu urutan, event, perulangan, kondisi, dan variabel, sekaligus cara memecah masalah besar menjadi langkah kecil. Setiap proyek melatih konsep tertentu. Kartu ucapan melatih urutan, game labirin melatih kondisi, dan game tangkap bola melatih variabel skor. Selain itu, anak belajar merencanakan, menguji, dan memperbaiki karyanya sendiri. Misalnya, saat membuat kuis interaktif, anak harus memikirkan pertanyaan, jawaban benar, cara memberi nilai, dan apa yang terjadi kalau jawaban salah. Itu latihan berpikir komputasional yang juga berguna di matematika. Konsep yang sama nanti dipakai lagi di Python, sehingga perpindahan ke bahasa teks terasa lebih ringan. Proyek yang dibagikan juga melatih anak menerima masukan dari orang lain dan memperbaiki karyanya.
Setelah Scratch, kebanyakan anak melanjutkan ke Python, biasanya mulai usia 10 tahun, ketika sudah lancar membuat game dengan variabel dan clone. Python memakai konsep yang sama dengan Scratch, tetapi ditulis dengan kata dan simbol. Anak yang tertarik membuat game 3D juga bisa mencoba Roblox Studio dengan bahasa Lua. Tanda anak siap pindah adalah ia mulai merasa blok terlalu lambat atau ingin membuat program yang lebih besar. Misalnya, anak yang sudah membuat kuis di Scratch bisa membuat ulang kuis yang sama di Python. Logikanya sama, hanya cara menulisnya berbeda, sehingga ia cepat merasa berhasil. Di Algonova, jalur belajar coding anak SD berjalan bertahap dari Scratch ke Python bersama guru, dan masterclass pertama gratis selama 60 menit. Tidak ada aturan harus pindah di usia tertentu; sebagian anak senang membuat proyek Scratch yang makin rumit sampai SMP.