Header_blog

Edukasi Matematika

7 menit baca

Bangun Datar: Jenis, Sifat, dan Rumusnya

Dipublikasikan: 12.08.2026·Diperbarui: 12.08.2026
Putri Anggraini

Putri Anggraini

Kepala Program Matematika Algonova

Bangun Datar: Jenis, Sifat, dan Rumusnya

Bangun datar adalah bangun dua dimensi yang hanya punya panjang dan lebar, tanpa ketebalan, sehingga bisa digambar utuh di atas kertas.

Bedanya dengan bangun ruang sederhana: bangun datar punya luas, bangun ruang punya volume. Persegi bisa digambar; kubus hanya bisa digambar seolah-olah.

Delapan Jenis Bangun Datar dan Sifatnya

BangunSifat utamaKelilingLuas
Persegi4 sisi sama panjang, 4 sudut siku-siku4 × sisisisi × sisi
Persegi panjangSisi berhadapan sama, 4 sudut siku-siku2 × (p + l)p × l
Segitiga3 sisi, jumlah sudut 180 derajatjumlah 3 sisi½ × alas × tinggi
Jajar genjangSisi berhadapan sejajar dan sama2 × (a + b)alas × tinggi
TrapesiumPunya sepasang sisi sejajarjumlah 4 sisi½ × (a + b) × tinggi
Belah ketupat4 sisi sama, diagonal tegak lurus4 × sisi½ × d1 × d2
Layang-layangDua pasang sisi berdekatan sama2 × (a + b)½ × d1 × d2
LingkaranSemua titik berjarak sama dari pusat2 × π × rπ × r × r

Keliling dan Luas: Beda yang Paling Sering Tertukar

Keliling adalah panjang pagar yang mengelilingi kebun. Luas adalah banyaknya rumput di dalamnya.

Satu diukur dengan satuan panjang seperti sentimeter, satu lagi dengan satuan persegi seperti sentimeter persegi. Kalau jawaban akhirnya bersatuan persegi, yang dihitung pasti luas.

Patokan ini menyelesaikan sebagian besar kebingungan, karena kesalahan tersering bukan salah rumus melainkan salah memilih rumus mana yang diminta soal.

Pola yang Memangkas Hafalan

Delapan rumus luas terlihat banyak, padahal tiga di antaranya satu keluarga:

  • Persegi panjang, jajar genjang, dan persegi semuanya alas dikali tinggi. Persegi hanya kasus khusus dengan sisi sama.
  • Segitiga adalah setengah persegi panjang. Dua segitiga sama persis yang disatukan membentuk persegi panjang - karena itu ada angka setengah di rumusnya.
  • Belah ketupat dan layang-layang sama-sama setengah hasil kali kedua diagonalnya.

Anak yang melihat pola ini perlu mengingat tiga hal, bukan delapan.