Anak Malas Belajar karena Gadget dan Game: Penyebab dan Cara Mengubahnya Jadi Kebiasaan Positif

Belajar Coding

Fajar Hidayat
Tim Kurikulum Coding Algonova

Lomba coding anak SD yang paling mudah untuk langkah pertama adalah Bebras Challenge, gratis, dilakukan secara online, dan punya kategori mulai dari kelas 1 SD. Selain itu, anak usia 8-12 tahun bisa mencoba ImajiNation dari Kemendikdasmen, Codeavour, atau WRO jika memiliki minat pada bidang robotika. Di bawah ini ada 4 kompetisi untuk SD dan SMP lengkap dengan usia, format, jadwal perlombaan di tahun-tahun sebelumnya, dan juga rencana persiapan selama 6 minggu yang bisa dilakukan bersama anak.
Lomba coding melatih anak SD bekerja dengan aturan tertulis dan batas waktu, dan sertifikatnya bisa ikut dipertimbangkan di jalur prestasi SPMB SMP negeri.
Di rumah, anak bisa berhenti mengerjakan proyek kapan saja. Lomba memberi batas waktu dan yang menjadi penilainya pun adalah juri yang tidak mengenal anak. Dari situ anak belajar membaca aturan sampai habis dan membagi waktu, dua kebiasaan yang jarang terlatih saat belajar sendiri.
Satu catatan penting, anak tidak harus menjadi juara. Untuk anak kelas 3 atau 4 yang baru setahun belajar, target yang masuk akal adalah menyelesaikan semua tantangan dalam waktu yang tersedia.
Lomba coding anak 2026/2027 untuk jenjang SD dengan penyelenggara yang terpercaya ada empat: Tantangan Bebras, ImajiNation, Codeavour, dan WRO untuk robotik.
Data diambil dari situs resmi penyelenggara per Oktober 2026. Kolom jadwal berisi pola pada tahun sebelumnya.
| Lomba | Usia atau kelas | Platform | Format | Jadwal biasanya | Biaya |
|---|---|---|---|---|---|
| Bebras Challenge | SiKecil (setara kelas 1-3), Siaga (kelas 4-6), Penggalang (kelas 7-9) | Soal berpikir komputasional, tanpa coding | Online, didaftarkan lewat sekolah | Bebras Week, sekitar November | Gratis |
| ImajiNation | SD kelas 4-6, SMP kelas 7-9 | Koding visual, 3D, dan AR di Assemblr EDU | Proyek dikumpulkan sebelum tenggat waktu, lalu grand final | Edisi 2026: Agustus sampai 13 September, sudah ditutup | Gratis |
| Codeavour | Elementary (7-10 tahun), Junior (11-14 tahun) | PictoBlox (blok dan Python), AI, robotik | Proyek perorangan atau tim berisi 2-3 anak, seleksi nasional lalu final internasional | Seleksi nasional biasanya awal tahun | USD 45 untuk babak regional dan nasional (edisi 8.0) |
| WRO (World Robot Olympiad) | Elementary (8-12 tahun), Junior (11-15 tahun) | Robot dan pemrogramannya | Beregu, tatap muka | WRO Indonesia 2025 digelar Agustus | Cek ke penyelenggara |
Bebras tidak meminta anak menulis kode. Soalnya berupa cerita bergambar tentang urutan, pola, dan logika, jadi anak yang belum pernah coding pun bisa ikut. Pada 2025, kategori Siaga berisi 12 soal dalam 40 menit, sedangkan Penggalang 15 soal dalam 45 menit.

Pendaftaran mandiri tidak diterima. Sekolah mendaftarkan siswa lewat Bebras Biro, biasanya kampus di kota Anda, dan untuk anak homeschooling bisa lewat biro yang bersedia menerima mereka. Pada Bebras Challenge Indonesia 2025, pendaftaran ditutup 3 November dan tantangan berlangsung 10-15 November.
Jadwal 2026 belum muncul di situs resmi per Oktober 2026, jadi Anda bisa menanyakan ke guru informatika sekarang. Spesialnya, siswa Algonova bisa mengikuti Bebras Challenge ini dan dapat bimbingan hingga 3-4 kali pertemuan. Jadi, tidak perlu mencari-cari informasi jadwalnya sendiri, tinggal tunggu informasi dari Algonova, daftarkan anak, dan ikut kelas persiapannya. Format soal dan contohnya kami bahas di artikel apa itu Bebras.
Kemendikdasmen meluncurkan ImajiNation bersama Assemblr EDU pada 3 Agustus 2026. Jalur SD Dreamers untuk kelas 4-6, dan SMP Makers untuk anak kelas 7-9. Anak membuat proyek interaktif dengan blok koding, objek 3D, dan AR tanpa menulis kode teks.
Menurut pengumuman Assemblr EDU, pendaftaran dan pengumpulan proyek 2026 gratis dan ditutup 13 September 2026, jadi edisi tahun ini sudah tidak bisa diikuti. Edisi 2027 belum diumumkan, tetapi kalau polanya sama, pendaftaran dibuka sekitar Agustus.
Anak tidak harus menjadi juara. Untuk anak kelas 3 atau 4 yang baru setahun belajar, target yang masuk akal adalah menyelesaikan semua tantangan dalam waktu yang tersedia.
Fajar Hidayat, Tim Kurikulum Coding Algonova
Di Codeavour, anak membuat aplikasi atau robot dengan PictoBlox, lalu mempresentasikannya ke juri. Edisi 8.0 membagi peserta ke kelompok Elementary (7-10 tahun), Junior (11-14 tahun), dan Senior (15-18 tahun). Anak boleh ikut sendiri atau dalam tim berisi 2-3 orang dengan satu mentor.
Final internasional edisi 7.0 digelar di Jakarta. Pemenang nasional yang lanjut ke final membayar tambahan USD 100.
World Robot Olympiad adalah lomba robotik beregu. Menurut aturan internasional musim 2026, kategori pesertanya adalah sebagai berikut: kelompok Elementary untuk usia 8-12 tahun dan Junior untuk 11-15 tahun. WRO Indonesia 2025 diadakan ITS Surabaya pada Agustus 2025 dan diikuti 142 tim.
Karena butuh perangkat robot dan latihan tatap muka bersama tim, WRO lebih cocok untuk anak yang sudah ikut ekstrakurikuler robotik.
Banyak orang tua mencari OSN informatika untuk anak SD, padahal cabang ini belum ada. OSN 2026 untuk SD dan SMP hanya punya cabang Matematika, IPA, dan IPS. Informatika dan ekshibisi kecerdasan artifisial (EKKA) baru tersedia di jenjang SMA.
Tiap tahun juga muncul lomba coding Scratch dan lomba game Scratch dari sekolah, kampus, atau penyelenggara swasta. Sebelum mendaftar, cek siapa penyelenggaranya, apakah lombanya berjenjang (kota, provinsi, nasional), berapa total biayanya, dan seperti apa sertifikatnya. Kalau biayanya besar tapi penyelenggaranya tidak jelas, lebih baik dilewati.
Kategori lomba coding anak yang paling umum ada lima: berpikir komputasional, Scratch, Python, game, serta AI dan robotik. Masing-masing butuh latihan berbeda.
Pilih kompetisi coding anak berdasarkan lama belajarnya: Bebras untuk pemula usia 8-9 tahun, lalu satu lomba membuat proyek setelah anak lebih dari setahun belajar Scratch.
Satu lomba soal dan satu lomba membuat proyek per semester sudah cukup. Lebih dari itu, latihan mudah berubah jadi beban.
Persiapan lomba coding anak cukup 6 minggu dengan 2-3 sesi latihan per minggu, masing-masing 30-45 menit, dihitung mundur dari hari lomba.

Sertifikat lomba coding bisa dipakai di jalur prestasi SPMB SMP negeri, tetapi bobot dan jenis sertifikat yang diakui ditentukan juknis tiap pemerintah daerah.
Pemerintah pusat tidak menetapkan skor. Pemerintah daerah mengatur bobot prestasi akademik dan nonakademik di juknis masing-masing, menurut tingkat lomba: kabupaten/kota, provinsi, nasional, atau internasional.
Contohnya juknis SPMB Kabupaten Serang 2026/2027. Prestasi harus sudah divalidasi pemerintah daerah, dikurasi kementerian, atau diverifikasi sekolah tujuan, dan bukti prestasi diterbitkan paling lama 3 tahun sebelum tanggal pendaftaran. Artinya, sertifikat dari kelas 4 umumnya masih bisa dipakai saat mendaftar SMP.
Simpan sertifikat asli dan halaman pengumuman pemenang sejak sekarang. Menjelang pendaftaran, cek di juknis kota Anda apakah sertifikat partisipasi ikut dihitung atau hanya sertifikat juara.
Satu lomba soal dan satu lomba membuat proyek per semester sudah cukup. Lebih dari itu, latihan mudah berubah jadi beban.
Fajar Hidayat, Tim Kurikulum Coding Algonova
Anak perlu pendampingan guru saat beralih dari lomba soal seperti Bebras ke lomba membuat proyek, karena di sana ia harus mencari bug dan menjelaskan karyanya sendiri.
Anak yang belajar Scratch sendiri dari video biasanya bisa ikut Bebras tanpa bantuan. Tapi di lomba membuat proyek, anak yang belajar sendiri sering macet kalau tidak ada orang yang bisa menunjukkan kenapa programnya tidak jalan.
Di Algonova, tersedia kelas online live bersama tutor, maksimal 10 anak per grup, durasi 45, 60, atau 90 menit, mulai Rp 102.000 per pertemuan. Lebih dari 1.000.000 siswa di 97 negara sudah belajar di Algonova, dengan rating 4,9 dari orang tua. Kalau Anda ingin tahu dulu level anak sebelum memilih lomba, daftarkan ia ke kelas trial coding gratis selama 60 menit.
Untuk anak SD, lomba yang penyelenggaranya terpercaya adalah Bebras Challenge, ImajiNation dari Kemendikdasmen, Codeavour kategori Elementary, dan WRO kategori Elementary untuk robotik. Keempatnya berbeda jenis. Bebras berisi soal logika tanpa coding dan bisa diikuti sejak kelas 1 lewat kategori SiKecil. ImajiNation meminta anak kelas 4-6 membuat proyek koding visual dengan 3D dan AR. Codeavour menilai proyek AI atau robotik buatan anak usia 7-10 tahun, sendiri atau dalam tim. WRO adalah lomba robot beregu yang butuh perangkat dan latihan tatap muka. Nah, anak kelas 4 yang baru setahun belajar Scratch cocok mulai dari Bebras Siaga. Di luar itu ada banyak lomba Scratch dari sekolah, kampus, dan penyelenggara swasta. Cek dulu siapa penyelenggaranya dan berapa total biayanya sebelum mendaftar. Lomba yang terpercaya biasanya punya aturan tertulis dan daftar pemenang tahun sebelumnya yang bisa dicek.
Lomba coding anak SMP yang penyelenggaranya terpercaya adalah Bebras kategori Penggalang, ImajiNation jalur SMP Makers, Codeavour Junior, dan WRO Junior untuk robotik. Bebras Penggalang untuk kelas 7-9 dan pada 2025 berisi 15 soal dalam 45 menit, tetap tanpa menulis kode. ImajiNation jalur SMP Makers diikuti tim siswa kelas 7-9 yang membuat proyek koding visual dengan 3D dan AR. Codeavour Junior untuk usia 11-14 tahun dan menilai proyek AI atau robotik, sedangkan WRO Junior untuk usia 11-15 tahun dan dikerjakan beregu dengan robot sungguhan. Di jenjang ini Python mulai lebih sering dipakai, terutama di mode teks PictoBlox. Contohnya, anak kelas 7 yang sudah dua tahun membuat game Scratch bisa mencoba Codeavour Junior sambil mulai belajar Python. OSN SMP tidak punya cabang informatika, jadi untuk coding pilih salah satu dari empat lomba di atas.
Ada, Bebras Challenge tidak memungut biaya pendaftaran, dan ImajiNation 2026 juga gratis untuk jalur SD dan SMP. Bebras didaftarkan sekolah ke Biro Bebras, biasanya kampus terdekat. Namun, jika anak Anda merupakan siswa Algonova, bisa daftar melalui Algonova.alu, soalnya dikerjakan online selama 30-45 menit sesuai kategori. ImajiNation dikerjakan di platform Assemblr EDU, dan proyek dikumpulkan sebelum tenggat waktu. Pendaftaran edisi 2026 sudah ditutup pada 13 September 2026, jadi pantau pengumuman edisi berikutnya. Codeavour, berbayar: edisi 8.0 mencantumkan biaya USD 45 untuk babak regional dan nasional, ditambah USD 100 bagi pemenang nasional yang lanjut ke final. Misalnya, keluarga yang ingin mencoba suasana lomba tanpa biaya bisa mulai dari Bebras pada November. Untuk lomba swasta, tanyakan rincian biaya sejak awal. Biaya sertifikat atau babak final kadang ditagih terpisah dari biaya pendaftaran, jadi minta juga contoh sertifikat tahun lalu sebelum membayar.
Untuk anak SD, sebagian besar lomba memakai koding blok seperti Scratch, PictoBlox, atau Assemblr EDU, sedangkan Python lebih sering muncul di kategori SMP ke atas. Koding blok membuat anak fokus pada logika, yaitu urutan perintah, perulangan, dan kondisi, tanpa terganggu salah ketik. PictoBlox yang dipakai Codeavour punya mode blok dan mode Python, jadi anak bisa naik level di platform yang sama. Bebras malah tidak memakai bahasa pemrograman sama sekali. Contohnya, anak 9 tahun lebih baik ikut lomba game Scratch daripada memaksakan diri di kategori Python yang belum ia kuasai. Sebelum mendaftar kategori Python, cek dulu apakah anak sudah bisa menulis program pendek tanpa melihat contoh. Banyak anak mulai beralih ke Python di usia 11-13 tahun, setelah nyaman membuat proyek sendiri di Scratch.
Anak bisa ikut lomba coding sejak usia 7 tahun. Codeavour membuka kategori Elementary untuk usia 7-10 tahun, dan Bebras punya kategori SiKecil dengan tingkat kesulitan setara kelas 1-3. Usia minimal tidak sama dengan usia ideal. Anak 7 tahun boleh mendaftar Codeavour, tetapi lomba membuat proyek menuntut anak menyelesaikan karya dan menjelaskannya ke juri. Untuk anak sekecil itu, Bebras lebih ringan karena soalnya bergambar dan waktunya 30 menit. Kategori Elementary WRO, menurut aturan internasional, untuk usia 8-12 tahun. Contohnya, anak kelas 2 bisa mencoba Bebras SiKecil dulu, lalu ikut lomba membuat proyek di kelas 4 atau 5. Kategori Junior Codeavour untuk 11-14 tahun dan WRO Junior untuk 11-15 tahun, jadi kedua lomba ini bisa diikuti sampai SMP. Selalu cek batas tanggal lahir di aturan resmi, karena usia dihitung per musim lomba, bukan per tahun ajaran.
Bebras hanya bisa didaftarkan lewat sekolah dan Biro Bebras (atau melalui Algonova jika anak Anda siswa Algonova), sedangkan lomba membuat proyek seperti Codeavour didaftarkan lewat situs resmi penyelenggara. Untuk Bebras, sekolah mengisi daftar siswa dan mengirimkannya ke biro. Pada 2025, batasnya 3 November. Kalau sekolah belum pernah ikut, orang tua bisa memberi tahu guru informatika dan menunjukkan daftar biro di situs Bebras Indonesia. Anak homeschooling bisa mendaftar lewat biro yang bersedia menerima mereka. ImajiNation didaftarkan lewat platform Assemblr EDU. Untuk lomba membuat proyek, siapkan data anak, nama sekolah, dan kadang nama mentor. Misalnya, tim Codeavour berisi 2-3 anak dengan satu mentor pendamping, dan satu tim hanya boleh mengirim satu proyek. Baca juga syarat perangkat, karena lomba online biasanya meminta laptop dan koneksi yang stabil. Daftarkan anak paling lambat 6 minggu sebelum hari lomba, supaya waktu persiapannya cukup dan tidak terburu-buru.
Manfaat utama lomba coding adalah anak terbiasa bekerja sesuai aturan, batas waktu, dan penilaian dari orang yang tidak mengenalnya. Saat belajar di rumah, anak bisa berhenti kapan saja. Di lomba, ia harus membaca soal sampai habis, membagi waktu, dan memutuskan kapan melewati soal yang sulit. Lomba membuat proyek menambah satu latihan lagi, yaitu menjelaskan karya yang dibuat secara singkat ke juri. Bagi anak yang pemalu, presentasi singkat ini bisa menjadi latihan pertama berbicara tentang karyanya sendiri. Contohnya, anak yang biasa membuat game Scratch untuk dirinya sendiri mulai memikirkan apakah orang lain paham cara memainkannya. Kebiasaan menguji karya ke orang lain ini juga terpakai saat ia mengerjakan tugas kelompok di sekolah. Sertifikat juara dari lomba berjenjang juga bisa ikut dinilai di jalur prestasi SPMB, sesuai juknis daerah masing-masing.
Siapkan anak selama sekitar 6 minggu dengan 2-3 sesi latihan per minggu, masing-masing 30-45 menit, dimulai dari membaca aturan lomba bersama. Minggu pertama dipakai untuk memahami aturan dan mengecek perangkat. Minggu kedua dan ketiga untuk latihan soal yang mirip, misalnya contoh soal resmi Bebras. Minggu keempat untuk simulasi dengan timer sungguhan. Di Bebras, jawaban pilihan ganda yang salah mengurangi skor, jadi latih juga kapan anak sebaiknya melewati soal. Dua minggu terakhir khusus lomba membuat proyek: mengunci satu ide, membuat versi sederhana yang sudah bisa dijalankan, lalu latihan presentasi 2 menit. Contohnya, anak yang ikut Bebras Siaga berlatih menyelesaikan 12 soal dalam 40 menit. Kalau anak sering macet di tengah proyek, sesi bersama tutor dapat membantu menemukan sumber masalahnya lebih cepat. Kelas trial coding gratis 60 menit bisa jadi langkah pertama.
Sertifikat lomba coding bisa berguna untuk masuk SMP negeri lewat jalur prestasi SPMB, tetapi bobot dan jenis sertifikat yang diakui ditetapkan pemerintah daerah lewat juknis. Pemerintah pusat tidak mematok skor. Setiap kabupaten atau kota menentukan bobot menurut tingkat lomba: kabupaten/kota, provinsi, nasional, atau internasional. Juknis Kabupaten Serang 2026/2027, misalnya, mensyaratkan prestasi yang sudah divalidasi atau dikurasi, dan bukti yang diterbitkan paling lama 3 tahun sebelum pendaftaran. Jadi sertifikat yang diraih di kelas 4 umumnya masih bisa dipakai. Di beberapa daerah, nilai TKA dan rapor juga ikut dihitung di jalur ini, sehingga sertifikat menjadi tambahan, bukan satu-satunya penentu. Tanyakan juga ke sekolah tujuan apakah sertifikat partisipasi dihitung atau hanya sertifikat juara. Simpan sertifikat asli dan bukti pengumuman pemenang, lalu baca juknis kota Anda yang akan terbit menjelang pendaftaran masuk SMP.
Lomba coding meminta anak membuat program atau proyek, sedangkan Bebras berisi soal logika bergambar yang bisa dijawab tanpa pernah belajar coding. Soal Bebras berbentuk cerita pendek tentang pola, urutan, atau mencari jalan, dengan jawaban pilihan ganda, isian singkat, atau mencocokkan. Namanya pun Bebras Challenge, dan skor anak dicantumkan di sertifikat. Lomba coding seperti Codeavour atau lomba game Scratch dinilai dari karya: idenya, apakah programnya jalan, dan cara anak menjelaskannya. Waktunya juga berbeda: Bebras 2025 kategori Siaga berisi 12 soal dalam 40 menit, sedangkan proyek lomba dikerjakan berminggu-minggu sebelum tenggat. Contohnya, anak yang jago puzzle tapi belum pernah coding tetap bisa mendapat skor bagus di Bebras. Keduanya saling melengkapi. Bebras melatih cara berpikir, sedangkan lomba membuat proyek melatih anak menyelesaikan karya sampai bisa digunakan orang lain.
Sebagian besar lomba coding untuk anak berlangsung di semester ganjil. Tantangan Bebras digelar sekitar November, dan ImajiNation 2026 membuka pendaftaran dari Agustus sampai pertengahan September. Bebras 2025, misalnya, menutup pendaftaran 3 November dan menggelar tantangan pada 10-15 November. Pada edisi sebelumnya, seleksi nasional Codeavour berlangsung di awal tahun, lalu final internasional beberapa bulan kemudian. Final internasional edisi 7.0 bahkan digelar di Jakarta, dan ngomong-ngomong, salah satu tim dari Algonova juga ikut bertanding di ajang bergengsi ini, lhp! OSN untuk SD dan SMP, yang tidak punya cabang informatika, membuka pendaftaran pada Februari dan seleksi kabupaten/kota pada Juni. WRO Indonesia 2025 digelar pada Agustus. Contohnya, anak yang mulai berlatih pada akhir September masih punya sekitar 6 minggu sebelum pekan Bebras. Tanggal kompetisi untuk tahun 2027 sebagian besar belum diumumkan. Pantau situs resmi tiap lomba dan tanyakan ke guru informatika sejak awal tahun ajaran.
Blog


