Biaya Kumon 2026: Harga per Bulan, Cara Kerja Metode, dan Alternatif Online

Tanya Jawab

Fajar Hidayat
Tim Kurikulum Coding Algonova

Les komputer untuk anak SD tidak wajib diikuti sebelum belajar coding. Les komputer mengajarkan cara memakai komputer: mengetik, Word, Excel, PowerPoint, dan internet. Kelas coding mengajarkan cara menyusun perintah lewat proyek, misalnya game di Scratch. Anak 8-12 tahun yang sudah bisa memakai mouse dan membuka program biasanya siap langsung coding. Kelas percobaan coding Algonova gratis, 60 menit.
Les komputer mengajarkan anak memakai komputer, sedangkan kelas coding mengajarkan anak menyuruh komputer mengerjakan sesuatu.
Banyak orang tua menyamakan keduanya karena anak sama-sama duduk di depan layar. Hasil akhirnya justru lain. Dari les komputer, anak pulang dengan surat yang rapi, tabel nilai, atau slide presentasi. Dari kelas coding, anak pulang dengan game atau animasi buatan sendiri.
| Aspek | Les komputer | Kelas coding |
|---|---|---|
| Yang dipelajari | Mengetik, Word, Excel, PowerPoint, internet | Urutan perintah, pengulangan, kondisi, variabel |
| Contoh tugas | Mengetik surat dan membuat tabel nilai | Membuat game tangkap bola dengan skor di Scratch |
| Hasil di rumah | Anak lancar memakai aplikasi | Anak punya proyek sendiri dan terbiasa berpikir runtut |
| Syarat awal | Lancar membaca dan menulis | Bisa memakai mouse dan membuka program |
Ambil contoh anak kelas 4 yang disuruh guru membuat presentasi tentang hewan langka. Ia butuh keterampilan les komputer: memasukkan gambar, mengatur teks, menyimpan file. Di kelas coding, anak yang sama membuat kucing yang berjalan mengejar tikus. Keduanya saling melengkapi, tapi tidak harus diurutkan.
Les komputer anak SD biasanya mengajarkan empat hal: mengetik, aplikasi perkantoran, internet, dan pengelolaan file.
Isi tiap tempat les berbeda: ada yang hanya Office, ada yang menambah desain. Minta silabus tertulis sebelum mendaftar, supaya Anda tahu persis apa yang dibayar.
Manfaat les komputer paling terasa saat tugas sekolah mulai menuntut laporan ketikan dan presentasi. Soal keamanan internet, panduan literasi digital untuk anak membahas aturan dasar yang bisa Anda terapkan sendiri di rumah.
Kelas coding anak SD mengajarkan cara berpikir runtut: menyusun langkah, mengulang, dan memperbaiki kesalahan, bukan menghafal tombol aplikasi.
Di kelas 3 SD, anak mulai dari urutan perintah dan pengulangan memakai blok bergambar di Scratch, tanpa mengetik kode. Scratch dibuat oleh MIT Media Lab dan dirilis pada 2007. Di kelas 4 sampai 5, anak belajar kondisi "jika-maka" dan variabel skor untuk membuat game. Di kelas 6, anak yang sudah siap pindah ke kode berbasis teks dengan Python.

Program coding anak SD di Algonova untuk usia 8-12 tahun terdiri dari tiga jalur: Scratch, Roblox Studio dengan Lua, dan Python Junior. Pertemuannya 90 menit per minggu dalam grup hingga 10 anak, harga mulai Rp 102.000 per pertemuan. Anak yang masih 5-7 tahun punya jalur sendiri di coding untuk anak usia 5-7 tahun.
Anak tidak perlu mahir mengetik untuk membuat game pertamanya di Scratch. Ia cukup menyeret blok dan menjalankannya.
Kalau Anda ingin gambaran materinya per kelas, materi coding untuk anak SD merincinya dari kelas 1 sampai 6.
Anak SD tidak perlu les komputer lebih dulu. Coding dan les komputer bisa dimulai sesuai usia dan kebutuhan, bukan berurutan.
| Usia (kelas) | Kemampuan komputer yang wajar | Les komputer | Coding |
|---|---|---|---|
| 6-7 tahun (kelas 1-2) | Klik, seret, layar sentuh | Belum perlu | Coding visual ringan atau permainan logika tanpa layar |
| 8 tahun (kelas 3) | Mouse lancar, mengetik huruf satu per satu | Opsional | Mulai Scratch |
| 9-10 tahun (kelas 4-5) | Mengetik dengan dua tangan secara pelan | Berguna jika tugas sekolah sudah butuh Word atau PowerPoint | Scratch lanjutan dan Roblox Studio |
| 11-12 tahun (kelas 6) | Mengetik cukup lancar, mengelola file sendiri | Berguna sebagai bekal SMP | Python dasar |
Tabel ini pedoman umum, bukan aturan. Anak yang terbiasa dengan tablet mungkin lancar menyentuh layar tetapi canggung dengan mouse. Sekolah pun berbeda-beda. Koding dan Kecerdasan Artifisial di kurikulum nasional adalah mata pelajaran pilihan yang baru dimulai di kelas 5, menurut laman resmi Kemendikdasmen. Penjelasan untuk orang tua ada di panduan KKA. Artinya, anak kelas 1 sampai 4 tidak mendapat materi ini dari sekolah.
Sebelum kelas coding, anak cukup menguasai lima keterampilan dasar. Semuanya bisa dilatih di rumah dalam beberapa minggu.
Coba tes sederhana di rumah. Minta anak membuka peramban, mengetik namanya di kolom pencarian, lalu menyimpan satu gambar ke folder yang ia buat sendiri. Kalau ia bisa melakukannya tanpa dibantu, ia sudah siap. Kalau belum, latihan 15 menit per hari selama dua minggu biasanya cukup.

Satu hal lagi: kelas coding Algonova diikuti lewat laptop, komputer, atau tablet. Dari HP, kelas ini tidak bisa diikuti. Spesifikasi yang aman ada di laptop untuk coding anak SD.
Pilih berdasarkan tujuan anak, bukan jarak. Les yang dekat tetapi mengajarkan hal yang tidak Anda butuhkan hanya menghabiskan waktu dan ongkos.
Enam hal yang perlu ditanyakan ke tempat les mana pun:
Soal lokasi, hitung waktu tempuh bolak-balik. Anak yang tiba di tempat les dalam keadaan lelah biasanya sulit fokus. Kelas online menghapus perjalanan itu, dan anak belajar di perangkat yang sama dengan yang akan ia pakai sehari-hari. Perbandingan lengkapnya ada di les coding online atau tatap muka, dan kursus coding anak terdekat membahas cara menilai pilihan di sekitar Anda.
Di Algonova, kelas coding online dibawakan guru live dalam grup hingga 10 anak, dan kelas percobaan pertama gratis.
Menurut kami urutannya begini: keterampilan dasar di rumah dulu, lalu satu kelas percobaan, baru putuskan apakah les komputer juga dibutuhkan.
Kalau Anda masih ragu soal usia, umur berapa anak mulai belajar coding membahasnya.
Tidak perlu. Anak SD bisa langsung belajar coding selama ia sudah bisa memakai mouse atau trackpad, membuka program, dan membaca instruksi pendek. Scratch, bahasa pemrograman visual yang dipakai di kelas awal, bekerja dengan menyeret blok sehingga tidak menuntut kecepatan mengetik. Yang dilatih di kelas coding adalah logika: urutan, pengulangan, dan kondisi. Ini berbeda dari les komputer yang fokus pada aplikasi seperti Word dan PowerPoint. Bila anak masih canggung dengan mouse, latih dulu di rumah selama dua minggu, 15 menit per hari. Cara paling jelas untuk mengetahui kesiapannya adalah kelas percobaan, karena guru bisa melihat langsung bagaimana anak menangani perangkat dan instruksi. Di kelas percobaan Algonova, anak membuat game pertamanya dalam 60 menit bersama guru live, tanpa biaya dan tanpa komitmen mendaftar. Orang tua yang ragu bisa memakai urutan ini: kenalkan mouse di rumah, ikutkan satu kelas percobaan, lalu putuskan. Cara itu lebih murah daripada membayar kursus komputer sebulan penuh hanya karena takut anak belum siap.
Anak biasanya mulai mendapat manfaat dari les komputer sekitar kelas 3 sampai 4 SD, usia 8-10 tahun. Sebelum itu, tangan anak sering masih terlalu kecil untuk keyboard biasa, dan tugas sekolahnya belum menuntut dokumen ketikan. Anak kelas 1-2 cukup dikenalkan pada mouse, layar sentuh, dan aturan dasar memakai perangkat bersama orang tua. Waktu terbaik sebenarnya ditentukan oleh kebutuhan. Kalau guru mulai meminta tugas diketik atau dipresentasikan, itu tandanya anak butuh Word dan PowerPoint. Jangan memaksakan kursus komputer hanya karena anak sudah bisa duduk di depan layar. Untuk anak yang lebih kecil, kegiatan sehari-hari tanpa layar, seperti menyusun urutan langkah membuat roti, sudah melatih dasar berpikir yang nanti dipakai saat coding. Idenya ada di artikel coding unplugged di blog ini. Beberapa tempat les menerima anak yang lebih muda dengan materi permainan, tetapi manfaatnya baru terasa ketika anak sudah lancar membaca. Kalau anak belum lancar membaca, menunggu setahun biasanya tidak rugi apa-apa.
Biaya les komputer sangat bervariasi menurut kota, jumlah anak per kelas, dan materi, jadi tidak ada angka tunggal yang bisa dipegang. Karena itu, jangan membandingkan hanya dari harga bulanan. Tanyakan biaya per pertemuan, durasi satu pertemuan, jumlah pertemuan per bulan, dan apakah ada biaya pendaftaran, modul, atau sertifikat. Dari sana Anda bisa menghitung biaya per jam dan membandingkannya dengan tempat lain secara adil. Sebagai pembanding, kelas coding online Algonova mulai dari Rp 102.000 per pertemuan, dengan pertemuan 90 menit dan grup hingga 10 anak. Rincian harga per paket ada di halaman biaya les coding anak. Mintalah penawaran tertulis, lalu coba satu pertemuan sebelum membayar paket penuh, supaya Anda yakin kelasnya sesuai dengan anak. Untuk tahu mana yang lebih hemat, bagi total biaya dengan jumlah jam belajar sebenarnya, bukan dengan jumlah pertemuan yang dijanjikan di brosur.
Tidak perlu. Mengetik sepuluh jari tidak menjadi syarat untuk coding di tingkat SD. Di Scratch dan Roblox Studio, sebagian besar pekerjaan berupa menyeret blok dan mengatur objek dengan mouse. Mengetik baru lebih berperan saat anak masuk ke Python di sekitar kelas 6, itu pun dalam jumlah baris yang kecil. Anak yang mengetik pelan dengan dua jari tetap bisa mengikuti kelas dengan baik. Yang lebih penting adalah ketelitian: huruf besar dan kecil, tanda baca, dan ejaan perintah harus tepat. Kebiasaan teliti itu justru ikut terlatih saat anak menulis kode. Jika Anda tetap ingin anak berlatih mengetik, lakukan secara santai lewat 10 menit latihan sehari, tanpa target kecepatan. Kecepatan akan datang dengan sendirinya seiring anak sering memakai keyboard. Jadi, jangan menunda kelas coding sampai anak lulus kursus mengetik. Keduanya bisa berjalan berdampingan tanpa saling menunggu.
Keduanya berguna untuk hal yang berbeda, sehingga pilihannya bergantung pada kebutuhan anak saat ini. Les komputer membantu langsung pada tugas yang meminta dokumen ketikan, tabel, atau presentasi. Coding melatih berpikir runtut, memecah masalah besar menjadi langkah kecil, dan mencari kesalahan, kebiasaan yang juga terpakai di pelajaran matematika. Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah adalah mata pelajaran pilihan untuk kelas 5-6 SD, dan penerapannya berbeda di setiap sekolah, jadi tanyakan ke sekolah anak Anda apakah dan dalam bentuk apa materi itu diajarkan. Kalau hanya sanggup memilih satu, lihat tugas sekolah anak. Bila banyak tugas diketik, mulai dari les komputer. Bila anak antusias dengan game dan ingin membuat sendiri, mulai dari coding. Pilihan ini juga tidak bersifat permanen. Banyak keluarga memulai dari satu hal, melihat bagaimana anak menanggapinya selama dua atau tiga bulan, lalu menambah yang lain bila perlu.
Untuk kelas coding Algonova, tidak. Kelas diikuti lewat laptop, komputer, atau tablet, karena layar HP terlalu kecil untuk menyusun blok dan melihat hasilnya sekaligus. Anak bisa memakai laptop yang sudah ada di rumah, tidak perlu spesifikasi tinggi. Syaratnya cukup peramban yang berjalan lancar, koneksi internet stabil, dan mouse jika memakai laptop supaya menyeret blok lebih mudah. Untuk Roblox Studio dibutuhkan komputer dengan tenaga lebih besar dibanding Scratch, jadi cek spesifikasinya sebelum kelas Roblox dimulai. Kalau Anda ragu apakah perangkat di rumah cukup, ikuti saja kelas percobaan terlebih dulu, karena dari situ terlihat apakah perangkatnya bisa menjalankan programnya. Panduan memilih perangkat lebih rinci ada di artikel laptop untuk coding anak SD. Kalau di rumah hanya ada HP, Anda tetap bisa menunda pendaftaran sampai ada laptop atau tablet, dan sementara itu melatih logika lewat kegiatan tanpa layar.
Efektif kalau gurunya mengajar langsung dan anak bisa bertanya saat itu juga. Anak SD belajar paling baik dari interaksi: guru melihat layar anak, menunjuk bagian yang salah, dan memberi contoh seketika. Kelas yang hanya memutar materi tanpa guru yang menanggapi kurang cocok untuk usia ini. Dampingi anak di dua atau tiga pertemuan pertama untuk memastikan suara dan perangkat berfungsi, lalu lepaskan bertahap. Keuntungan utama kelas online adalah waktu tempuh yang hilang dan anak belajar di perangkat yang akan ia pakai sehari-hari. Sebelum mendaftar, tanyakan jumlah anak per kelas, apakah guru yang sama mengajar sepanjang kursus, dan apakah ada kelas percobaan. Pertanyaan yang sama berlaku untuk les yang dekat dari rumah. Efektivitasnya juga bergantung pada anak. Anak yang mudah teralihkan perlu ruang belajar yang tenang, tanpa televisi atau adik yang bermain di sampingnya.
Mulai dari aturan sederhana di rumah: komputer dipakai di ruang bersama, anak tidak membagikan nama lengkap, alamat, atau sekolah, dan bertanya dulu sebelum mengunduh atau mendaftar ke sebuah situs. Tempat les yang baik juga mengajarkan kebiasaan ini, jadi tanyakan apakah ada materi keamanan internet dalam silabusnya. Ajarkan anak mengenali tanda situs mencurigakan, seperti permintaan data pribadi atau hadiah yang terlalu bagus. Beri tahu anak bahwa ia tidak akan dimarahi kalau melaporkan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Batasi juga lama waktu layar sesuai usia. Penjelasan lengkapnya ada di artikel literasi digital untuk anak, termasuk percakapan yang bisa Anda lakukan bersama anak tentang jejak digital dan kontak dengan orang asing. Ulangi aturan ini secara berkala, karena anak mudah lupa begitu ia asyik di depan layar. Dengan begitu, kebiasaan aman sudah terbentuk sebelum ia punya akun sendiri.
Blog