Profesi masa depan di era AI: apa yang perlu disiapkan anak

Edukasi Coding

Bayu Nugraha
Spesialis Coding Anak

Bahasa pemrograman adalah kumpulan aturan dan kata perintah yang digunakan manusia untuk memberi instruksi kepada komputer. Sama seperti bahasa Indonesia dipakai untuk berbicara antar manusia, bahasa pemrograman dipakai untuk "berbicara" dengan komputer. Komputer sendiri hanya mengerti angka 0 dan 1, sehingga bahasa pemrograman menjadi jembatan yang mengubah sebuah ide menjadi aplikasi, game, situs web, atau robot yang bergerak.
Daftar Isi
Ada ratusan bahasa pemrograman, tetapi beberapa yang paling populer memiliki peran berbeda. Scratch memakai blok warna-warni yang tinggal diseret, sehingga anak usia 7 tahun bisa membuat game sederhana tanpa mengetik satu baris kode pun. Python terkenal mudah dibaca karena mirip bahasa Inggris sehari-hari dan banyak dipakai untuk kecerdasan buatan serta analisis data. JavaScript menghidupkan hampir semua situs web, mulai dari tombol animasi hingga game di dalam browser. Untuk anak, urutan yang disarankan biasanya Scratch dulu supaya paham logika, lalu Python, baru JavaScript. Menurut survei Stack Overflow 2024, JavaScript telah menjadi bahasa yang paling banyak dipakai selama sebelas tahun berturut-turut.
Bahasa pemrograman umumnya dibagi menjadi dua tingkat. Bahasa tingkat tinggi seperti Python, JavaScript, dan Scratch mudah dibaca manusia karena dekat dengan bahasa sehari-hari. Bahasa tingkat rendah seperti Assembly lebih dekat dengan bahasa mesin dan sulit dibaca, tetapi berjalan sangat cepat.
Ada juga pembagian berdasarkan cara kode dijalankan. Bahasa yang dikompilasi diterjemahkan lebih dulu menjadi bahasa mesin sebelum dijalankan, sedangkan bahasa yang diinterpretasi dibaca baris per baris saat program berjalan. Untuk memahami dasarnya, lihat apa itu pemrograman dan contoh nyata di apa itu Python.
Belajar bahasa pemrograman melatih anak berpikir logis, memecahkan masalah langkah demi langkah, dan tetap tenang saat harus mencoba lagi ketika kode belum berjalan. Kemampuan berpikir seperti ini berguna di semua bidang, bukan hanya teknologi. Lewat kursus coding Algonova, anak belajar bertahap dari blok visual Scratch hingga Python sesuai usianya.
Ingin melihat langsung? Coba kelas coding gratis dan biarkan anak membuat proyek pertamanya.
Scratch adalah pilihan terbaik untuk pemula karena memakai blok visual, bukan ketikan. Setelah anak paham logika dasar, Python biasanya menjadi langkah berikutnya karena sintaksnya sederhana dan mudah dibaca.
Anak usia 5-6 tahun sudah bisa mulai dengan permainan logika dan blok visual seperti ScratchJr. Bahasa berbasis teks seperti Python umumnya cocok mulai usia 9-10 tahun.
Tidak. Justru belajar coding sering membantu anak memahami konsep matematika karena keduanya melatih pola pikir logis. Cukup kemampuan membaca dan rasa ingin tahu untuk memulai.
Satu bahasa saja sudah cukup untuk memulai. Setelah menguasai logika di satu bahasa, anak akan jauh lebih mudah mempelajari bahasa lain karena konsep dasarnya mirip.