Profesi masa depan di era AI: apa yang perlu disiapkan anak

Edukasi Coding

Bayu Nugraha
Spesialis Coding Anak

HTML (HyperText Markup Language) adalah bahasa markah standar yang dipakai untuk membangun kerangka dan isi sebuah halaman website. Dengan HTML, elemen seperti teks, gambar, tautan, dan tombol disusun menjadi struktur yang bisa dibaca dan ditampilkan oleh browser.
Daftar Isi
Hampir setiap situs yang kamu buka — dari Google, YouTube, sampai game online — dibangun di atas fondasi HTML.
HTML bekerja lewat tag (penanda) yang ditulis di dalam tanda kurung siku. Misalnya, tag <h1> menandai judul utama halaman, dan <p> menandai satu paragraf teks biasa. Browser seperti Chrome membaca tag-tag ini dari atas ke bawah, lalu menampilkannya sebagai halaman yang rapi dan bisa dibaca manusia.
Bayangkan HTML seperti kerangka rumah: temboknya adalah paragraf (<p>), atapnya adalah judul (<h1>), dan pintunya adalah tautan (<a>) yang menghubungkan ke halaman lain. Setiap bagian diberi label agar browser tahu cara menyusunnya. HTML pertama kali dibuat pada tahun 1991 oleh Tim Berners-Lee, dan kini menjadi fondasi lebih dari 1,1 miliar website di seluruh dunia. HTML biasanya bekerja sama dengan CSS untuk warna dan tata letak, serta JavaScript untuk interaksi.
Sebuah website modern biasanya dibangun oleh tiga teknologi yang bekerja bersama. HTML menyusun struktur dan isi halaman, seperti judul, paragraf, dan gambar. CSS mengatur tampilannya, mulai dari warna, huruf, sampai tata letak. JavaScript menambahkan interaksi, misalnya tombol yang bisa diklik atau animasi yang bergerak. Ibarat tubuh manusia, HTML adalah kerangka, CSS adalah pakaian dan penampilan, dan JavaScript adalah gerakannya. Anak biasanya belajar HTML lebih dulu karena paling sederhana, baru menambahkan CSS dan JavaScript setelahnya.
HTML adalah langkah pertama yang paling mudah bagi anak untuk masuk ke dunia pemrograman, karena hasilnya langsung terlihat di layar tanpa instalasi yang rumit. Saat menyusun tag, anak belajar berpikir terstruktur, teliti, dan logis. HTML juga menjadi jembatan yang nyaman sebelum anak mendalami bahasa pemrograman yang punya logika lebih rumit. Di kursus coding Algonova, anak usia 5–17 tahun belajar HTML dan dasar-dasar web lewat proyek nyata seperti membuat halaman profil mereka sendiri.
Ingin anak mencoba langsung? Ikuti kelas coding gratis dan lihat halaman web pertamanya jadi dalam satu sesi.
Secara teknis HTML adalah bahasa markah, bukan bahasa pemrograman, karena tidak memiliki logika seperti perulangan atau kondisi. Namun HTML tetap menjadi pondasi wajib sebelum anak belajar bahasa seperti JavaScript atau Python.
Anak usia 8 tahun ke atas umumnya sudah bisa memahami dasar HTML karena konsepnya visual dan sederhana. Untuk anak yang lebih kecil, biasanya dimulai lewat coding visual berbasis blok terlebih dahulu.
Dengan HTML anak bisa membuat halaman profil, kartu ucapan digital, atau blog sederhana. Ketika digabung dengan CSS dan JavaScript, mereka bahkan bisa membangun website interaktif.
Cukup dengan text editor gratis seperti VS Code atau bahkan Notepad, ditambah sebuah browser untuk melihat hasilnya. Tidak perlu membeli software khusus.