TKA SD 2027: Jadwal, Materi Matematika, dan Cara Persiapan dari Kelas 5

Panduan Orang Tua

Maya Putri
Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Nilai rapor masuk SMP negeri lewat jalur prestasi SPMB umumnya diambil dari lima semester, yaitu kelas 4 semester 1 sampai kelas 6 semester 1, lalu digabung dengan nilai TKA SD. Bobot rapor dan TKA ditetapkan pemerintah kabupaten atau kota, jadi angkanya berbeda antar daerah. Panduan ini untuk orang tua murid kelas 4-6 SD yang ingin tahu cara menghitung skornya dan apa yang bisa disiapkan dari sekarang.
Algonova adalah sekolah online matematika, coding, AI, dan desain untuk anak, dengan lebih dari 1.000.000 siswa di 97 negara. Kelas matematika berlangsung live bersama guru dalam grup maksimal 10 anak, mulai Rp 102.000 per pertemuan, dengan rating orang tua 4,9. Pertemuan pertama berupa diagnostik gratis 45 menit.
SPMB SMP adalah sistem penerimaan murid baru pengganti PPDB dengan empat jalur: domisili minimal 40%, afirmasi minimal 20%, prestasi minimal 25%, dan mutasi maksimal 5%.
Dasar hukumnya Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, dan aturan ini masih berlaku untuk tahun ajaran 2026/2027 menurut siaran pers Kemendikdasmen tentang persiapan SPMB 2026/2027.
Jalur SPMB SMP dan kuota minimal secara nasional:
| Jalur | Kuota nasional | Dasar penerimaan |
|---|---|---|
| Domisili | Minimal 40% | Alamat tempat tinggal |
| Afirmasi | Minimal 20% | Murid dari keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas |
| Prestasi | Minimal 25% | Nilai rapor, nilai TKA, dan capaian anak |
| Mutasi | Maksimal 5% | Anak yang orang tuanya pindah tugas |
Juknis SPMB SMP ditetapkan oleh bupati atau wali kota, bukan oleh provinsi. Pengecualiannya DKI Jakarta, di mana juknis ditetapkan gubernur.
Daerah boleh memberi kuota prestasi lebih besar dari batas minimal. Pada 2026, Surabaya menyediakan 35% untuk jalur prestasi, sedangkan DKI Jakarta 27%.
Dari empat jalur itu, hanya jalur prestasi yang bisa dipengaruhi lewat belajar. Jalur domisili bergantung pada alamat, afirmasi pada kondisi keluarga.
Nilai rapor yang digunakan untuk masuk SMP lewat jalur prestasi umumnya lima semester, dari kelas 4 semester 1 sampai kelas 6 semester 1.
Rinciannya:
Artinya, rapor yang dibawa pulang anak di kelas 4 sudah ikut dihitung saat ia mendaftar SMP dua tahun kemudian. Kemendikdasmen menyiapkan e-Rapor agar nilai untuk SPMB ditarik langsung dari data yang diisi sekolah setiap semester. Dengan begitu, nilai semester lama sulit diubah menjelang pendaftaran.
Mapel yang dihitung juga ditentukan daerah. Juknis DKI Jakarta 2026, misalnya, memakai PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPAS. Matematika ada di daftar itu, dan juga menjadi satu dari dua mapel TKA SD.
Ada juga daerah yang berbeda dari pola umum. Kota Surakarta pada SPMB SMP 2026 tidak lagi memakai nilai rapor di jalur prestasi dan beralih ke nilai TKA ditambah piagam.
Bobot rapor dan TKA di jalur prestasi SPMB SMP ditetapkan tiap kabupaten atau kota, misalnya 60:40 di Surabaya dan 70:30 di DKI Jakarta pada 2026.
Pemerintah pusat tidak memberi patokan angka. Dirjen PAUD, Dikdas, dan PNFI Gogot Suharwoto menyatakan besaran skor TKA dan rapor diserahkan ke daerah. Hasil TKA SD sendiri terhubung otomatis ke sistem SPMB jalur prestasi, jadi orang tua tidak perlu mengunggahnya manual.
Contoh aturan SPMB 2026 dari beberapa daerah:
Angka di atas berasal dari pengumuman dinas dan pemberitaan 2026. Untuk SPMB 2027 dan seterusnya, cek juknis terbaru di situs Dinas Pendidikan kabupaten atau kota Anda, karena bobot bisa berubah tiap tahun.
Kalau anak Anda sekarang kelas 6, baca juga jadwal, materi, dan cara persiapan TKA SD 2027.

Rapor yang dibawa pulang anak di kelas 4 sudah ikut dihitung saat ia mendaftar SMP dua tahun kemudian.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Nilai akhir jalur prestasi SPMB SMP dihitung dengan mengalikan rata-rata rapor lima semester dengan bobot rapor, lalu menambahkan nilai TKA yang dikali bobot TKA.
Jika daerah Anda memakai rapor dan TKA, rumus dasarnya seperti ini:
Nilai akhir = (rata-rata rapor × bobot rapor) + (nilai TKA × bobot TKA)
Contoh ilustrasi: Rara kelas 6. Nilai rapornya per semester 84, 85, 86, 87, dan 88.
Nilai TKA-nya Bahasa Indonesia 78 dan Matematika 62, dan daerahnya memakai rata-rata dua mapel TKA. Angka bobot di tabel hanya contoh, karena bobot berbeda di tiap daerah.
| Langkah | Bobot 60:40 | Bobot 70:30 |
|---|---|---|
| 1. Rata-rata rapor: (84 + 85 + 86 + 87 + 88) : 5 | 86 | 86 |
| 2. Rata-rata TKA: (78 + 62) : 2 | 70 | 70 |
| 3. Rapor dikali bobot | 86 × 0,6 = 51,6 | 86 × 0,7 = 60,2 |
| 4. TKA dikali bobot | 70 × 0,4 = 28 | 70 × 0,3 = 21 |
| 5. Nilai akhir | 79,6 | 81,2 |
Di daerah dengan porsi rapor lebih besar, nilai rapor yang stabil sejak kelas 4 lebih menguntungkan.
Sekarang bayangkan matematika TKA Rara naik dari 62 ke 75. Rata-rata TKA menjadi 76,5, dan dengan bobot 60:40 nilai akhirnya naik ke 82,2. Kursi jalur prestasi dibagi berdasarkan peringkat, jadi tambahan 2,6 poin bisa menggeser posisi anak cukup jauh.
Ini juga alasan kami menyarankan memperkuat matematika lebih dulu. Rata-rata nasional TKA matematika SD 2026 hanya 43,41, jauh di bawah Bahasa Indonesia yang 60,14, menurut hasil TKA 2026 dari Kemendikdasmen.
Rumus ini contoh, bukan aturan resmi. Beberapa daerah menambahkan poin piagam, persentil, atau konversi skala, dan cara menghitung nilai gabungan tertulis di juknis masing-masing.
Jalur prestasi SPMB SMP terbagi dua: akademik untuk rapor, TKA, dan lomba sains, serta non akademik untuk lomba seni, olahraga, dan pengalaman memimpin.
Rincian tiap jenis:
Sertifikat lomba biasanya dihitung jika memenuhi dua syarat. Pertama, anak meraih juara, bukan sekadar peserta. Jakarta 2026 mensyaratkan juara 1-3 minimal tingkat kota.
Kedua, sertifikat diterbitkan paling lama tiga tahun sebelum pendaftaran. Untuk anak yang mendaftar SMP di kelas 6, lomba sejak sekitar kelas 3 masih bisa dihitung.
Jenis lomba juga berpengaruh. Di Surabaya, lomba berjenjang yang diadakan pemerintah, mulai dari kecamatan sampai nasional, diberi poin jauh lebih besar daripada turnamen terbuka.
Piagam dari ajang yang dikurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) juga bisa bernilai lebih tinggi, seperti pada SPMB SMA Jawa Tengah 2026. Sebelum mendaftarkan anak, tanyakan ke penyelenggara apakah lombanya masuk kurasi Puspresnas. Daftar ajang untuk usia SD ada di artikel jenis olimpiade matematika SD dan cara mendaftarnya.

Persiapan SPMB SMP sebaiknya dimulai di kelas 4, karena rapor kelas 4, kelas 5, dan semester 1 kelas 6 semuanya ikut dihitung di jalur prestasi.
Anak yang sekarang kelas 4 akan ikut SPMB SMP sekitar 2029, kelas 5 sekitar 2028, dan kelas 6 pada 2027. Rencana di bawah bisa disesuaikan dengan kelas anak.
Rapor semester ini sudah masuk hitungan. Fokus utamanya dasar operasi hitung dan pecahan, karena materi kelas 5 dan 6 dibangun di atasnya.
Kalau nilai matematika anak turun, cari dulu penyebabnya. Artikel tujuh penyebab anak susah belajar matematika bisa membantu membedakan masalah konsep dari masalah kebiasaan belajar.
Langkah praktis minggu ini: minta salinan rapor terakhir dan catat nilai per mapel. Ini titik awal untuk memantau perkembangan anak sampai kelas 6.
Kelas 5 sering dianggap tahun santai, padahal dua rapornya ikut dihitung. Materinya juga makin berat: pecahan campuran, desimal, persen, dan volume. Ini waktu yang tepat untuk asesmen matematika anak agar celah per topik terlihat sebelum menumpuk.
Kalau anak suka matematika atau sains, pilih satu atau dua lomba berjenjang dan simpan semua sertifikatnya di satu map.
Semester 1 kelas 6 adalah rapor terakhir yang dihitung. Setelah itu, fokus beralih ke TKA, yang pada 2026 digelar 20-30 April. Gunakan latihan soal matematika kelas 6 SD beserta pembahasannya untuk membiasakan anak dengan soal cerita.
Mulai Januari, pantau situs Dinas Pendidikan kabupaten atau kota Anda. Pada 2026, juknis SPMB di sebagian besar daerah sudah selesai pada awal Mei, dan pendaftaran jalur prestasi SMP berlangsung pada Juni sampai awal Juli.
Belajar 20-30 menit sehari di rumah sudah cukup untuk sebagian anak. Kalau nilainya stagnan selama dua semester, bantuan guru bisa mempercepat. Panduan memilih les matematika online untuk anak membahas apa saja yang perlu dicek sebelum mendaftar.
Di Algonova, les matematika SD online untuk kelas 3-6 dimulai dari pemetaan kemampuan per topik dengan metode diagnostik Algonova. Setelah itu guru menyusun jadwal belajar yang mengikuti materi sekolah. Pilihan program untuk semua jenjang ada di halaman kelas matematika online Algonova.
Lebih baik 20 menit setiap hari daripada dua jam sekali seminggu.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Blog
Ya, di sebagian besar daerah nilai rapor masih dihitung di jalur prestasi SPMB SMP, bersama nilai TKA SD. Kemendikdasmen menyebut hasil TKA menjadi salah satu komponen penilaian jalur prestasi bersama nilai rapor dan capaian lain. Hasil TKA SD juga terhubung otomatis ke sistem SPMB, jadi orang tua tidak perlu mengunggahnya. Pengecualian tetap ada. Pada SPMB SMP 2026, Kota Surakarta tidak lagi memakai rapor dan hanya menghitung nilai TKA ditambah piagam. Sebaliknya, Surabaya memberi rapor bobot 60% dan DKI Jakarta 70% di komponen akademik. Jakarta juga menambahkan persentil, yaitu peringkat rapor anak di sekolahnya sendiri. Jadi jawaban pastinya bergantung pada juknis kabupaten atau kota tempat Anda mendaftar. Karena aturan bisa berubah tiap tahun, cara paling aman adalah menjaga nilai rapor tetap stabil sejak kelas 4 sambil menyiapkan TKA di kelas 6.
Nilai rapor yang dipakai untuk SPMB SMP umumnya lima semester terakhir, dari kelas 4 semester 1 sampai kelas 6 semester 1. Semester 2 kelas 6 tidak dihitung karena pendaftaran SPMB berlangsung sekitar Juni, sebelum rapor akhir terbit. Kemendikdasmen menyiapkan e-Rapor agar nilai untuk SPMB ditarik dari data yang diisi sekolah setiap semester, jadi nilai kelas 4 yang sudah tercatat sulit diperbaiki belakangan. Mapel yang dihitung juga ditentukan daerah. DKI Jakarta 2026, misalnya, memakai PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPAS. Ada daerah yang hanya menghitung empat semester terakhir, dan Kota Surakarta pada 2026 tidak memakai rapor sama sekali, jadi bacalah juknis daerah Anda. Bagi anak yang sekarang kelas 4, setiap ulangan semester ini sudah ikut menentukan skor jalur prestasi dua tahun lagi.
Tidak ada bobot nasional untuk nilai TKA dan rapor, karena pemerintah pusat menyerahkan besarannya kepada kabupaten atau kota lewat juknis SPMB. Kemendikdasmen hanya menegaskan bahwa daerah boleh menambahkan hasil TKA di samping nilai rapor tanpa patokan skor. Pada SPMB SMP 2026, Surabaya memakai rapor 60% dan TKA 40% untuk porsi akademik. DKI Jakarta memakai rapor 70% dan TKA 30% di dalam komponen akademik, lalu menambahkan persentil dan piagam. Kota Surakarta hanya memakai TKA dan piagam. Untuk SMA negeri, Jawa Tengah memakai 50:50, tetapi itu aturan provinsi dan tidak berlaku untuk SMP. Selisih bobot terasa di skor: rata-rata rapor 86 dan TKA 70 menghasilkan 79,6 dengan bobot 60:40, tetapi 81,2 dengan bobot 70:30. Bobot untuk SPMB 2027 belum diumumkan. Pantau juknis di situs Dinas Pendidikan daerah Anda menjelang pendaftaran.
Nilai akhir jalur prestasi SPMB SMP dihitung dari rata-rata rapor dikali bobot rapor, ditambah nilai TKA dikali bobot TKA. Contohnya, nilai rapor seorang anak selama lima semester 84, 85, 86, 87, dan 88, jadi rata-ratanya 86. Nilai TKA-nya Bahasa Indonesia 78 dan Matematika 62, rata-ratanya 70. Dengan bobot 60:40, hitungannya 86 × 0,6 = 51,6 ditambah 70 × 0,4 = 28, sehingga nilai akhirnya 79,6. Dengan bobot 70:30, nilainya menjadi 81,2. Beberapa daerah menambahkan poin piagam lomba atau persentil peringkat di sekolah, sehingga rumus lengkapnya harus dicek di juknis. Dalam contoh yang sama, jika matematika TKA naik dari 62 ke 75, rata-rata TKA menjadi 76,5. Skor akhir dengan bobot 60:40 pun naik 2,6 poin menjadi 82,2, dan selisih sekecil ini bisa menggeser peringkat anak di jalur prestasi.
Tidak ada rata-rata nilai rapor untuk masuk SMP negeri yang berlaku nasional, karena kursi jalur prestasi dibagi berdasarkan peringkat nilai akhir di tiap sekolah. Nilai terendah yang masih diterima berubah setiap tahun. Angka itu bergantung pada daya tampung sekolah, jumlah pendaftar, dan bobot rapor serta TKA di juknis daerah. Sekolah favorit di kota besar biasanya menutup jalur prestasi dengan skor lebih tinggi daripada sekolah di pinggir kota, meskipun keduanya memakai rumus yang sama. Patokan paling realistis adalah hasil seleksi tahun lalu. Banyak dinas pendidikan menampilkan peringkat dan nilai akhir pendaftar di portal SPMB daerah selama masa pendaftaran, jadi catat skor terendah yang diterima di dua atau tiga SMP incaran. Dengan contoh di atas, rapor rata-rata 86 dan TKA 70 menghasilkan 79,6 pada bobot 60:40, dan angka ini bisa langsung dibandingkan dengan skor tahun lalu. Jika selisihnya jauh, sisa semester dan TKA di kelas 6 masih bisa dipakai untuk mengejar.
Menurut Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, kuota jalur prestasi SMP negeri minimal 25% dari daya tampung sekolah. Angka ini batas bawah, dan daerah boleh menetapkan lebih tinggi lewat juknis. Untuk SMP, juknis ditetapkan bupati atau wali kota, kecuali di DKI Jakarta yang juknisnya ditetapkan gubernur. Pada SPMB 2026, Surabaya menyediakan 35% untuk jalur prestasi, dibagi menjadi akademik 20%, lomba 12%, dan penghafal kitab suci 3%. DKI Jakarta menyediakan 27%, terdiri dari 20% akademik dan 7% non akademik. Jalur lain di SMP adalah domisili minimal 40%, afirmasi minimal 20%, dan mutasi maksimal 5%. Artinya, sekitar satu dari empat kursi SMP negeri diisi lewat nilai dan prestasi, bukan alamat rumah. Di sekolah dengan daya tampung 256 murid, misalnya, kuota minimal 25% berarti 64 kursi.
Jalur prestasi akademik menilai rapor, TKA, dan lomba bidang sains atau teknologi, sedangkan non akademik menilai lomba seni, budaya, bahasa, olahraga, dan pengalaman memimpin. Contoh prestasi akademik adalah juara olimpiade matematika atau lomba sains tingkat kota. Contoh non akademik adalah juara lomba tari, pencak silat, atau pengalaman menjadi ketua pramuka. Anak boleh memilih jalur yang paling sesuai dengan kekuatannya. Di Jakarta 2026, kuota prestasi 27% dibagi menjadi 20% akademik dan 7% non akademik. Skor jalur akademik di sana tetap memasukkan sedikit poin non akademik, dan sebaliknya, dengan porsi berbeda di tiap jalur. Pada SPMB SMA Jawa Tengah 2026, piagam dari ajang yang dikurasi Puspresnas diberi nilai lebih tinggi. Jika anak belum punya piagam, jalur akademik lewat rapor dan TKA tetap terbuka di sebagian besar daerah.
Sertifikat lomba bisa dipakai di jalur prestasi jika anak meraih juara dan sertifikatnya terbit paling lama tiga tahun sebelum pendaftaran. Sertifikat yang hanya menyatakan anak sebagai peserta biasanya tidak dihitung. Di Kabupaten Mimika pada 2026, misalnya, seorang calon murid tidak lolos verifikasi karena sertifikatnya hanya status peserta, lalu diterima lewat nilai TKA di atas 80. Jenis lomba juga berpengaruh. Di Surabaya, lomba berjenjang yang diadakan pemerintah, dari kecamatan sampai nasional, diberi poin lebih besar daripada turnamen terbuka, sedangkan Jakarta mensyaratkan juara 1-3 minimal tingkat kota. Untuk anak yang mendaftar SMP pada pertengahan 2027, sertifikat yang terbit sejak pertengahan 2024, sekitar akhir kelas 3, masih masuk batas tiga tahun. Simpan sertifikat asli beserta salinannya sejak kelas 3 atau 4, karena dokumen lama sering hilang saat dibutuhkan.
Jadwal SPMB SMP 2027 belum diumumkan per Oktober 2026, tetapi jika mengikuti pola 2026, pendaftaran jalur prestasi akan berlangsung sekitar Juni sampai awal Juli 2027. Setiap kabupaten dan kota menetapkan jadwalnya sendiri lewat juknis. Pada 2026, Kota Surakarta membuka pendaftaran jalur prestasi pada 8-11 Juni, sedangkan Surabaya pada akhir Juni sampai 3 Juli. Juknis biasanya terbit menjelang pendaftaran. Per awal Mei 2026, sekitar 74% pemerintah daerah sudah merampungkan juknisnya. Hasil TKA SD 2026 diumumkan pada 26 Mei, sebelum pendaftaran dibuka, dan datanya langsung terhubung ke sistem SPMB jalur prestasi. Jadi urutannya pada 2026 adalah TKA pada April, hasil pada akhir Mei, lalu pendaftaran SMP pada Juni. Anak yang sekarang kelas 6 adalah peserta SPMB SMP 2027, jadi mulai pantau situs dinas pendidikan sejak Januari.
Nilai rapor kelas 4 yang kurang bagus masih bisa diimbangi, karena satu semester hanya satu dari lima rapor yang dihitung, dan masih ada TKA di kelas 6. Yang lebih penting adalah tren. Rapor yang naik dari semester ke semester memperbaiki rata-rata lima semester. Contohnya, anak dengan nilai 78 di kelas 4 semester 1 yang naik bertahap ke 86 di kelas 6 semester 1 akan punya rata-rata sekitar 82. Di daerah yang memberi TKA bobot 40%, seperti Surabaya pada 2026, nilai TKA yang kuat juga bisa menutup selisih rapor. Mulailah dengan mencari penyebab nilai rendah: konsep yang belum dipahami, cara belajar, atau kurang latihan soal cerita. Untuk matematika, periksa dulu operasi hitung dan pecahan, karena keduanya dipakai lagi di kelas 5, kelas 6, dan TKA. Diagnostik matematika gratis 45 menit di Algonova bisa membantu memetakan topik mana yang perlu diperbaiki lebih dulu.
Sejak kelas 4, orang tua bisa memantau rapor tiap semester, memperkuat dasar matematika anak, dan menyimpan semua sertifikat lomba di satu map. Di kelas 4, materi yang paling menentukan adalah operasi hitung, pecahan, dan soal cerita, karena semuanya muncul lagi di kelas 5, kelas 6, dan TKA. Contohnya, anak yang sudah lancar mengubah pecahan ke desimal di kelas 4 biasanya tidak kesulitan saat bertemu persen di kelas 5. Waktu belajar 20-30 menit sehari, lima hari seminggu, sudah cukup untuk sebagian besar anak. Lebih baik 20 menit setiap hari daripada dua jam sekali seminggu. Langkah pertama yang bisa dilakukan minggu ini: minta salinan rapor terakhir dan catat nilai per mapel sebagai titik awal. Jika ingin bantuan guru, kelas matematika online Algonova untuk usia 8-12 tahun berlangsung live dalam grup maksimal 10 anak, mulai Rp 102.000 per pertemuan.