Soal Matematika Kelas 6 SD + Pembahasan: Latihan Lengkap (2026)

Edukasi Matematika

Maya Putri
Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

TKA SD 2027 adalah Tes Kemampuan Akademik untuk murid kelas 6 SD/MI yang, jika mengikuti pola 2026, akan berlangsung sekitar April 2027 dengan dua mapel: Bahasa Indonesia dan Matematika. Jadwal resminya belum diumumkan per 9 Oktober 2026. Tes ini tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan, tetapi nilainya bisa dipakai di jalur prestasi SPMB SMP, jadi persiapan matematika sebaiknya dimulai dari kelas 5.
Algonova adalah sekolah online matematika, coding, AI, dan desain untuk anak usia 5-17 tahun, dengan lebih dari 1.000.000 siswa di 97 negara. Kelas matematika online Algonova berlangsung live bersama guru dalam grup maksimal 10 anak, mulai Rp 102.000 per pertemuan, dengan rating orang tua 4,9. Pertemuan pertama berupa diagnostik gratis 45 menit.
TKA SD adalah tes terstandar nasional yang mengukur capaian akademik setiap murid kelas akhir SD dengan soal yang sama di seluruh Indonesia. Aturannya ada di Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, dan untuk jenjang SD tes ini pertama kali digelar pada 20-30 April 2026.
Ujian sekolah dibuat dan dinilai oleh masing-masing sekolah, sehingga nilai 85 di dua sekolah bisa berarti hal yang berbeda. TKA memakai soal dan standar penilaian yang sama, karena itu hasilnya bisa dipakai untuk seleksi.
| TKA SD | Ujian sekolah | |
|---|---|---|
| Penyelenggara | Kemendikdasmen | Sekolah |
| Wajib diikuti | Tidak | Ya |
| Menentukan kelulusan | Tidak | Ya, sebagai bagian penilaian sekolah |
| Mapel | Bahasa Indonesia dan Matematika | Semua mapel |
| Kesempatan | Satu kali di akhir jenjang | Sesuai jadwal sekolah |
| Bentuk soal | Pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, berbasis komputer | Ditentukan sekolah |
Penjelasan resmi soal status tidak wajib ada di FAQ Tes Kemampuan Akademik dari Kemendikdasmen. Satu hal yang sering terlewat: kesempatan ikut TKA hanya satu kali per jenjang, kecuali murid tidak lulus dari sekolahnya.
Per 9 Oktober 2026, Kemendikdasmen belum merilis jadwal resmi TKA SD 2027. Acuan terbaik saat ini adalah jadwal 2026 dari siaran pers Kemendikdasmen:
| Tahap | Jadwal TKA SD 2026 |
|---|---|
| Pendaftaran | 19 Januari - 28 Februari 2026 |
| Simulasi | 2-8 Maret 2026 |
| Gladi bersih | 9-17 Maret 2026 |
| Pelaksanaan utama | 20-30 April 2026 |
| Susulan | 11-19 Mei 2026 |
| Pengumuman hasil | Akhir Mei 2026 |
Untuk 2027 sudah ada dua rencana, tapi statusnya belum keputusan final. Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR pada 21 Mei 2026, Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin menyebut pelaksanaan TKA SD dan SMP akan diringkas dari 4 gelombang menjadi 2, dan untuk SD sedang disiapkan tambahan mapel IPA. Sampai aturan barunya terbit, anggap TKA SD 2027 tetap berisi Bahasa Indonesia dan Matematika.
Siapa pesertanya? Anak yang sekarang duduk di kelas 6 (tahun ajaran 2026/2027) adalah peserta TKA SD 2027. Anak yang sekarang kelas 5 akan ikut pada 2028 jika polanya tetap sama, dan merekalah yang punya waktu persiapan paling longgar.
Matematika adalah mapel dengan ruang perbaikan terbesar: rata-rata nasional TKA SD 2026 hanya 43,41, sementara Bahasa Indonesia 60,14. Angka ini diumumkan Kemendikdasmen pada 26 Mei 2026.
Menurut kerangka asesmen TKA Matematika SD dari Pusmendik, materi yang diujikan terbagi ke tiga elemen:
| Elemen | Yang diujikan |
|---|---|
| Bilangan | Pecahan senilai, membandingkan dan mengurutkan pecahan, hubungan pecahan, desimal, dan persen, empat operasi hitung, operasi pecahan, kelipatan, faktor, KPK, FPB |
| Geometri dan pengukuran | Bangun datar, kubus dan balok, satuan panjang, berat, volume, dan waktu, kecepatan, keliling, luas, volume, sudut, penaksiran |
| Data | Piktogram, diagram batang, tabel frekuensi, membaca dan memakai data |
Kerangka resmi tidak menyebut jumlah soal per elemen. Tapi elemen Bilangan punya cakupan paling luas, dan pecahan muncul lagi di soal pengukuran dan data. Jadi kalau waktunya terbatas, pecahan dan soal cerita memberi hasil paling besar. Soal TKA juga menekankan penalaran, bukan hafalan rumus, sehingga anak perlu terbiasa membaca soal cerita yang panjang.

Untuk melihat urutan materi di sekolah, buka materi matematika kelas 5 SD dan materi matematika kelas 6 SD.
Rata-rata nasional matematika TKA SD 2026 hanya 43,41 dari 100. Saya tidak membacanya sebagai alasan panik. Di kelas kami, celah yang paling sering muncul ada di pecahan dan soal cerita, dan dua hal itu bisa dilatih dalam beberapa bulan.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Anak yang sekarang kelas 6 punya sekitar enam bulan sampai tes, cukup untuk satu putaran materi dan dua bulan latihan bentuk soal. Rencana di bawah memakai asumsi tes digelar April 2027 seperti tahun lalu, dengan waktu belajar 20-30 menit per hari, 5 hari seminggu.
| Bulan | Fokus belajar | Tugas orang tua |
|---|---|---|
| Oktober 2026 | Diagnosis awal | Minta anak mengerjakan contoh soal resmi Pusmendik tanpa bantuan, catat elemen yang salah |
| November 2026 | Pecahan, desimal, persen | Cek anak bisa mengubah 3/4 menjadi 0,75 dan 75% tanpa ragu |
| Desember 2026 | KPK, FPB, soal cerita | Pakai libur semester untuk 10-15 soal cerita per minggu |
| Januari 2027 | Geometri dan pengukuran | Tanyakan ke sekolah jadwal pendaftaran TKA |
| Februari 2027 | Data dan pilihan ganda kompleks | Latih membaca diagram batang dan tabel |
| Maret 2027 | Simulasi berbasis komputer | Coba simulasi resmi dengan batas waktu |
| April 2027 | Hari tes | Cek sesi dan lokasi, pastikan tidur cukup, jangan beri materi baru |
Simulasi resminya bisa dicoba di Ayo Coba TKA dari Pusmendik.
Kalau anak sekarang kelas 5, jalurnya lebih santai. Sepanjang kelas 5, fokuskan pada operasi hitung, pecahan, KPK, dan FPB sesuai materi sekolah, karena nilai rapor kelas 5 juga ikut dihitung di jalur prestasi SPMB. Libur kenaikan kelas Juni-Juli 2027 cocok untuk diagnosis pertama. Setelah itu ikuti tabel di atas dengan tanggal digeser satu tahun.
Kalau diagnosis menunjukkan yang lemah bukan satu topik tapi dasar operasi hitung, perbaiki dasarnya dulu. Program matematika untuk anak SD di Algonova dimulai dari metode diagnostik yang memetakan celah per topik sebelum jadwal belajar disusun.
Enam soal di bawah mewakili tiga elemen TKA dan dua bentuk soal: pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks. Soalnya kami susun sendiri mengikuti kerangka resmi, bukan soal TKA asli.
Soal 1 (Bilangan, pecahan). Rani punya pita 3 1/2 meter dan memakai 1 3/4 meter untuk membungkus kado. Berapa sisa pitanya?
Pembahasan: samakan penyebut. 3 1/2 = 14/4 dan 1 3/4 = 7/4. Sisa = 14/4 - 7/4 = 7/4 = 1 3/4 meter.
Soal 2 (Bilangan, mengurutkan pecahan). Mana yang paling besar: 0,6; 5/8; atau 62%?
Pembahasan: ubah semua ke desimal. 0,6 = 0,600; 5/8 = 0,625; 62% = 0,620. Jawabannya 5/8. Soal seperti ini menjebak anak yang hanya melihat angka 62.
Soal 3 (Bilangan, KPK). Bus A berangkat dari terminal setiap 15 menit, bus B setiap 20 menit. Keduanya berangkat bersama pukul 06.00. Kapan mereka berangkat bersama lagi?
Pembahasan: KPK dari 15 dan 20 adalah 60. Jadi keduanya berangkat bersama lagi pukul 07.00.
Soal 4 (Bilangan, FPB). Ada 36 pensil dan 48 buku tulis yang akan dibagi ke paket dengan isi sama, sebanyak mungkin paket. Berapa paketnya dan apa isi tiap paket?
Pembahasan: FPB dari 36 dan 48 adalah 12. Jadi ada 12 paket, masing-masing berisi 3 pensil dan 4 buku tulis. Latihan sejenis ada di contoh soal KPK dan FPB.
Soal 5 (Pengukuran, volume). Bak mandi berbentuk balok berukuran 80 cm × 50 cm × 60 cm. Berapa liter air untuk mengisinya sampai penuh?
Pembahasan: volume = 80 × 50 × 60 = 240.000 cm³. Karena 1 liter = 1.000 cm³, isinya 240 liter.
Soal 6 (Data, pilihan ganda kompleks). Jumlah buku yang dipinjam di perpustakaan kelas: Senin 12, Selasa 15, Rabu 9, Kamis 14, Jumat 10. Tentukan benar atau salah:
Pembahasan: (a) benar. (b) benar, karena 15 - 9 = 6. (c) salah, totalnya 60 buku. Di bentuk ini anak harus memeriksa setiap pernyataan, bukan berhenti di pernyataan pertama yang terlihat benar.

Soal kecepatan dan harga sering butuh cara berpikir perbandingan senilai dan berbalik nilai. Untuk latihan tambahan, lihat kumpulan soal matematika kelas 6 SD.
Banyak anak mengerjakan ratusan soal tapi nilainya tidak bergerak, karena yang dilatih justru bagian yang sudah mereka kuasai. Satu sesi diagnosis di awal menghemat berminggu-minggu latihan yang salah sasaran.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Nilai TKA SD bisa dipakai di jalur prestasi SPMB SMP, bersama nilai rapor lima semester terakhir, yaitu kelas 4 semester 1 sampai kelas 6 semester 1. Dasarnya Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB dan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang TKA.
Bobot TKA dibanding rapor ditetapkan pemerintah daerah lewat petunjuk teknis SPMB, dan angkanya berbeda antar daerah. Cek juknis dinas pendidikan kabupaten atau kota Anda begitu terbit. Artinya, kelas 5 bukan tahun santai: dua semester rapornya ikut dihitung.
Blog



Jadwal resmi TKA SD 2027 belum diumumkan Kemendikdasmen per 9 Oktober 2026, tetapi jika mengikuti pola 2026, tes utama akan berlangsung sekitar April 2027. Sebagai acuan, TKA SD 2026 digelar 20-30 April 2026 dalam empat gelombang. Pendaftarannya dibuka 19 Januari sampai 28 Februari, lalu ada simulasi dan gladi bersih pada Maret, dan susulan pada 11-19 Mei. Untuk 2027, Kemendikdasmen sudah menyebut rencana meringkas pelaksanaan SD dan SMP menjadi dua gelombang, jadi rentang tanggalnya bisa lebih pendek. Contohnya, keluarga yang anaknya sekarang kelas 6 bisa menandai Januari 2027 sebagai bulan untuk menanyakan pendaftaran ke wali kelas, dan Maret untuk mencoba simulasi. Pantau pengumuman resmi di laman Kemendikdasmen dan Pusmendik. Sampai jadwal terbit, susun persiapan dengan asumsi tes jatuh pada akhir April 2027. Hasil TKA SD 2026 sendiri diumumkan secara nasional pada akhir Mei.
Sampai aturan baru terbit, TKA SD terdiri dari dua mapel, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, sama seperti pada pelaksanaan 2026. Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR pada 21 Mei 2026, Kemendikdasmen menyampaikan rencana menambah mapel IPA untuk jenjang SD, sementara SMP direncanakan mendapat tambahan IPA dan Bahasa Inggris. Kerangka soal untuk mapel baru itu disebut masih disiapkan bertahap, sehingga statusnya belum keputusan final. Bagi orang tua, langkah paling aman adalah tetap fokus ke matematika dan bahasa, lalu memperkuat IPA lewat pelajaran sekolah biasa. Misalnya, anak yang sekarang kelas 6 tidak perlu dibelikan buku latihan IPA khusus TKA sebelum kerangka asesmennya terbit. Jika IPA benar ditambahkan, Pusmendik akan mempublikasikan kerangka asesmen dan contoh soalnya, seperti yang sudah dilakukan untuk dua mapel sekarang.
Tidak, TKA SD tidak wajib. Menurut Kemendikdasmen, murid yang merasa siap dapat mengikutinya, dan tidak ada konsekuensi bagi murid yang tidak ikut. Namun keputusan ini perlu dipikirkan matang. Hasil TKA dapat dipakai sebagai syarat atau pertimbangan seleksi ke jenjang berikutnya, termasuk jalur prestasi SPMB SMP. Selain itu, kesempatan ikut TKA hanya satu kali per jenjang, kecuali murid tidak lulus dari sekolahnya. Bayangkan dua anak dengan rapor mirip yang sama-sama mendaftar SMP negeri lewat jalur prestasi. Anak yang punya nilai TKA membawa satu bukti tambahan yang bisa dibandingkan antar sekolah, sedangkan anak yang tidak ikut hanya mengandalkan rapor. Seberapa besar pengaruhnya ditentukan juknis SPMB di daerah masing-masing. Pada 2026, tingkat partisipasi TKA SD tercatat 98,51 persen, jadi hampir semua murid kelas 6 memilih ikut.
Tidak. Kelulusan SD ditentukan oleh sekolah berdasarkan penilaian sekolah, bukan oleh nilai TKA, dan inilah pembeda utama TKA dari Ujian Nasional dulu. Pada masa Ujian Nasional, murid tidak bisa dinyatakan lulus tanpa mengikuti ujian tersebut. TKA dirancang berbeda: tes ini memberi laporan capaian akademik individu yang terstandar, tetapi keputusan lulus tetap ada di tangan sekolah. Hasilnya diterbitkan sebagai Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang diunduh sekolah lalu diberikan ke murid. Contohnya, seorang anak yang nilai matematika TKA-nya rendah tetap lulus selama memenuhi kriteria sekolah. Nilai rendah itu baru berpengaruh ketika ia memakai jalur prestasi untuk masuk SMP, karena di sana nilai TKA ikut dihitung. Jadi jangan bebankan TKA ke anak sebagai ujian hidup-mati. Posisikan sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan dan sebagai peta belajar sebelum masuk SMP.
Ya, nilai TKA bisa dipakai di jalur prestasi SPMB SMP negeri, bersama nilai rapor lima semester terakhir dari kelas 4 semester 1 sampai kelas 6 semester 1. Aturan umumnya ada di Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB dan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang TKA. Bobot TKA dibanding rapor ditetapkan pemerintah daerah lewat petunjuk teknis, sehingga angkanya bisa berbeda antara satu kota dan kota lain. Misalnya, dua keluarga di dua kota berbeda bisa mendapati porsi TKA yang tidak sama di juknis masing-masing. Karena itu cara paling akurat adalah membaca juknis SPMB dari dinas pendidikan kabupaten atau kota tempat anak akan mendaftar. Jalur lain seperti domisili dan afirmasi punya syarat sendiri. Bila anak menargetkan jalur prestasi, rapor kelas 5 dan nilai TKA sama-sama penting.
Materi matematika TKA SD terbagi ke tiga elemen menurut kerangka asesmen Pusmendik: Bilangan, Geometri dan Pengukuran, serta Data. Bilangan mencakup pecahan senilai, mengurutkan pecahan, hubungan pecahan dengan desimal dan persen, empat operasi hitung, operasi pecahan, serta kelipatan, faktor, KPK, dan FPB. Geometri dan Pengukuran mencakup bangun datar, kubus dan balok, satuan panjang, berat, volume, dan waktu, kecepatan, keliling, luas, volume, sudut, dan penaksiran. Data mencakup piktogram, diagram batang, tabel frekuensi, dan cara memakai informasinya. Kerangka resmi tidak menyebut jumlah soal per elemen, tetapi elemen Bilangan punya cakupan paling luas. Contoh soal yang khas adalah menghitung isi bak mandi berbentuk balok dalam liter, yang menggabungkan volume dan konversi satuan dalam satu soal cerita. Soalnya sama untuk Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, dan menekankan penalaran serta pemecahan masalah.
Persiapan paling nyaman dimulai di kelas 5, karena banyak materi inti TKA seperti pecahan, KPK, dan FPB sudah diajarkan sebelum kelas 6, dan rapor kelas 5 ikut dihitung di jalur prestasi SPMB. Mulai di kelas 5 tidak berarti les berjam-jam. Yang dibutuhkan adalah memastikan setiap topik sekolah benar-benar dipahami saat diajarkan, bukan ditumpuk untuk dikejar di kelas 6. Ambil contoh Dimas, murid kelas 5 yang sering salah di pecahan campuran. Jika celah ini ditutup sekarang, di kelas 6 ia bisa memakai waktunya untuk latihan soal cerita dan simulasi, bukan mengulang materi lama. Untuk anak yang sudah di kelas 6, belum terlambat. Enam bulan sebelum April cukup untuk satu putaran materi ditambah dua bulan latihan bentuk soal, asalkan dimulai dengan diagnosis.
Untuk kebanyakan anak, enam bulan dengan 20-30 menit belajar per hari sudah cukup, asalkan dasar operasi hitung dan pecahannya kuat. Pembagiannya kira-kira empat bulan untuk mengulang materi per elemen dan dua bulan untuk latihan bentuk soal, termasuk pilihan ganda kompleks dan simulasi berbasis komputer. Belajar singkat tapi rutin lebih mudah dijaga daripada sesi panjang di akhir pekan yang sering batal. Misalnya, anak kelas 6 yang mulai Oktober bisa mengerjakan 5 soal per hari di hari sekolah. Hasilnya sekitar 100 soal per bulan, cukup untuk melihat pola kesalahannya. Catat setiap soal yang salah di satu buku, karena pola kesalahan lebih berguna daripada jumlah soal yang sudah dikerjakan. Jika diagnosis awal menunjukkan celah di dasar, misalnya perkalian atau pembagian bersusun, tambahkan satu sampai dua bulan untuk menutupnya lebih dulu sebelum masuk latihan soal TKA.
Tidak selalu. Anak yang nilai matematika sekolahnya stabil dan bisa belajar mandiri sering cukup dengan latihan rutin di rumah dan contoh soal resmi. Les berguna ketika diagnosis menunjukkan celah yang sulit ditutup sendiri, misalnya anak paham rumus tetapi selalu salah membaca soal cerita, atau orang tua tidak punya waktu mendampingi. Les yang baik dimulai dengan memetakan kelemahan, bukan langsung memberi tumpukan soal. Contohnya, anak yang selalu keliru saat mengubah pecahan ke desimal butuh penjelasan ulang konsep, bukan 200 soal tambahan dengan kesalahan yang sama. Setelah konsepnya beres, latihan mandiri di rumah biasanya kembali lancar. Di Algonova, kelas matematika berlangsung live dengan guru dalam grup maksimal 10 anak, mulai Rp 102.000 per pertemuan. Pertemuan pertama berupa diagnostik gratis 45 menit untuk melihat apakah anak memang perlu les.
Latihan resmi ada di laman Pusmendik Kemendikdasmen, yaitu kerangka asesmen TKA yang memuat contoh soal per mapel dan menu Ayo Coba TKA untuk simulasi. Kerangka asesmen Matematika SD menjelaskan materi per elemen dan memberikan contoh soal lengkap dengan kunci jawaban, termasuk bentuk pilihan ganda kompleks. Menu simulasi membantu anak terbiasa mengerjakan soal di layar komputer, yang rasanya berbeda dari mengerjakan di kertas. Setiap contoh soal juga mencantumkan kompetensi yang diukur, jadi orang tua tahu topik apa yang sedang dilatih. Sebagai contoh, anak bisa mengerjakan contoh soal resmi pada Oktober sebagai diagnosis, lalu mengulanginya pada Maret untuk melihat kemajuan. Ketik pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka di peramban untuk membukanya. Hati-hati dengan situs yang menawarkan bocoran soal TKA, dan gunakan sumber resmi sebagai patokan utama.