Canva untuk Anak SD: 5 Proyek Pertama dan Cara Mulainya

Salah Kaprah

Dimas Prasetyo
Analis Pendidikan Algonova

Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bukan mata pelajaran wajib. Statusnya pilihan, dan penerapannya baru menjangkau sebagian kelas. Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, KKA masuk kurikulum sebagai mata pelajaran pilihan mulai tahun ajaran 2025/2026, secara bertahap: baru kelas 5 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK yang sudah kebagian. Kelas 6, 8, 9, 11, dan 12 menyusul di tahun-tahun berikutnya.
Kalau sekolah anak Anda belum mengajarkan KKA sama sekali, itu bukan tanda sekolahnya ketinggalan. Memang begitu aturannya, dan ini yang paling sering bikin orang tua salah paham sejak berita ini ramai dibahas pertengahan 2025.
Aturan ini diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai perubahan atas ketentuan kurikulum pendidikan anak usia dini, jenjang dasar, dan jenjang menengah. Permendikdasmen 13/2025 bukan pergantian kurikulum secara keseluruhan. Aturan ini menguatkan pendekatan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 lewat kebijakan "Pembelajaran Mendalam". Salah satu perubahan konkretnya: menambahkan Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan baru, dengan tujuan menguatkan berpikir komputasional dan literasi AI sejak usia sekolah.
Ini tahun kedua program ini berjalan. Puncak pembahasannya di media ramai sejak Juli 2025, saat aturan pertama kali disosialisasikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Sekolah punya tiga opsi penerapan, bukan satu format baku:
Pilihan mana yang diambil tergantung kesiapan masing-masing sekolah: apakah ada guru yang cukup terlatih, apakah ada perangkat komputer atau laptop, dan apakah jam pelajaran memungkinkan. Karena itu, dua sekolah di kota yang sama bisa punya penerapan yang benar-benar berbeda.
| Jenjang | Kelas | Status tahun ajaran 2025/2026 |
|---|---|---|
| SD | 5 | Sudah diterapkan |
| SD | 6 | Belum, menyusul |
| SMP | 7 | Sudah diterapkan |
| SMP | 8-9 | Belum, menyusul |
| SMA/SMK | 10 | Sudah diterapkan |
| SMA/SMK | 11-12 | Belum, menyusul |
💡 Kalau anak Anda duduk di kelas yang belum masuk daftar ini, sekolahnya memang belum wajib menjalankan KKA. Itu bukan berarti anak Anda terlewat atau kurikulumnya salah.
Untuk penjelasan lebih lengkap soal jam pelajaran per jenjang, materi yang diajarkan, dan pertanyaan lain seputar KKA, panduan lengkap kami membahasnya secara detail: Koding dan Kecerdasan Artifisial Masuk Kurikulum: Panduan Orang Tua.
Langkah pertama bukan mendaftarkan anak ke kursus, melainkan bertanya ke sekolah. Tanyakan apakah KKA sudah masuk rencana, dalam bentuk apa (mapel, integrasi, atau ekskul), dan mulai kelas berapa.
Kalau ternyata belum ada rencana sama sekali, dan anak Anda sudah menunjukkan ketertarikan sendiri pada koding atau AI, itu alasan yang masuk akal untuk mencari opsi belajar di luar sekolah. Bukan karena "semua anak harus bisa", tapi karena minat anak sudah ada dan sekolah belum bisa memfasilitasi.
Algonova mengajar koding untuk anak secara online, usia 5-17 tahun, dengan lebih dari 1.000.000 pelajar di 97 negara sejak 2016. Kelasnya berjenjang: anak kecil mulai dari pemrograman berbasis blok, remaja lanjut ke Python dan pengembangan AI.
Untuk anak yang tertarik langsung ke kecerdasan artifisial, bukan sekadar koding secara umum, ada program yang lebih terarah: Kelas AI untuk Anak. Programnya mencakup prompt engineering, pembuatan gambar dan video dengan tools AI, sampai proyek portfolio yang bisa dipublikasikan, dengan pembahasan etika AI di dalamnya. Kalau Anda ingin melihat urutan belajarnya per usia, ada gambaran jalur belajar AI untuk anak. Bagi orang tua yang ingin tahu seperti apa keterampilan menulis prompt itu, ada penjelasan sederhana di belajar prompt untuk anak.
Cara termudah untuk melihat titik mulai yang tepat adalah kelas diagnostik gratis. Tidak ada kewajiban lanjut setelahnya.
Sumber: Siaran Pers Kemendikdasmen: Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Tidak, KKA berstatus mata pelajaran pilihan, bukan wajib, sesuai Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Sekolah boleh memilih salah satu dari tiga cara penerapan: sebagai mata pelajaran pilihan tersendiri, diintegrasikan ke mata pelajaran yang sudah ada seperti Informatika, atau dijalankan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di luar jam inti. Karena statusnya pilihan, tidak semua sekolah wajib menjalankannya, dan keputusan akhir ada di tangan masing-masing satuan pendidikan tergantung kesiapan guru, perangkat, dan jam pelajaran yang tersedia. Kalau sekolah anak Anda belum mengajarkan KKA sama sekali, itu bukan pelanggaran aturan, memang begitu skema resminya. Langkah paling praktis adalah menanyakan langsung ke pihak sekolah apakah dan kapan KKA akan diterapkan.
Baru kelas 5 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK yang sudah menerapkan KKA pada tahun ajaran 2025/2026, sebagai tahap pertama rollout bertahap. Kelas 6, 8, 9, 11, dan 12 belum kebagian mata pelajaran ini dan akan menyusul di tahun ajaran berikutnya seiring perluasan program. Pola ini mengikuti kebiasaan Kemendikdasmen saat memperkenalkan mata pelajaran atau kurikulum baru: dimulai dari satu kelas per jenjang, lalu diperluas bertahap setelah guru, materi ajar, dan infrastruktur sekolah lebih siap. Jadi kalau anak Anda duduk di kelas 6, 8, 9, 11, atau 12 dan belum ada KKA di sekolahnya, itu memang belum jadwalnya, bukan sekolah yang lalai menerapkan aturan.
Dasar hukumnya adalah Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, peraturan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai perubahan atas ketentuan kurikulum pendidikan anak usia dini, jenjang dasar, dan jenjang menengah. Aturan ini bukan pergantian kurikulum secara keseluruhan, melainkan penguatan pendekatan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 lewat kebijakan "Pembelajaran Mendalam", dan salah satu perubahan konkretnya adalah menambahkan Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan baru mulai tahun ajaran 2025/2026. Tujuannya meningkatkan berpikir komputasional, literasi digital, dan pemahaman etika kecerdasan artifisial sejak usia sekolah. Rincian resmi soal jenjang, jam pelajaran, dan elemen materinya bisa dibaca di siaran pers resmi Kemendikdasmen.
Sebagian sekolah belum mengajarkan KKA karena statusnya pilihan, bukan wajib, dan penerapannya bergantung pada kesiapan masing-masing sekolah. Tiga faktor utama yang menentukan: ketersediaan guru yang cukup terlatih untuk mengajar berpikir komputasional dan literasi AI, ketersediaan perangkat seperti komputer atau laptop, dan ketersediaan jam pelajaran di jadwal sekolah. Sekolah dengan sumber daya terbatas, terutama di luar kota besar, sering memilih menunda penerapan sampai faktor-faktor ini terpenuhi, atau memilih format yang lebih ringan seperti ekstrakurikuler dibanding mata pelajaran penuh. Ini bukan pelanggaran aturan, karena Permendikdasmen 13/2025 memang memberi keleluasaan itu. Kalau ingin tahu status pastinya, tanyakan langsung ke pihak sekolah anak Anda.
Langkah pertama yang paling berguna adalah bertanya langsung ke sekolah: apakah KKA direncanakan, dalam bentuk apa, dan mulai kelas berapa, sebelum mempertimbangkan opsi lain. Kalau ternyata belum ada rencana sama sekali dan anak sudah menunjukkan ketertarikan sendiri pada koding atau kecerdasan artifisial, mencari kelas tambahan di luar sekolah jadi pilihan yang masuk akal, bukan keharusan. Algonova menyediakan kelas koding online berjenjang untuk usia 5-17 tahun, serta program yang lebih terarah untuk anak yang tertarik langsung ke AI lewat Kelas AI untuk Anak usia 8-17 tahun. Yang perlu dihindari adalah mendaftarkan anak hanya karena panik melihat berita kurikulum baru, karena minat anak dan kesiapan sekolahnya adalah alasan yang lebih tepat untuk memutuskan.