Panduan Kursus

5 min read

Apa Itu Lua? Bahasa Pemrograman di Balik Game Roblox

Dipublikasikan: 21.07.2026·Diperbarui: 21.07.2026
Maya Putri

Maya Putri

Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Lua adalah bahasa pemrograman ringan yang dipakai untuk menghidupkan game — dan di Indonesia anak paling sering bertemu dengannya lewat Roblox Studio.

Daftar Isi

Kalau anak Anda menyebut "aku lagi belajar Lua" atau "scriptku error", dia sedang menulis kode sungguhan, bukan menyusun blok.

Kenapa Roblox Memilih Lua

Lua dibuat di Brasil pada 1993 sebagai bahasa yang kecil dan cepat, untuk ditanam di dalam program lain. Namanya berarti "bulan" dalam bahasa Portugis.

Justru karena ringan, Lua banyak dipakai di industri game — bukan hanya Roblox. Ia dipakai untuk mengatur perilaku objek di dalam game yang mesinnya sendiri ditulis di bahasa lain.

Untuk anak ada keuntungan tambahan: sintaksnya sedikit, dan hasil kerja langsung terlihat di layar.

Seperti Apa Kodenya

Skrip pertama yang biasanya ditulis anak — balok yang menghilang saat disentuh:

local part = script.Parent

part.Touched:Connect(function()
    part.Transparency = 1
    part.CanCollide = false
    wait(2)
    part.Transparency = 0
    part.CanCollide = true
end)

Sepuluh baris, tetapi di dalamnya sudah ada empat konsep fondasi:

Bagian kodeKonsep
local partVariabel
TouchedEvent — reaksi terhadap kejadian
function()Fungsi
urutan perintah di dalamnyaSekuens

Konsep yang sama persis ada di Python, JavaScript, dan bahasa lain — yang berbeda hanya cara menuliskannya.

Dari Usia Berapa

Sekitar 10–12 tahun. Di bawah itu anak biasanya lebih dulu membangun map di Roblox Studio tanpa skrip, atau bekerja dengan pemrograman berbasis blok.

Yang menentukan bukan kecerdasan, melainkan dua hal praktis: mengetik dengan cukup lancar, dan tahan bahwa satu tanda kurung yang hilang membuat skrip berhenti.

Kabar baiknya, motivasi di Lua biasanya tinggi — anak sudah tahu untuk apa dia menulis kode, karena hasilnya langsung dimainkan.

Apakah Lua Berguna di Luar Roblox

Pertanyaan yang wajar dari orang tua, dan jawabannya jujur: Lua tidak sepopuler Python untuk karier. Kalau tujuannya profesi programmer, Python jalur yang lebih luas — AI, data, web.

Tapi ada dua hal yang tetap terbawa:

Pertama, Lua dipakai di industri game secara nyata, tidak hanya di Roblox.

Kedua, dan ini yang lebih penting: konsep pindah, sintaks tidak. Anak yang paham variabel, kondisi, fungsi, dan event di Lua akan belajar Python jauh lebih cepat — karena yang tersisa hanya cara menuliskannya.

Jadi Lua bukan jalan buntu, melainkan jalur masuk yang lebih menarik untuk anak yang menyukai game. Perbandingan bahasa lain ada di apa itu Python.

Di Algonova

Di kelas Roblox dan game design untuk usia 10–14 anak menulis skrip Lua bersama pengajar — mulai dari perintah sederhana sampai game yang benar-benar bisa dimainkan dan ditunjukkan ke teman.

Langkah pertamanya dijelaskan di panduan membuat game di Roblox Studio, dan tentang alatnya di apa itu Roblox Studio.

Untuk remaja yang ingin lanjut ke bahasa yang lebih luas, jalurnya berlanjut ke Python di program coding SMP dan SMA. Lihat juga seluruh pilihan kelas coding Algonova.

Coba kelas gratis, 30 menit bersama pengajar. Tidak ada kewajiban melanjutkan.