Biaya Les Sakamoto 2026: Komponen Biaya, Cara Menghitung, dan Perbandingan dengan Les Online

Belajar Coding

Fajar Hidayat
Tim Kurikulum Coding Algonova

Anak Anda main Roblox berjam-jam dan tiba-tiba bertanya: "Gimana cara bikin game sendiri?" Jawabannya ada, gratis, dan lebih mudah dimulai daripada yang dibayangkan orang tua.
Panduan ini menjelaskan enam langkah dari kosong sampai game yang benar-benar bisa dimainkan orang lain. Ditulis supaya anak bisa mengikutinya sendiri, dan supaya Anda paham apa yang sebenarnya dia kerjakan — termasuk bagian yang paling sering membuat anak berhenti di tengah.
Roblox Studio adalah program resmi dari Roblox untuk membuat game, bukan memainkannya. Di dalamnya anak membangun dunia (map), menaruh objek, lalu menghidupkannya dengan skrip.
Tiga hal yang perlu diketahui sebelum mulai:
Masuk ke akun Roblox di komputer, buka halaman Create, dan unduh Roblox Studio. Instalasi berjalan seperti aplikasi biasa. Login memakai akun Roblox yang sama.
Saat membuka proyek baru, Roblox Studio menawarkan template siap pakai: Baseplate (papan kosong), Obby (game rintangan), Racing, dan lainnya.
Untuk game pertama pilih Obby. Struktur dasarnya sudah ada, dan anak langsung melihat sesuatu yang berjalan, bukan layar kosong. Mulai dari Baseplate adalah alasan nomor satu kenapa anak berhenti di hari pertama.
Di sinilah bagian yang paling menyenangkan. Anak menaruh Part (balok), mengubah ukuran, memutar, mewarnai lewat panel Properties, dan menyusun rintangan.
Dua alat yang harus dikuasai lebih dulu: Move dan Scale. Selebihnya bisa dipelajari sambil jalan.
Saran praktis: buat lima rintangan saja untuk game pertama. Bukan lima puluh. Game pendek yang selesai jauh lebih berguna daripada game besar yang tidak pernah jadi.
Klik kanan pada sebuah Part → Insert Object → Script. Skrip paling sederhana yang langsung terasa hasilnya — balok yang menghilang saat disentuh:
local part = script.Parent
part.Touched:Connect(function()
part.Transparency = 1
part.CanCollide = false
wait(2)
part.Transparency = 0
part.CanCollide = true
end)
Empat konsep sekaligus ada di sepuluh baris ini: variabel (local part), event (Touched), fungsi, dan urutan perintah. Ini fondasi yang sama dipakai di Python dan bahasa mana pun — hanya sintaksnya berbeda.
Tekan Play dan mainkan sendiri. Hampir pasti ada yang tidak berjalan: balok tidak menghilang, karakter jatuh menembus lantai, skrip error.
Ini bukan kegagalan, ini pekerjaannya. Buka jendela Output — di situ Roblox Studio menulis pesan error beserta nomor barisnya. Membaca pesan error dan memperbaikinya adalah keterampilan yang sebenarnya dilatih, jauh lebih penting daripada hafal sintaks.
File → Publish to Roblox. Beri nama, atur agar bisa diakses publik, dan game langsung punya tautan yang bisa dibagikan ke teman.
Momen ini penting secara psikologis: dari pemain anak berubah menjadi pembuat, dan hasilnya bisa ditunjukkan.
1. Mulai dari proyek terlalu besar. "Aku mau bikin game seperti Brookhaven." Game seperti itu dibuat tim selama bertahun-tahun. Anak yang mulai dari sana berhenti dalam seminggu.
2. Menyalin skrip tanpa memahaminya. Copy-paste dari YouTube memberi hasil cepat, tetapi begitu ada yang error — anak buntu, karena tidak tahu bagian mana yang melakukan apa.
3. Berhenti di error pertama. Error adalah bagian normal dari proses, tetapi terasa seperti vonis kalau tidak ada yang menjelaskan bahwa semua programmer bekerja begini setiap hari.
Kesalahan ketiga yang paling sering menutup cerita — dan justru yang paling mudah diatasi kalau ada orang yang menjelaskan.
Sekitar 8–9 tahun untuk membangun map dan memakai template. Sekitar 10–12 tahun untuk menulis skrip Lua secara serius, karena di usia itu anak sudah bisa memegang logika bercabang dan menyelesaikan proyek yang berjalan beberapa pertemuan.
Di bawah 8 tahun lebih masuk akal mulai dari pemrograman berbasis blok, lalu pindah ke Roblox nanti.
Sebagian anak jalan sendiri dengan YouTube, dan itu bagus. Sebagian berhenti di langkah keempat atau kelima — bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak ada yang menjawab "kenapa skripku error" saat itu juga.
Di kelas Roblox dan game design Algonova anak bekerja bersama pengajar secara langsung: merancang game, menulis skrip, dan memperbaiki yang tidak jalan — sampai game benar-benar selesai dan bisa dimainkan. Untuk usia 10–14, tersedia format privat satu-lawan-satu, mini grup, dan grup.
Kelas pertama gratis: master class 60 menit bersama pengajar, anak membuat sesuatu yang berjalan, dan Anda melihat sendiri apakah formatnya cocok untuknya. Tidak ada kewajiban melanjutkan.
Kalau anak Anda masih kecil dan belum siap ke skrip teks, mulai dari kelas coding anak SD lebih tepat.
Roblox Studio gratis, jalan di komputer, dan game pertama bisa selesai dalam beberapa sore. Kuncinya bukan bakat, melainkan tiga hal: mulai dari template, buat sesuatu yang kecil sampai selesai, dan jangan berhenti di error pertama.
Untuk mulai membuat game di Roblox Studio, unduh Roblox Studio gratis, pilih template, lalu pelajari dasar scripting dengan bahasa Lua. Anak bisa menyelesaikan game sederhana pertamanya dalam satu sesi.
Umur berapa anak bisa mulai? Umumnya usia 8 tahun ke atas sudah bisa mengikuti Roblox Studio dengan bimbingan, karena butuh kemampuan membaca dan logika dasar.
Apakah perlu belajar coding dulu? Sangat membantu. Memahami logika pemrograman membuat anak bisa merancang game sendiri, bukan sekadar meniru tutorial. Lihat kelas coding dan game development Algonova untuk usia 5–17 tahun, atau coba kelas coding gratis untuk mulai dari dasar Lua dan Roblox.
Ya, sepenuhnya gratis untuk diunduh dan digunakan di PC atau Mac. Anak bisa membangun dan menerbitkan game tanpa biaya. Roblox baru mengambil bagian kalau game yang diterbitkan menghasilkan Robux.
Tidak. Roblox Studio hanya berjalan di komputer — PC atau Mac. Untuk menyusun dunia dan menulis skrip, anak membutuhkan layar lebar dan mouse. Bermain Roblox bisa di HP, tetapi membuatnya tidak.
Tidak. Anak bisa mulai dengan template siap pakai, menaruh objek dan membangun map tanpa satu baris kode pun. Skrip Lua ditambahkan bertahap ketika anak sudah siap — dan justru proses membangun itulah yang mengajarkan logikanya.
Lua — bahasa pemrograman berbasis teks, bukan blok. Untuk game pertama anak hanya perlu beberapa baris. Konsep yang dipakai di dalamnya (variabel, event, fungsi, urutan perintah) sama dengan yang ada di Python dan bahasa lain.
Sekitar 8–9 tahun untuk membangun map dan memakai template, dan sekitar 10–12 tahun untuk menulis skrip Lua secara serius dengan bimbingan. Di bawah 8 tahun lebih masuk akal mulai dari pemrograman berbasis blok.
Game sederhana bertipe Obby dengan lima rintangan bisa selesai dalam beberapa sore. Yang membuat proses jadi panjang biasanya bukan kesulitan teknis, melainkan ambisi awal yang terlalu besar — anak yang langsung ingin membuat game sebesar Brookhaven biasanya berhenti dalam seminggu.
Error adalah bagian normal dari membuat game, bukan tanda kegagalan. Roblox Studio menulis pesan error beserta nomor barisnya di jendela Output — membaca dan memperbaikinya justru keterampilan utama yang dilatih. Anak paling sering berhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak ada yang menjelaskan hal ini.
Blog