Header_blog

Edukasi Coding

6 menit baca

Apa Itu Cyberbullying: Pengertian, Bentuk, dan Cara Menghadapinya

Dipublikasikan: 12.08.2026·Diperbarui: 12.08.2026
Bayu Nugraha

Bayu Nugraha

Spesialis Coding Anak

Apa Itu Cyberbullying: Pengertian, Bentuk, dan Cara Menghadapinya

Cyberbullying adalah perundungan yang dilakukan lewat perangkat digital secara berulang, dengan maksud menyakiti, mempermalukan, atau mengucilkan seseorang.

Daftar Isi

Kata kuncinya adalah berulang dan disengaja. Satu komentar kasar yang terjadi sekali biasanya bukan cyberbullying, meski tetap tidak pantas. Yang membedakan adalah polanya yang terus-menerus dan ketimpangan posisi antara pelaku dan korban.

Bentuk-Bentuk Cyberbullying

BentukContohnya
PenghinaanKomentar merendahkan yang dikirim berulang lewat pesan atau media sosial
PengucilanSengaja mengeluarkan seseorang dari grup kelas atau permainan daring
Penyebaran aibMembagikan foto, tangkapan layar, atau rahasia tanpa izin
Peniruan identitasMembuat akun palsu atas nama korban untuk mempermalukannya
PengintaianTerus mengikuti dan mengomentari setiap aktivitas daring korban

Bentuk yang paling sering luput dari perhatian orang tua adalah pengucilan, karena tidak meninggalkan jejak berupa kata-kata kasar. Anak hanya perlahan menghilang dari grup dan permainan tempat teman-temannya berkumpul.

Kenapa Lebih Berat daripada Perundungan Biasa

Tiga hal membuatnya berbeda dari perundungan di sekolah.

Tidak ada tempat aman. Perundungan di sekolah berhenti saat bel pulang berbunyi. Cyberbullying mengikuti anak sampai ke kamarnya lewat ponsel.

Jejaknya bertahan. Tangkapan layar bisa disimpan dan disebarkan lagi berbulan-bulan kemudian, sehingga korban tidak pernah benar-benar merasa peristiwanya berakhir.

Penontonnya banyak dan pelakunya bisa bersembunyi. Satu unggahan bisa dilihat seluruh angkatan, sementara pelaku bisa memakai akun anonim.

Tanda yang Bisa Dikenali Orang Tua

Anak yang mengalami cyberbullying jarang bercerita lebih dulu, biasanya karena takut ponselnya disita. Karena itu tanda yang terlihat lebih dulu adalah perubahan perilaku.

  • Menjadi murung, gelisah, atau marah setelah membuka ponsel.
  • Tiba-tiba menghindari perangkat yang sebelumnya ia sukai, atau sebaliknya memeriksanya terus-menerus.
  • Menutup layar buru-buru saat orang tua mendekat.
  • Menarik diri dari teman, atau menolak berangkat ke sekolah.
  • Perubahan pola tidur dan nafsu makan.

Tanda-tanda ini tidak otomatis berarti cyberbullying, tetapi selalu berarti ada sesuatu yang perlu ditanyakan dengan tenang.

Langkah yang Harus Diambil

  1. Dengarkan lebih dulu, jangan langsung menyita ponsel. Menyita perangkat terasa seperti hukuman bagi korban, dan itulah alasan utama anak memilih diam.
  2. Simpan buktinya. Tangkapan layar berisi nama akun, isi pesan, dan tanggalnya, sebelum apa pun dihapus.
  3. Jangan membalas. Balasan hampir selalu memperpanjang dan memperbesar masalah.
  4. Blokir dan laporkan lewat platformnya. Semua media sosial besar punya tombol laporan untuk perundungan.
  5. Libatkan sekolah kalau pelakunya teman sekelas, dan hubungi layanan perlindungan anak kalau ada ancaman kekerasan.

Langkah pencegahan terbaik bukan pengawasan ketat, melainkan kesepakatan bahwa anak boleh bercerita tanpa kehilangan akses. Anak yang yakin tidak akan dihukum jauh lebih cepat melapor. Untuk konteks yang lebih luas, lihat panduan kami tentang Pola Asuh Anak di Era Digital dan Literasi Digital untuk Anak.