Tabel Perkalian 1-100 untuk Anak: Cara Cepat Menghafal

Panduan Orang Tua

Maya Putri
Spesialis Pendidikan Anak Usia Dini

Les coding anak di Bekasi, Tangerang, dan Depok sekarang bisa diikuti secara online mulai Rp 102.000 per sesi, tanpa perlu menempuh perjalanan 1 sampai 2 jam ke pusat kota Jakarta. Panduan ini membahas pilihan kelas, harga, kurikulum per usia, dan cara kerja belajar online untuk keluarga di tiga kota satelit tersebut.
Algonova adalah platform kursus coding, matematika, AI, dan desain online untuk anak usia 5 sampai 17 tahun, dengan 1.000.000+ alumni di 97 negara sejak 2016. Kelas berlangsung langsung dengan guru bersertifikat dalam grup hingga 10 siswa, bukan video rekaman. Tersedia juga pusat belajar offline di kota-kota besar Indonesia termasuk Jakarta.
Orang tua di kota satelit Jakarta menghadapi satu masalah yang sama: pusat belajar coding berkualitas mayoritas ada di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Dari Harapan Indah di Bekasi Barat, perjalanan ke Kemang bisa memakan 90 menit sekali jalan pada jam sibuk. Dari BSD City atau Gading Serpong di Tangerang Selatan, kondisinya serupa. Keluarga di Margonda, Depok harus menembus kemacetan Lenteng Agung yang nyaris setiap hari macet parah.
Waktu yang hilang di jalan itu bukan cuma soal capek. Anak yang baru selesai sekolah jam 14.00 lalu duduk di mobil sampai jam 16.00 sudah kehilangan konsentrasi terbaiknya. Kelas online menghilangkan perjalanan itu sepenuhnya. Anak bisa mulai belajar 30 menit setelah sampai rumah, di meja yang sama tempat dia mengerjakan PR, dengan koneksi internet yang di sebagian besar perumahan Jabodetabek sudah cukup stabil.
Menurut laporan Future of Jobs 2023 dari World Economic Forum, kemampuan teknologi dan pemrograman termasuk dalam sepuluh keterampilan yang paling cepat tumbuh permintaannya secara global. Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kurikulum Merdeka Kemendikbud sudah memasukkan elemen computational thinking ke dalam mata pelajaran informatika sejak jenjang SD. Artinya, anak yang mulai belajar coding sekarang tidak hanya menyiapkan karier masa depan, tapi juga memperkuat nilai akademiknya hari ini.
Ketersediaan kursus coding offline di ketiga kota ini tidak merata. Berikut gambaran berdasarkan pencarian orang tua dan direktori kursus per pertengahan 2026:
| Kota | Pilihan offline | Kisaran harga offline/sesi | Alternatif online (Algonova) |
|---|---|---|---|
| Bekasi | Sangat terbatas, mayoritas les umum komputer | Rp 150.000 sampai Rp 300.000 | Mulai Rp 102.000/sesi |
| Tangerang (BSD, Gading Serpong) | Beberapa coding camp dan lembaga kursus | Rp 200.000 sampai Rp 400.000 | Mulai Rp 102.000/sesi |
| Depok | Terbatas, beberapa les privat freelance | Rp 150.000 sampai Rp 350.000 | Mulai Rp 102.000/sesi |
Perbedaan harga ini belum termasuk biaya transportasi dan waktu perjalanan. Kalau orang tua menghitung ongkos bensin atau ojol pulang pergi ke lokasi kursus, selisihnya bisa bertambah Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per sesi. Rincian lengkap biaya bisa dibaca di panduan biaya les coding anak.

Di Algonova, satu sesi berlangsung 45, 60, atau 90 menit tergantung program dan usia anak. Semua harga berlaku sama untuk anak di Bekasi, Tangerang, Depok, atau kota mana pun di Indonesia, karena kelasnya online. Tidak ada biaya pendaftaran terpisah.
Untuk keluarga di Bogor, pilihan kelas dan kisaran harganya dirangkum di halaman les coding di Bogor. Perbandingan dengan Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan ada di artikel biaya les coding anak per kota.
Orang tua di Bekasi dan Tangerang sering bilang hal yang sama: anaknya sebenarnya mau belajar coding, tapi tidak ada kursus bagus yang dekat rumah. Online menyelesaikan masalah jarak itu, dan anaknya justru lebih fokus karena belajar di lingkungan sendiri.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Algonova membagi jalur coding menjadi tiga kelompok usia, masing-masing dengan pendekatan dan bahasa pemrograman yang berbeda:
Little Coders (5 sampai 7 tahun) memulai dari lingkungan visual berbasis blok. Anak menyusun perintah seperti puzzle, bukan mengetik kode. Fokusnya pada logika urutan: kalau ini terjadi, maka itu yang muncul. Sesi berlangsung 45 menit, cukup pendek supaya konsentrasi anak tidak habis. Penjelasan lebih lanjut soal pendekatan blok ada di artikel tentang Scratch.
Junior Coders (8 sampai 12 tahun) masuk ke Scratch penuh, lalu bertahap ke Python. Di level ini anak mulai membuat game sendiri, lengkap dengan karakter, skor, dan level. Proses ini dibahas detail di panduan game coding untuk anak. Anak SD yang mulai dari nol biasanya langsung bisa mengikuti, tanpa syarat harus jago matematika dulu. Kurikulum khusus untuk anak SD tersedia di halaman coding anak SD.
Teen Coders (13 sampai 17 tahun) belajar Python, pengembangan web, dan dasar AI. Proyeknya lebih kompleks: aplikasi sederhana, website, atau model AI yang bisa memproses data. Remaja yang tertarik coding dari awal bisa melihat jalur lengkapnya di halaman program coding Algonova.
Di ketiga level, setiap sesi menghasilkan sesuatu yang bisa anak tunjukkan: animasi, game mini, atau halaman web. Bukan hanya teori di layar. Gambaran lebih lengkap soal manfaat belajar coding untuk anak SD bisa dibaca terpisah.
Kelas berlangsung secara langsung lewat platform video, bukan video rekaman yang ditonton sendiri. Satu kelas berisi maksimal 10 anak dengan satu guru bersertifikat.
Setiap sesi punya struktur yang tetap: guru menjelaskan konsep singkat di awal, anak langsung praktik di editor kode, guru memeriksa layar masing-masing anak secara bergantian, lalu sesi ditutup dengan anak mempresentasikan hasilnya. Kalau anak macet di satu langkah, guru bisa langsung membantu saat itu juga.
Setelah kelas selesai, anak mendapat tugas proyek kecil yang bisa dikerjakan kapan saja sebelum sesi berikutnya. Proyek ini yang membentuk portofolio anak seiring waktu. Dalam tiga sampai empat bulan, anak biasanya sudah punya lima sampai delapan proyek yang bisa dia buka dan jelaskan sendiri.

Orang tua tidak perlu mendampingi selama kelas. Cukup pastikan perangkat dan internet siap di awal, lalu anak bisa mengikuti sendiri. Guru mengirimkan catatan progres setelah checkpoint tertentu, sehingga orang tua tetap tahu perkembangan anaknya tanpa harus duduk di samping anak selama 60 menit.
Bagi yang ingin memahami dasar-dasar coding sebelum mendaftarkan anak, artikel apa itu coding untuk anak menjelaskan konsepnya dalam bahasa sehari-hari.
| Aspek | Kursus offline di Jakarta | Kelas online dari rumah |
|---|---|---|
| Waktu perjalanan | 1 sampai 2 jam pulang pergi | Nol |
| Biaya per sesi | Rp 200.000 sampai Rp 400.000 + transportasi | Mulai Rp 102.000 |
| Ukuran kelas | 10 sampai 20 anak | Maksimal 10 anak |
| Fleksibilitas jadwal | Hari dan jam tetap di lokasi | Beberapa pilihan slot per minggu |
| Anak sakit atau hujan deras | Sesi terlewat | Tetap bisa ikut dari tempat tidur |
| Portofolio | Biasanya kertas atau file lokal | Digital, bisa dibuka kapan saja |
Kelebihan offline yang tidak tergantikan adalah interaksi fisik dengan teman sekelas. Untuk keluarga yang tinggal dekat pusat Jakarta, itu tetap pilihan yang bagus. Tapi untuk orang tua di Bekasi, Tangerang, dan Depok yang menghitung waktu dan biaya secara realistis, online memberikan kualitas pengajaran yang sama tanpa beban logistik.
Algonova juga punya pusat belajar offline di Jakarta bagi keluarga yang sesekali ingin anak hadir langsung. Info selengkapnya tentang lokasi dan kursus per kota: kursus anak Bekasi, kursus anak Tangerang, kursus anak Depok.
Anak yang belajar dari rumah di Gading Serpong atau Harapan Indah mendapat guru yang sama persis dengan anak di Jakarta Selatan. Lokasi tidak lagi menentukan kualitas pendidikan, koneksi internet yang menentukan.
Maya Putri, Spesialis Pendidikan Anak
Di luar Jabodetabek? Format dan harga kelas yang sama berlaku untuk keluarga di kota lain: les coding Surabaya, Algonova Malang, Algonova Semarang, Algonova Medan, dan Algonova Denpasar.
Pilihan kursus coding offline khusus anak di Bekasi masih sangat terbatas per 2026, dan yang tersedia umumnya berupa les komputer umum, bukan coding terstruktur dengan kurikulum per usia. Sebagian besar lembaga kursus di Bekasi, termasuk area Harapan Indah, Summarecon Bekasi, dan Bekasi Timur, menawarkan les komputer dasar yang mencakup Microsoft Office dan desain grafis sederhana, bukan pemrograman. Beberapa coding camp dari Jakarta sesekali mengadakan workshop akhir pekan di mal Bekasi, tapi jadwalnya tidak tetap dan biayanya per workshop biasanya Rp 300.000 ke atas. Untuk kursus rutin mingguan dengan kurikulum Scratch ke Python yang terstruktur, orang tua di Bekasi lebih banyak memilih format online. Algonova menyediakan kelas online langsung dengan guru mulai Rp 102.000 per sesi yang bisa diikuti dari rumah di mana saja di Bekasi tanpa biaya perjalanan. Halaman kursus anak Bekasi memuat informasi lengkap program yang tersedia.
Anak bisa mulai belajar coding sejak usia 5 tahun lewat lingkungan visual berbasis blok, di mana prosesnya terasa seperti menyusun puzzle, bukan mengetik kode teks. Di Algonova, jalur Little Coders untuk usia 5 sampai 7 tahun memakai blok warna yang bisa diseret dan disusun untuk menggerakkan karakter di layar. Anak tidak perlu bisa membaca lancar atau mengetik cepat, karena semua instruksi berbentuk gambar dan ikon. Sesi berlangsung 45 menit, cukup pendek supaya konsentrasi anak usia TK dan kelas 1 SD tidak habis. Nara, 6 tahun dari Tangerang, membuat animasi kucing berjalan di sesi pertamanya dan langsung minta jadwal sesi kedua sebelum kelas selesai. Untuk anak di bawah 5 tahun, layar belum disarankan sebagai media belajar utama. Usia 5 tahun adalah titik awal yang aman dan produktif untuk mulai coding.
Di Algonova, biaya dimulai dari Rp 102.000 per sesi untuk kelas grup, sehingga total per bulan tergantung jumlah sesi yang dipilih, biasanya antara Rp 408.000 sampai Rp 816.000 untuk empat sampai delapan sesi. Harga ini berlaku sama untuk anak di Bekasi, Tangerang, Depok, atau kota mana pun di Indonesia, karena kelasnya online. Tidak ada biaya pendaftaran terpisah. Sebagai perbandingan, kursus offline di area BSD atau Gading Serpong biasanya mematok Rp 200.000 sampai Rp 400.000 per sesi, dan kalau dihitung dengan ongkos transportasi bisa naik lagi Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per pertemuan. Rincian lengkap biaya per program dan usia bisa dibaca di panduan biaya les coding anak. Kelas percobaan 60 menit bisa dicoba gratis tanpa memasukkan data pembayaran, sehingga orang tua bisa menilai kualitasnya sebelum mengeluarkan uang.
Laptop atau komputer dengan browser terbaru dan koneksi internet stabil sudah cukup, ditambah headset dengan mikrofon supaya anak bisa berkomunikasi dengan guru tanpa gangguan suara rumah. Tablet dan ponsel tidak disarankan sebagai perangkat utama karena anak perlu melihat dua panel sekaligus: editor kode di satu sisi dan hasil programnya di sisi lain. Layar ponsel terlalu kecil untuk itu, dan anak cepat frustrasi. Untuk anak usia 5 sampai 7 tahun, mouse eksternal jauh membantu dibanding trackpad, karena gerakan seret-dan-lepas di lingkungan blok lebih presisi dengan mouse. Webcam berguna tapi bukan syarat wajib karena guru lebih sering melihat layar kerja anak, bukan wajahnya. Tidak perlu komputer mahal atau spesifikasi tinggi. Semua materi berjalan di browser tanpa instalasi berat. Yang lebih penting adalah kestabilan internet, karena koneksi yang sering putus membuat anak kehilangan alur berpikirnya.
Kelas percobaan adalah master class gratis selama 60 menit yang bisa diikuti anak dari rumah, tanpa biaya dan tanpa kewajiban melanjutkan setelahnya. Prosesnya sederhana: orang tua memilih jadwal yang tersedia lewat halaman pendaftaran, lalu anak mengikuti sesi langsung dengan guru di waktu yang sudah dipilih. Selama 60 menit itu, anak akan membuat proyek kecil dari awal sampai jadi, misalnya animasi sederhana atau game mini. Guru mengajar langsung, bukan menampilkan video, sehingga anak bisa bertanya kapan saja kalau bingung. Di akhir sesi, guru memberikan rekomendasi program yang cocok berdasarkan usia dan kemampuan anak saat itu. Tidak perlu memasukkan data kartu kredit atau melakukan pembayaran apa pun untuk mengikuti kelas percobaan.
Untuk coding, kelas online justru punya keunggulan teknis karena guru bisa melihat layar anak secara langsung dan menunjuk baris kode yang salah dengan lebih presisi dibanding mengintip dari belakang di kelas fisik. Di kelas offline, guru biasanya berdiri di depan lalu berkeliling memeriksa layar satu per satu. Di kelas online dengan grup kecil maksimal 10 anak, guru bisa meminta anak membagikan layarnya dan langsung menunjuk bagian yang perlu diperbaiki. Anak di Depok atau Bekasi mendapat guru yang sama persis dengan anak yang datang ke pusat belajar di Jakarta. Perbedaan yang hilang dari format online adalah interaksi fisik dengan teman, misalnya mengerjakan proyek bersama di satu meja. Tapi untuk pelajaran coding, inti pembelajarannya ada di layar. Kalau anak terbiasa belajar dari rumah, transisi ke kelas coding online biasanya tidak memerlukan penyesuaian khusus, terutama jika dia sudah terbiasa dengan sekolah daring.
Anak mulai dari lingkungan visual berbasis blok, lalu bertahap ke Scratch, Python, dan pengembangan web, tergantung usia dan level kemampuannya. Urutan umumnya seperti ini: usia 5 sampai 7 tahun belajar lewat blok visual tanpa mengetik kode, usia 8 sampai 12 tahun masuk ke Scratch penuh lalu transisi ke Python dasar, dan usia 13 sampai 17 tahun belajar Python lanjutan, HTML/CSS, JavaScript, dan dasar AI. Setiap transisi antar bahasa terjadi secara bertahap, bukan lompatan mendadak. Anak yang sudah mahir Scratch biasanya butuh empat sampai enam sesi untuk mulai nyaman di Python. Untuk anak yang belum pernah menyentuh coding sama sekali, mulai dari blok visual adalah jalur yang paling aman dan paling minim frustrasi, terlepas berapa pun usianya. Guru menyesuaikan kecepatan sesuai respons anak di kelas.
Ya, Algonova menyediakan beberapa pilihan slot per minggu termasuk sore dan akhir pekan, sehingga anak yang sekolah full day tetap bisa mengikuti tanpa bentrok. Anak di Jabodetabek yang sekolah sampai pukul 15.00 atau 16.00 biasanya memilih slot pukul 17.00 atau 18.00 WIB pada hari kerja, atau slot pagi di hari Sabtu. Jadwal tidak terkunci permanen, artinya kalau anak ada ujian atau acara keluarga, sesi bisa digeser ke slot lain yang masih tersedia di minggu itu. Ini berbeda dengan kursus offline yang biasanya punya jadwal tetap dan tidak bisa dipindah kalau terlewat. Khusus untuk anak yang ikut kegiatan ekstrakurikuler padat, dua sesi per minggu di akhir pekan saja sudah cukup untuk menjaga konsistensi. Yang paling penting bukan banyaknya sesi per minggu, tapi konsistensinya. Dua sesi rutin per minggu selama tiga bulan memberikan hasil yang lebih terlihat daripada empat sesi di minggu pertama lalu berhenti.
Anak di Depok bisa langsung mendaftar kelas percobaan gratis 60 menit dari rumah, tanpa perlu datang ke lokasi dan tanpa biaya apa pun. Cara mendaftarnya sama untuk semua kota: buka halaman kursus anak Depok, pilih jadwal yang tersedia, lalu anak tinggal hadir di waktu yang sudah dipilih dengan laptop dan internet. Selama sesi percobaan, anak akan langsung membuat proyek kecil, bukan sekadar menonton presentasi. Guru yang mengajar di sesi percobaan adalah guru yang sama dengan di kelas reguler, jadi orang tua bisa langsung menilai kualitas pengajarannya. Kalau anak tidak cocok atau belum siap, tidak ada kewajiban melanjutkan dan tidak ada biaya yang ditagih. Banyak orang tua di Margonda dan Cinere mendaftarkan sesi percobaan pada akhir pekan supaya bisa mendampingi anak di sesi pertama dan melihat sendiri bagaimana kelasnya berjalan.
Koneksi internet rumah tangga standar di perumahan Tangerang seperti BSD, Gading Serpong, atau Alam Sutera sudah lebih dari cukup, selama kecepatannya minimal 5 Mbps dan stabil. Kelas coding online tidak membutuhkan bandwidth besar seperti streaming video 4K. Yang dibutuhkan adalah kestabilan, bukan kecepatan tinggi. Koneksi 10 sampai 20 Mbps yang umum di paket internet rumah area Tangerang Selatan sudah sangat nyaman. Masalah yang lebih sering muncul bukan kecepatan, tapi WiFi yang terputus sesaat karena jarak router terlalu jauh dari meja anak. Solusi sederhananya: pindahkan meja belajar lebih dekat ke router, atau gunakan kabel LAN kalau memungkinkan. Kalau pakai WiFi, pastikan tidak ada anggota keluarga lain yang sedang streaming atau video call bersamaan di waktu kelas anak. Untuk mengetes sebelum kelas dimulai, buka speedtest.net di perangkat yang akan dipakai anak. Kalau hasilnya di atas 5 Mbps download dan di atas 2 Mbps upload, koneksinya sudah siap. Kelas percobaan gratis juga berfungsi sebagai tes koneksi sekaligus tes kecocokan anak.