Cara Mengajar Perkalian pada Anak: 5 Metode yang Terbukti Berhasil

Belajar Matematika

Nadia Rahmawati
Tim Kurikulum Matematika Algonova

Les calistung (membaca, menulis, berhitung) untuk anak 5-7 tahun tidak wajib, karena sejak SPMB 2025 sekolah dasar dilarang mengetes calistung saat penerimaan murid baru. Les baru perlu kalau anak 6-7 tahun belum mengenal huruf dan angka sampai 10, cepat frustrasi saat diajak berlatih di rumah, atau orang tua tidak punya waktu rutin 15 menit sehari.
Les calistung adalah kelas tambahan di luar TK atau SD yang melatih tiga kemampuan dasar: membaca, menulis, dan berhitung. Biasanya pesertanya anak 4-7 tahun, dan banyak orang tua mengambilnya pada tahun terakhir TK menjelang masuk SD.
Isi les calistung pada umumnya terbagi tiga:
Di Kurikulum Merdeka, masa TK disebut Fase Fondasi, dan tujuannya adalah membangun dasar literasi dan numerasi lewat bermain. Membaca lancar dan berhitung dengan lambang baru menjadi target di Fase A, yaitu kelas 1-2 SD. Jadi les calistung yang baik untuk anak 5 tahun lebih mirip permainan terarah daripada pelajaran di papan tulis.
Untuk bagian "tung" dari calistung, les matematika terstruktur cocok mulai usia 6 tahun, saat anak sudah bisa membilang benda sampai 10. Sebelum usia itu, bermain dengan benda di rumah sudah cukup.

Di Algonova, jenjang pertama matematika adalah les matematika anak 6-7 tahun Math Starters. Anak belajar bilangan 1-100, penjumlahan dan pengurangan sampai 100, bentuk, pola, dan berpikir logis lewat gambar dan permainan. Kelas online langsung dengan guru bersertifikat, dalam format privat, mini grup 2-4 anak, atau grup hingga 10 anak, mulai dari Rp 102.000 per pertemuan. Sebelum mulai, anak ikut diagnostik gratis sekitar 60 menit supaya guru tahu titik awalnya. Algonova sudah diikuti lebih dari 1.000.000 siswa di 97 negara.
Untuk anak 5 tahun, kami menyarankan mulai dari kelas coding untuk anak TK dengan ScratchJr. Kelas ini tidak menuntut anak bisa membaca, tetapi melatih urutan langkah, pola, dan logika yang nanti terpakai di matematika. Kalau Anda masih ragu soal waktu yang tepat, artikel kapan anak mulai les matematika membahasnya lebih rinci.
Tidak. Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menyatakan calon murid kelas 1 SD tidak dipersyaratkan mengikuti tes membaca, menulis, berhitung, atau tes bentuk lain. Pada 21 Mei 2026, Dirjen di Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan lagi larangan tes calistung untuk SPMB SD 2026.
Aturan usia masuk SD yang berlaku di SPMB:
| Usia per 1 Juli | Status di SPMB SD | Syarat tambahan |
|---|---|---|
| 7 tahun | prioritas diterima | tidak ada |
| 6 tahun | boleh mendaftar | tidak ada |
| 5 tahun 6 bulan | boleh dengan pengecualian | kecerdasan atau bakat istimewa dan surat rekomendasi psikolog atau dewan guru |
Meski tanpa tes, guru kelas 1 tetap senang kalau anak sudah bisa duduk 15-20 menit, memegang pensil dengan benar, dan mengenal sebagian huruf. Contoh: Raka, 6 tahun 2 bulan, masuk SD tanpa bisa membaca. Ia sudah hafal bunyi 15 huruf dan bisa menghitung benda sampai 20, sehingga di semester pertama ia mengejar teman-temannya tanpa les tambahan.
Saat mencari "les calistung terdekat", pilih berdasarkan cara mengajar, bukan hanya jarak dari rumah. Enam hal ini layak ditanyakan sebelum mendaftar:
Supaya jelas sejak awal: Algonova tidak punya cabang atau tempat les tatap muka. Semua kelas kami berlangsung online, langsung bersama guru, jadi "terdekat" bagi kami berarti dari rumah Anda sendiri. Kami juga tidak mengajar membaca dan menulis. Yang kami ajarkan untuk usia ini adalah bagian berhitung lewat les matematika mulai usia 6 tahun, dan coding visual untuk anak 5 tahun. Kalau Anda tetap membutuhkan les tatap muka di kota sendiri, daftar pertanyaan di atas tetap berlaku, dan panduan les matematika terdekat membahas cara membandingkan pilihan online dan offline.
Target calistung sebaiknya disesuaikan dengan usia, bukan dengan kemampuan anak tetangga. Tabel di bawah ini adalah patokan umum yang kami pakai saat berbicara dengan orang tua, bukan standar resmi.
| Usia | Membaca | Menulis | Berhitung |
|---|---|---|---|
| 5 tahun | mengenal sebagian besar huruf dan bunyinya, menebak kata dari gambar | menebalkan garis, menulis namanya sendiri | membilang benda sampai 10, mengenal angka 1-10 |
| 6 tahun | membaca suku kata dan kata pendek (ba-ju, ma-ma) | menulis huruf kecil, menyalin kata 3-4 huruf | membilang sampai 20, menjumlah dengan benda sampai 10 |
| 7 tahun | membaca kalimat pendek dan memahami isinya | menulis kalimat sederhana sendiri | bilangan sampai 100, penjumlahan dan pengurangan sederhana |
Rentang wajar di setiap usia cukup lebar. Anak yang lahir di bulan Desember bisa tertinggal beberapa bulan dari teman sekelasnya yang lahir di bulan Januari, dan itu normal. Untuk detail berhitung di usia TK, baca juga panduan kami tentang matematika untuk anak TK dan PAUD, dan untuk kelas 1 SD ada ringkasan materi matematika kelas 1 SD.

Les calistung perlu ketika latihan di rumah sudah dicoba rutin selama 4-6 minggu dan hasilnya tetap macet. Sebelum mendaftar, cek tanda-tanda ini:
Satu tanda saja biasanya cukup diatasi dengan mengubah cara berlatih di rumah. Tiga atau lebih, dan les dengan guru yang sabar akan menghemat banyak energi keluarga.
Kalau anak kesulitan melihat tulisan, sering tertukar huruf b dan d setelah usia 7 tahun, atau tidak menoleh saat dipanggil, periksakan dulu ke dokter atau psikolog anak. Les tidak bisa menggantikan pemeriksaan.
Contoh: Bu Sari melatih putrinya, Alya (6 tahun), 15 menit setiap sore setelah mandi. Dalam 5 minggu Alya bisa membaca 20 kata dua suku kata dan menjumlah sampai 10 dengan jari. Kuncinya adalah jam yang sama setiap hari dan berhenti sebelum anak bosan.
Untuk ide permainan angka, lihat game matematika untuk anak. Kalau anak sudah lancar membilang dan siap ke operasi hitung, langkah-langkahnya kami bahas di cara mengajarkan penjumlahan dan pengurangan.
"Anak usia 5-6 tahun belajar berhitung dari benda yang bisa dipegang. Lambang angka baru bermakna setelah ia ratusan kali menghitung sendok dan anak tangga." Nadia Rahmawati, Tim Kurikulum Matematika Algonova
Biaya les calistung sangat bervariasi menurut kota, format, dan durasi, jadi bandingkan total per bulan, bukan tarif per pertemuan saja. Les privat yang gurunya datang ke rumah biasanya dihitung per pertemuan dan menjadi pilihan paling mahal. Kelas kelompok di lembaga bimbel umumnya dibayar per bulan dengan 8 pertemuan dan lebih ringan per sesinya. Saat bertanya harga, tanyakan juga biaya pendaftaran, buku latihan, dan apakah ada potongan kalau anak sakit. Untuk bagian berhitung, les matematika online Algonova mulai dari Rp 102.000 per pertemuan, tersedia privat, mini grup 2-4 anak, atau grup hingga 10 anak. Membaca dan menulis tidak termasuk dalam program kami. Kalau anggaran terbatas, latihan rutin 15 menit sehari di rumah dengan kartu huruf dan benda sehari-hari sering sudah cukup untuk anak 5 tahun. Catat juga berapa kali pertemuan yang benar-benar terlaksana dalam sebulan, karena libur sekolah dan tanggal merah sering mengurangi jumlah sesi tanpa mengurangi biaya.
Tidak, Algonova tidak punya tempat les tatap muka di kota mana pun di Indonesia. Semua kelas berlangsung online dan langsung bersama guru, jadi anak cukup belajar dari rumah memakai laptop atau tablet dengan koneksi internet stabil. Kami juga tidak mengajar membaca dan menulis. Untuk anak 6-7 tahun kami mengajar bagian berhitung lewat Math Starters: bilangan 1-100, penjumlahan dan pengurangan, bentuk, dan pola. Untuk anak 5 tahun kami menyarankan kelas coding visual dengan ScratchJr yang tidak menuntut kemampuan membaca. Kalau Anda mencari les membaca tatap muka, pakai daftar 6 pertanyaan di artikel ini untuk membandingkan tempat les di sekitar rumah. Untuk bagian berhitung, Anda bisa mencoba diagnostik matematika gratis sekitar 60 menit secara online. Hasil diagnostik menunjukkan topik mana yang sudah dikuasai anak dan mana yang perlu dilatih, jadi Anda bisa memutuskan apakah les berhitung memang diperlukan atau cukup latihan di rumah dulu.
Kebanyakan anak tidak perlu les calistung sebelum usia 5 tahun, dan banyak yang baru membutuhkannya di usia 6 tahun atau bahkan tidak sama sekali. Di usia 4-5 tahun, anak belajar paling baik lewat bermain: menghitung anak tangga, menebak bunyi huruf awal nama benda, menggambar garis dan lingkaran. Les terstruktur mulai masuk akal di usia 5-6 tahun kalau anak sudah bisa duduk 15-20 menit dan menikmati kegiatan seperti mewarnai atau menyusun puzzle. Kalau anak masih sulit fokus 5 menit, menunda beberapa bulan sering lebih efektif daripada memaksa. Ingat, sekolah dasar tidak boleh mengetes calistung saat penerimaan, dan membaca lancar baru menjadi target di kelas 1-2 SD. Langkah berikutnya: coba rutinitas 15 menit sehari selama 4 minggu dan lihat perkembangannya. Kalau setelah itu anak tetap kesulitan mengenal huruf atau membilang benda sampai 10, barulah les dengan guru yang sabar menjadi pilihan yang masuk akal.
Tidak, anak tidak wajib bisa membaca sebelum masuk SD. Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB menyatakan calon murid kelas 1 SD tidak dipersyaratkan mengikuti tes membaca, menulis, berhitung, atau tes lain. Pada Mei 2026 Kemendikdasmen menegaskan aturan ini lagi untuk SPMB SD 2026, termasuk bahwa ijazah TK tidak wajib. Membaca lancar memang target kelas 1-2 SD dalam Kurikulum Merdeka, bukan target TK. Meski begitu, anak akan lebih percaya diri di minggu-minggu pertama kalau sudah mengenal sebagian huruf, bisa memegang pensil, dan bisa membilang benda sampai 10. Kalau ada sekolah yang masih mengetes calistung secara tidak langsung, misalnya lewat wawancara, orang tua bisa menanyakannya ke dinas pendidikan setempat. Persiapan yang paling berguna adalah kebiasaan belajar singkat setiap hari. Contohnya membacakan buku cerita setiap malam, bermain tebak bunyi huruf awal, dan menghitung benda saat menata meja makan bersama anak.
Les privat lebih cocok untuk anak yang mudah terdistraksi, pemalu, atau tertinggal cukup jauh, sedangkan kelompok kecil cocok untuk anak yang semangat belajar bersama teman. Di les privat, guru bisa menyesuaikan kecepatan setiap menit, tetapi biayanya paling tinggi. Kelompok kecil berisi 3-6 anak memberi suasana bermain dan anak belajar menunggu giliran, keterampilan yang juga dibutuhkan di kelas 1 SD. Hindari kelas besar berisi 15 anak atau lebih untuk usia 5-6 tahun, karena guru sulit memperhatikan cara anak memegang pensil atau menyebut bunyi huruf. Contoh: anak yang pemalu sering memulai dengan privat 1-2 bulan, lalu pindah ke kelompok kecil. Untuk matematika, Algonova menyediakan privat, mini grup 2-4 anak, dan grup hingga 10 anak dengan materi yang sama. Kelas percobaan membantu melihat di format mana anak paling nyaman dan berani bertanya.
Untuk anak 5-6 tahun, sesi les yang pas adalah 30-45 menit dengan pergantian aktivitas setiap 10-15 menit. Anak seusia ini sulit duduk diam lebih lama, jadi les yang baik menyelipkan gerakan, lagu, atau permainan di antara latihan membaca dan menulis. Frekuensi 2-3 kali seminggu biasanya cukup, ditambah latihan 10-15 menit di rumah pada hari tanpa les. Contoh jadwal: les Senin dan Kamis, lalu di hari lain anak membaca 3 kartu suku kata dan menghitung benda saat makan. Kalau les berdurasi 90 menit, pastikan ada istirahat dan aktivitas yang berganti. Tanda durasi terlalu panjang: anak mulai menguap, menolak pergi les, atau pulang dengan wajah murung. Kalau itu terjadi, bicarakan dengan guru sebelum anak terlanjur tidak suka belajar. Guru yang baik biasanya mau mempersingkat sesi atau menambah permainan setelah mendengar masukan dari orang tua, tanpa menurunkan target belajar anak.
Anak biasanya siap belajar membaca saat ia tertarik pada tulisan di sekitarnya, misalnya bertanya "ini tulisannya apa?" atau pura-pura membaca buku cerita. Tanda lain: ia bisa menyebut bunyi awal kata (bola dimulai dengan "b"), menikmati lagu dan sajak, mengenali namanya sendiri dalam tulisan, dan bisa memusatkan perhatian 10-15 menit. Di Indonesia, metode suku kata seperti ba-bi-bu-be-bo cocok karena bahasa Indonesia ditulis hampir sama dengan bunyinya. Kalau tanda-tanda ini belum muncul di usia 5 tahun, itu wajar. Teruskan membacakan buku setiap malam, karena kebiasaan itu membangun kosakata dan minat baca. Kalau di usia 7 tahun anak masih sulit mengenali huruf meski sudah berlatih rutin, konsultasikan dengan guru kelas atau psikolog anak. Pemeriksaan penglihatan dan pendengaran juga layak dilakukan, karena masalah kecil di mata atau telinga sering terlihat seperti kesulitan belajar membaca.
Les online bisa efektif untuk anak 5-7 tahun kalau kelasnya kecil, interaktif, dan durasinya disesuaikan dengan usia. Yang membuat les online berhasil adalah guru yang memanggil nama anak, meminta anak menunjukkan benda ke kamera, dan mengganti aktivitas sebelum anak bosan. Orang tua perlu menyiapkan laptop atau tablet, ruangan tenang, dan mendampingi di beberapa sesi pertama. Untuk menulis tangan, les tatap muka lebih mudah karena guru bisa langsung membetulkan cara memegang pensil. Untuk berhitung, les online justru praktis karena benda di rumah seperti sendok dan kancing bisa langsung dipakai. Di Algonova, kelas matematika untuk anak 6-7 tahun berlangsung online langsung bersama guru, dan diagnostik gratis sekitar 60 menit membantu melihat apakah format ini cocok untuk anak Anda. Setelah sesi pertama, perhatikan apakah anak bercerita dengan senang tentang kelasnya. Kalau iya, formatnya cocok.
Coworking Area, Gedung IT 6 Lantai Dasar, Nongsa Digital Park, Jalan Hang Lekiu, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Indonesia Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010
PT Algonova Indonesia Cerdas Hak cipta dilindungi undang-undang 2026