Cara Memilih Bimbel Online Terbaik untuk Anak SD: 9 Hal yang Wajib Dicek

Belajar Coding

Fajar Hidayat
Tim Kurikulum Coding Algonova

Aplikasi coding di HP gratis cocok untuk anak SD 7-12 tahun sebagai langkah awal: teka-teki logika dan game kecil. Ada 5 pilihan yang kami cek di Google Play dan App Store Indonesia: Lightbot: Code Hour, Tynker, dan Pocket Code untuk anak SD, lalu Mimo dan Pydroid 3 untuk remaja 13 tahun ke atas. Untuk proyek Scratch utuh atau kelas coding live, layar 6 inci tidak cukup, dan anak perlu laptop atau tablet.
Bisa, untuk tahap mengenal logika. Lewat teka-teki di layar sentuh, anak belajar urutan perintah dan pengulangan. Untuk pemula, itu memang intinya.
Masalah muncul saat anak ingin membuat sesuatu yang lebih besar. Editor Scratch di browser memang terbuka di HP, tetapi Scratch Wiki menyebut editornya hampir tidak bisa dipakai di layar sekecil itu. Bahkan ScratchJr, versi Scratch untuk anak kecil, dirancang untuk tablet, dan tim pengembangnya di Boston College menyarankan layar minimal 7 inci.
Contoh: Raka, 9 tahun, menyelesaikan 20 level Lightbot di HP ibunya dalam dua sore. Saat ia ingin membuat game kejar-kejaran sendiri, blok di layar 6 inci terlalu kecil untuk diseret, dan ia cepat kesal. Yang kurang di sini layarnya.
Kalau Anda masih ragu soal usia mulai, baca dulu panduan umur berapa anak mulai belajar coding.
Pilihannya bergantung pada usia anak dan jenis HP di rumah. Tabel ini kami susun dari halaman tiap aplikasi di Google Play dan App Store Indonesia per Oktober 2026. Baris terakhir adalah aplikasi populer yang sering dicari, tetapi tidak berjalan di HP.
| Aplikasi | Usia | Android | iPhone | Biaya | Yang dilatih |
|---|---|---|---|---|---|
| Lightbot: Code Hour | 7-12 | Tidak kami temukan di Play Store | Ya | Gratis, 20 level, tanpa pembelian dalam aplikasi | Urutan perintah, prosedur, pengulangan |
| Tynker | 8-12 | Ya | Ya | Unduh gratis, materi penuh berlangganan | Teka-teki blok, lalu dasar JavaScript dan Python |
HP cukup untuk latihan logika, tetapi kurang untuk proyek yang perlu ruang layar dan keyboard.
| Di HP bisa | Di HP sulit atau tidak bisa |
|---|---|
| Teka-teki logika dan urutan perintah | Proyek Scratch dengan banyak sprite dan skrip |
| Game sederhana di Pocket Code | Roblox Studio untuk membuat dunia 3D |
| Membaca materi dan kuis singkat | Mengetik program Python lebih dari 20-30 baris |
| Menjalankan proyek Scratch milik orang lain | Mengikuti kelas live sambil membuka editor |
Kelas live paling sulit dilakukan dari HP. Video guru, editor, dan kamera anak berebut tempat di layar 6 inci.
Contoh: Salsa, 12 tahun, menulis kalkulator uang jajan di Pydroid 3. Programnya berjalan, tetapi setiap salah ketik tanda kurung butuh dua menit untuk dicari. Di laptop, kesalahan yang sama ketemu dalam hitungan detik.

Waktunya pindah ketika anak ingin membuat proyeknya sendiri, bukan hanya menyelesaikan level buatan orang lain.
Tanda-tandanya:
Kelas coding di Algonova diikuti dari laptop, komputer, atau tablet. Dari HP kelas tidak bisa diikuti, karena anak perlu melihat layar guru dan editor sekaligus. Kalau di rumah hanya ada HP, tanyakan saat mendaftar apakah tablet cukup untuk kursus yang Anda pilih. Master class coding gratis 60 menit sekaligus bisa jadi uji coba perangkat di rumah.

Laptop untuk anak SD tidak harus mahal. Spesifikasi minimal dan kisaran harganya ada di artikel laptop untuk coding anak SD. Untuk anak kelas 3-6, jalur
| 10-13 |
| Ya |
| Ya |
| Gratis, tanpa iklan dan tanpa pembelian |
| Game dan animasi dengan blok, langsung di HP |
| Mimo | 13+ | Ya | Ya | Gratis dengan iklan, versi Pro berbayar | Pelajaran singkat Python dan HTML |
| Pydroid 3 | 13+ | Ya | Tidak | Gratis dengan iklan | Menulis dan menjalankan kode Python |
| Swift Playgrounds (tablet) | 10+ | Tidak | Hanya iPad dan Mac | Gratis | Bahasa Swift lewat teka-teki |
Pilihan per usia:
Daftar game coding yang lebih panjang, termasuk versi laptop dan web, ada di artikel game dan aplikasi coding untuk anak.
Siapkan HP dulu, apalagi kalau yang dipakai HP orang tua.
Ide kegiatan lain yang bisa dilakukan di rumah ada di panduan cara mengajarkan anak coding di rumah.
HP bagus untuk membuat anak penasaran. Begitu anak ingin membuat game sendiri, ia butuh layar yang lebih besar dan guru yang membantu saat macet.
Fajar Hidayat, Tim Kurikulum Coding Algonova
Untuk anak SD kelas 1-4 yang memakai iPhone, mulailah dari Lightbot: Code Hour: gratis, tanpa pembelian dalam aplikasi, dan selesai dalam 20 level. Lightbot tidak kami temukan di Play Store Indonesia, jadi di Android pakai level gratis Tynker. Di kedua aplikasi anak menyusun perintah untuk menggerakkan karakter, dan tiap level menambah satu konsep, misalnya pengulangan atau prosedur. Anak kelas 5-6 bisa lanjut ke Pocket Code, yang gratis tanpa iklan, untuk membuat game kecil sendiri. Sebelum mengunduh, buka halaman toko dan cek label usia serta keterangan pembelian dalam aplikasi, karena banyak aplikasi gratis diunduh tetapi baru lengkap setelah berlangganan. Di sesi pertama, duduk di samping anak dan minta ia menjelaskan langkahnya dengan kata-kata sendiri. Kalau dalam 2 minggu semua level sudah tamat dan anak bertanya bagaimana membuat game sendiri, ia siap pindah ke Scratch di laptop atau tablet.
Scratch bisa dibuka di browser HP, tetapi editornya hampir tidak bisa dipakai di layar sekecil itu. Scratch Wiki mencatat bahwa editor proyek tidak muat di layar HP, sedangkan memainkan proyek dalam mode layar penuh biasanya lancar. Jadi anak bisa memainkan game Scratch buatan orang lain, tetapi sulit membuat proyek sendiri: blok bertumpuk, menu menutupi area kerja, dan jari sering salah menyeret. Di tablet 10 inci editor Scratch masih bisa dipakai, walau tetap kurang nyaman tanpa mouse dan sering perlu memperbesar tampilan. Kalau anak ingin belajar Scratch dengan serius, pakai laptop, komputer, atau tablet 10 inci. Mouse atau stylus seharga puluhan ribu rupiah membuat blok lebih mudah diseret dengan tepat. Penjelasan lengkap tentang Scratch, dari cara membuat akun sampai proyek pertama, ada di artikel Apa Itu Scratch di blog Algonova, dan bisa dibaca sebelum membeli perangkat.
Roblox Studio, aplikasi untuk membuat game Roblox, tidak tersedia di HP Android maupun iPhone. Studio hanya berjalan di komputer Windows dan Mac, sedangkan aplikasi Roblox di HP hanya untuk bermain. Banyak anak SD kecewa karena mengira game Roblox bisa dibuat langsung dari HP, padahal di sana mereka hanya bisa memainkan dunia buatan orang lain. Untuk membuat game sendiri, anak perlu laptop atau komputer dengan mouse, karena Roblox Studio memakai banyak panel, menu, dan skrip bahasa Lua yang diketik. Sebelum menginstal, cek spesifikasi minimum di situs resmi Roblox, karena dunia 3D lebih berat daripada proyek Scratch. Kalau anak kelas 5-6 sudah lancar memakai Scratch dan suka Roblox, Studio adalah langkah berikutnya yang wajar. Di Algonova, kursus Game Design dengan Roblox Studio dan Lua untuk anak 10-12 tahun berlangsung 90 menit per minggu dalam grup maksimal 10 anak.
Mulailah dari aplikasi teka-teki blok, lalu pindah ke aplikasi yang bisa membuat proyek sendiri. Untuk anak, urutannya kira-kira begini: Lightbot: Code Hour di iPhone atau level gratis Tynker di Android selama 1-2 minggu, lalu Pocket Code untuk membuat game sederhana dengan karakter dan skor. Remaja 13 tahun ke atas bisa mencoba Mimo untuk pelajaran Python singkat, atau Pydroid 3 di Android untuk menulis dan menjalankan kode sendiri. Batasi sesi 20-30 menit dan minta anak menceritakan apa yang ia buat setiap selesai. Mengetik kode di HP terasa lambat karena keyboard di layar menutupi separuh tampilan, dan tanda kurung atau titik dua sering salah tekan. Begitu program anak lebih dari 20-30 baris, laptop atau tablet dengan keyboard menghemat banyak waktu. Simpan tangkapan layar setiap proyek supaya Anda dan anak bisa melihat kemajuannya dari bulan ke bulan.
Kelas coding live di Algonova tidak bisa diikuti dari HP. Anak perlu laptop, komputer, atau tablet, karena dalam satu sesi ia harus melihat layar guru dan editor coding sekaligus, dengan kamera menyala. Di layar 6 inci, jendela video menutupi editor, dan anak tertinggal saat guru meminta menyeret blok atau mengetik kode. Laptop sederhana dengan RAM 4 GB, kamera, dan mikrofon sudah cukup untuk Scratch dan Python, dan laptop lama keluarga sering bisa dipakai setelah dibersihkan dari aplikasi yang tidak perlu. Kursus coding Algonova untuk anak 8-12 tahun berlangsung 90 menit per minggu dalam grup maksimal 10 anak. Sebelum mendaftar, cek perangkat di rumah dan tanyakan ke tim Algonova apakah tablet cukup untuk kursus yang Anda pilih. Master class coding gratis 60 menit bisa sekaligus menjadi uji coba perangkat dan kelas pertama anak.
Sebagian besar aman, asal orang tua memeriksa label usia, iklan, dan pembelian dalam aplikasi sebelum anak mulai. Pocket Code tidak menampilkan iklan dan tidak menjual apa pun di dalam aplikasi, dan Lightbot: Code Hour di iPhone tidak punya pembelian dalam aplikasi. Mimo dan Pydroid 3 menampilkan iklan atau tawaran versi berbayar, jadi lebih cocok untuk remaja yang sudah paham. Pasang Google Family Link atau Durasi Layar agar setiap unduhan dan pembelian butuh persetujuan Anda. Beberapa aplikasi punya galeri proyek dan kolom komentar dari pengguna lain. Untuk anak di bawah 13 tahun, matikan fitur berbagi atau dampingi saat anak membuka galeri. Baca ulasan terbaru di toko aplikasi, karena kebijakan iklan dan harga langganan bisa berubah sewaktu-waktu. Sandi akun Google Play atau Apple ID sebaiknya tetap dipegang orang tua, bukan disimpan di HP anak.
Untuk anak SD, 20-30 menit per sesi dan 3-4 sesi per minggu sudah cukup untuk latihan logika. Teka-teki coding menuntut konsentrasi, jadi anak lebih cepat lelah dibanding saat menonton video. Tanda anak perlu berhenti: ia mulai menebak urutan secara acak tanpa berpikir, atau menekan tombol ulang berkali-kali. Untuk anak 2-4 tahun, pedoman WHO tahun 2019 menyarankan waktu layar sambil duduk tidak lebih dari 1 jam per hari, jadi utamakan aktivitas tanpa layar untuk usia ini. Hitung waktu coding sebagai bagian dari total waktu layar anak, bukan tambahan di luar jatah. Jadwal yang realistis misalnya Selasa, Kamis, dan Sabtu sore setelah PR selesai, di ruang keluarga, bukan di kamar. Catat level yang diselesaikan setiap minggu di kertas atau kalender. Dengan begitu Anda melihat kemajuan anak, bukan hanya jumlah menit di depan layar.
Pindahkan anak ke laptop ketika ia ingin membuat proyek sendiri, bukan hanya menyelesaikan level. Biasanya ini terjadi di usia 8-10 tahun, setelah anak menamatkan Lightbot atau level dasar Tynker. Tanda lain: anak kesal karena blok terlalu kecil, ingin belajar Scratch, Roblox Studio, atau Python, atau siap ikut kelas live bersama guru. Laptop tidak harus baru. Prosesor dual-core, RAM 4 GB, SSD 128 GB, dan layar 11-14 inci sudah cukup untuk Scratch dan Python. HP tetap berguna untuk teka-teki di perjalanan, di mobil, atau saat menunggu, sedangkan proyek utama dikerjakan di laptop. Di Algonova, anak 8-12 tahun mulai dari Scratch, lalu Roblox dan Python, dengan guru yang sama setiap minggu. Master class coding gratis 60 menit membantu Anda melihat apakah anak sudah siap untuk langkah berikutnya, dan perangkat apa yang perlu disiapkan.
Coworking Area, Gedung IT 6 Lantai Dasar, Nongsa Digital Park, Jalan Hang Lekiu, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Indonesia Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010
PT Algonova Indonesia Cerdas Hak cipta dilindungi undang-undang 2026