
Edukasi Coding
Mengapa Anak-Anak Indonesia Harus Belajar Coding pada Tahun 2026

Bayu Nugraha
Spesialis Coding Anak

Ekonomi Digital Indonesia Senilai $360 Miliar
Ekonomi digital Indonesia sedang menuju posisi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Pada 2030, para analis dari Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksikan pasar akan mencapai $360 miliar — didorong oleh e-commerce, fintech, media digital, dan teknologi logistik. Bagi para orang tua saat ini, ini bukan berita yang abstrak. Ini adalah lanskap yang akan dimasuki anak Anda sebagai orang dewasa bekerja dalam satu dekade mendatang.
Indonesia sudah memiliki basis pengguna internet terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 200 juta orang Indonesia yang terhubung dan menghabiskan rata-rata delapan jam per hari secara online. Unicorn lokal seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak secara kolektif telah menciptakan ratusan ribu pekerjaan teknologi — dan terus berkembang. Generasi perusahaan-perusahaan berikutnya sedang dibangun sekarang, oleh orang-orang yang mulai belajar coding saat remaja.
Yang membuat momen ini luar biasa adalah kecepatan perubahannya. Keterampilan yang dianggap opsional bagi orang dewasa lima tahun lalu — pemrograman dasar, literasi data, literasi AI — kini menjadi fondasi yang sama pentingnya dengan membaca dan berhitung bagi anak-anak yang masuk sekolah hari ini. Pertanyaan yang diajukan para orang tua bukan lagi 'Apakah anak saya perlu belajar coding?' melainkan 'Bisakah kita menunggu lebih lama?'

